Seorang raja mengalami sakit mata sebelah kanan sehingga menyebabkan mata ity tak berfungsi lagi untuk melihat, kelopak mata itu pun tertutup, menutupi bola matanya. Dengan memandang sekilas saja, orang akan tahu, mata kanan raja cacat dan buta.
Keadaan itu tidak mengurangi kegiatan raja sehari-hari, namun raja merasa perlu mengangkat seseorang untuk menjadi ajudan khusus yang setiap saat mendamping dirinya. Syaratnya sederhana saja, pertama jujur dan tidak bermental ABS (penjilat), kedua pintar menutupi semua kekurangan dan kelemahan raja.
Ada tiga orang kandidat yang diliriknya. Tetapi ia tak tahu siapa yang paling tepat dari ketiga kandidat itu. Untuk itu, ia meminta saran dari seorang sufi terkenal. Sang sufi membisikkan sesuatu ke telinga raja. Raja mengangguk setuju.
Maka raja memanggil ketiga kandidat itu, meminta masing-masing melukis wajah raja. Ketiganya pun melukis. Setelah selesai, raja menilainya.
Lukisan pertama diamati. Raja dilukis dengan mata sempurna, sama sekali tidak cacat. Pelukisnya memang mampu menyembunyikan cacat dan kekurangan serta kelemahan raja, tetapi tidak dengan cara cerdas, bahkan berdusta, tak jujur serta menjilat, agar hati raja senang. Padahal raja tak terhibur kalau matanya dikatakan sempurna. Kandidat pertama gagal.
Lukisan kedua dinilai. Wajah raja dilukis cacat dengan kelopak mata tertutup. Kata raja di dalam hati: “Kandidat ini memang jujur. Mataku cacat, dilukisnya cacat. Hanya sayang, ia tak mampu menutupi kelemahanku. Yang kucari ialah pendamping yang jujur sekaligus cerdas, sehingga ia mampu menutupi kelemahanku.” Kandidat kedua pun gagal.
Ketika meneliti lukisan ketiga, raja tersenyum. Wajah baginda dilukis tengah berburu di hutan dalam posisi sedang membidik binatang buruan dengan senapang berburu. Layaknya orang membidik, mata sebelah kanan dipejamkan. Raja puas dan berkata, “Kadidat ini diterima.”
Gugup
Karena gugup dipergoki akan mencuri di sebuah masjid, seorang pemuda pengangguran ketika ditanya petugas masjid megapa ia memasuki masjid di luar waktu shalat, berkata:
“Aaaa… nuuu… saya mau tanya disini, shalat Jumat hari apa?”
Mencintai
Seorang kiyai senior memarahi seorang pemuda jahil: “Mengapa kamu berpacaran dengan putri saya? Tak tahukah kamu bahwa berpacaran itu haram, yang berarti berdosa?”
“Anu, Pak Kiyai, kemarin saya dengar Pak Kiyai menyampaikan hadis yang artinya: ‘Belum sempurna iman seseorang sebelum ia mencintai orang lain sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.’
Karena saya ingin punya iman sempurna, maka saya cintai si Halimah, putri Pak Kiyai.”
___________
source : amanah or id, laporan MHM dalam [Senyum Sufi]















assalamualaikum
kalau boleh tau blu3ais dah berapa taun id ini berjalan.dan aku pingin mengucapkan salam kenal buat ais semoga makin jaya
Comment by amar_transbit — Friday, 5 August 2005 @ 3:14 pm
kalau bisa tambah artikel dan pesan2 yang bermanfaat bagi kita agar kita bisa mengambil amal baiknya
Comment by amar_transbit — Friday, 5 August 2005 @ 3:18 pm
Wa’alaikum salam …
URL ini belum lama kok, baru saya buat bulan Juni yg lalu, namun alhamdulillah sudah cukup banyak temen2 yg berkunjung ke sini. Insya Allah, pasti akan saya tambah terus artikelnya, alhamdulillah saya bersyukur sekali jika bermanfaat untuk teman-teman… makasih ya mas Amar. Sering2 ke sini ^_^
Comment by ais — Saturday, 6 August 2005 @ 12:24 pm