Ustaz Jeffry, MASA REMAJA TENGGELAM DALAM DUNIA MALAM
Ustaz ganteng ini laris diminta berdakwah. Perjalanan hidup Jeffry Al Buchori sungguh dahsyat. Penuh gejolak dan tikungan tajam. Proses pergulatan yang luar biasa ia alami sampai ia menemukan kehidupan yang tenang dan menenteramkan. Simak kisahnya yang sangat memikat mulai nomor ini.
Sebetulnya aku tidak ingin bercerita banyak tentang masa laluku. Maklum, masa laluku sangat kelam. Namun, setelah kupikir, siapa tahu perjalanan hidupku ini bisa menjadi pelajaran bagi orang lain. Baiklah, aku bersedia membagi pengalaman hidupku pada para pembaca. Insya Allah, ada gunanya.
Aku lahir dengan nama Jeffry Al Buchori Modal pada 12 April 1973 di Jakarta. Waktu aku lahir, keluargaku memang sudah menetap di Jakarta. Aku lahir sebagai anak tengah, maksudku anak ke-3 dari lima bersaudara. Tiga saudara kandungku laki-laki, dan si bungsu adalah perempuan. Layaknya bersaudara, hubungan kami berlima cukup dekat. Sekadar bertengkar, sih, wajar saja. Apalagi, jarak usia kami tidak berjauhan.
Apih (panggilan Jefri untuk ayahnya, Red.), M. Ismail Modal, adalah pria bertubuh tinggi besar asli Ambon, sedangkan Umi, begitu aku biasa memanggil ibu, Tatu Mulyana asli Banten. Apih mendidik kami berlima dengan sangat keras. Tapi, kalau tidak begitu, aku tidak akan merasakan manfaat seperti sekarang. Kalau kami sampai lupa salat atau mengaji, wah, jangan ditanya hukuman yang akan diberikan Apih. Dalam hal agama, Apih dan Umi memang mendidik kami secara ketat.
Namun, sebetulnya Umi adalah seorang ibu yang amat sabar dan lembut dalam menghadapi anak-anaknya. Apih pun orang yang selalu bersikap obyektif. Dia akan membela keluarganya mati-matian bila memang keluarganya yang benar. Sebaliknya dia tidak segan-segan menyalahkan kami bila memang berbuat salah.
Berada di lingkungan keluarga yang taat agama membuatku menyukai pelajaran agama. Sewaktu kelas 5 SD, aku pernah ikut kejuaraan MTQ sampai tingkat provinsi. Selain agama, pelajaran yang juga kusukai adalah kesenian. Entah mengapa, aku suka sekali tampil di depan orang banyak. Oh ya, setelah kenaikan kelas, dari kelas 3 aku langsung melompat ke kelas 5. Jadilah aku sekelas dengan kakakku yang kedua.
BERKEPRIBADIAN GANDA
Lulus SD, Apih memasukkanku dan kedua kakakku ke sebuah pesantren modern di Balaraja, Tangerang. Beliau ingin kami mendalami pelajaran agama. Rupanya tidak semua keinginannya bersambut, semua ini karena kenakalanku.
Orang bilang, anak tengah biasanya agak nakal. Aku tidak tahu ungkapan itu benar atau tidak. Yang jelas hal itu berlaku padaku. Sebagai anak tengah, aku sering membuat orang tua kesal. Di pesantren, aku sering berulah.
Salah satu kenalakanku, di saat yang lain salat, aku diam-diam tidur. Kenakalan lain, kabur dari pesantren untuk main atau nonton di bioskop adalah hal biasa. Sebagai hukumannya, kepalaku sering dibotaki. Tapi, tetap saja aku tak jera.
Tampaknya aku seperti punya kepribadian ganda, ya. Di satu sisi aku nakal, di sisi lain keinginan untuk melantunkan ayat-ayat suci begitu kuat. Tiap ada kegiatan keagamaan, aku selalu terlibat. Bersama kedua kakakku, aku juga pernah membuat drama tanpa naskah berjudul Kembali Ke Jalan Allah yang diperlombakan di pesantren. Ternyata karya kami itu dinilai sebagai drama terbaik se-pesantren.
Bahkan, aku juga juara lomba azan, lomba MTQ, dan qasidah. Akan tetapi, entah kenapa, aku juga tak pernah ketinggalan dalam kenakalan. Tinggal dalam lingkungan pesantren, kelakuan burukku bukannya berkurang, malah makin menjadi. Puncaknya, aku sudah bosan bersekolah di pesantren.
Akhirnya, hanya empat tahun aku di pesantren. Dua tahun sebelum menamatkan pelajaran, aku keluar. Lalu, Apih memasukkanku ke sekolah aliyah (setingkat SMA, Red.). Rupanya keluar dari pesantren tidak membuatku lebih baik. Aku yang mulai beranjak remaja justru jadi makin nakal.
KENAL DUNIA MALAM
Memang, sih, tiap ada acara keagamaan aku tak pernah ketinggalan. Namun, aku juga selalu mau bila ada teman mengajak ke kantin sekolah. Bukan untuk jajan, tapi memakai narkoba! Aku juga sering kabur dan pergi tanpa tujuan yang jelas. Ya, aku seperti burung lepas dari sangkar, terbang tak terkendali.
Masa SMA memang suram bagiku. Masa yang tak pernah lengkap. Maksudnya, aku tak punya teman sebaya. Kenapa? Ya, meski usiaku masih 15 tahun, aku bergaul dengan pemuda berusia 20 tahunan. Pacaran pun dengan yang lebih tua. Di sekolah ini aku hanya bertahan setahun. Pindah ke SMA lain, keseharianku tak jauh berbeda. Malah makin parah.
Dari perkenalan dengan beberapa teman, aku mengenal petualangan baru. Umur 16 tahun, aku mulai kenal dunia malam. Aku masuk sekolah hanya saat ujian. Buatku, yang penting lulus. Aku lebih suka mendatangi diskotek untuk menari. Terus terang, aku memang tertarik pada tarian di diskotek. Tiap ke sana, diam-diam aku selalu mempelajari gerakan orang-orang yang nge-dance. Lalu kutirukan.
Aku jadi seorang penari, bertualang dari satu diskotek ke diskotek lain, tenggelam dalam dunia malam. Saat ada lomba dance, aku mencoba ikut. Usahaku tak sia-sia. Beberapa kali aku berhasil memboyong piala ke rumah sebagai the best dancer. Selain itu, aku juga berhasil jadi penari di Dufan pada tahun 1990, meski hanya selama setahun. Sampai sekarang masih banyak temanku yang jadi penari di sana.
Aku juga pernah jadi foto model, bahkan ikut fashion show di diskotek. Mungkin waktu itu aku merasa sangat cakep, ya. Tapi menurutku, kegiatan-kegiatan itu masih positif, meski terkadang aku suka minum. Dengan segala kebengalanku, tahun 1990 aku berhasil lulus SMA.
MAIN SINETRON
Aku mengalami masa yang menurutku paling dahsyat setelah tamat SMA. Ceritanya salah seorang teman penari, memperkenalkanku pada Aditya Gumai yang saat itu aktif di dunia seni peran. Dari Aditya aku mengenal dunia akting. Waktu itu, kami masih latihan menari di Taman Ismail Marzuki. Saat latihan pindah ke Gedung Pemuda di Senayan, mulailah aku main sinetron. Mulanya aku hanya mengamati para pemain yang sedang syuting, sambil diam-diam belajar.
Aku memang suka mencuri ilmu. Waktu tidur di kos salah satu temanku di dekat kampus Institut Kesenian Jakarta, aku sering mencuri ilmu juga dari para mahasiswa. Kalau mereka sedang kuliah atau praktik, aku sering mengamati mereka.
Nah, ketika para pemain sinetron sedang latihan, terkadang aku menggantikan salah satunya. Ternyata aku ditertawakan. Karena pada dasarnya aku orang yang enggak suka diperlakukan seperti itu, aku malah jadi terpacu. Aku makin giat berlatih akting secara otodidak. Akhirnya, saat yang senior belum juga dapat giliran main, aku sudah mendapat peran. Aku diajak Aditya main sinetron. Waktu dikasting, aku berhasil mendapat peran.
Tahun 1990, aku main sinetron Pendekar Halilintar. Saat itu, sinetron masih dipandang sebelah mata oleh bintang film. Namun, Apih mati-matian menentangku. Kenapa? Rupanya Apih tahu persis seperti apa lingkungan dunia film. Dulu, beliau juga pernah main film action, antara lain Macan Terbang dan Pukulan Berantai. Dari beliaulah aku menuruni darah seni.
Ditentang Apih tak membuat langkahku surut. Mungkin jalan hidupku memang harus begini. Tak satu pun larangan Apih yang mampir ke otakku untuk kujadikan bahan pikiran. Nasihat Apih tak lagi kudengarkan. Tawaran untuk main sinetron yang berdatangan membuatku makin yakin, inilah yang kucari. Aku tak mau menuruti keinginan orang tua karena merasa diriku benar. Akhirnya konflik antara aku dan orang tuaku pecah.
Sebagai bentuk perlawananku pada orang tua, aku tak pernah pulang ke rumah. Tidur berpindah-pindah di rumah teman. Rambut juga kupanjangkan. Aku seperti tak punya orang tua. Bahkan, tak pernah terlintas dalam benakku bahwa suatu hari mereka akan pulang ke haribaan. Yang kupikirkan hanya kesenangan dan egoku semata.
Pada saat bersamaan, karierku di dunia seni peran terus melaju. Aku semakin mendapatkan keasyikan. Setelah itu, aku mendapat peran dalam sinetron drama Sayap Patah yang juga dibintangi Dien Novita, Ratu Tria, dan almarhum WD Mochtar.
Aku semakin merasa pilihanku tak salah setelah dinobatkan sebagai Pemeran Pria Terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI tahun 1991. Aku bangga bukan main, karena merasa menang dari orang tua. Kesombonganku makin menjadi. Aku makin merasa inilah yang terbaik buatku, ketimbang pilihan orangtuaku.
***
“DI KABAH, KUMINTA AMPUNAN ALLAH”
Tawaran main sinetron berdatangan menghampiri Jeffry. Seiring dengan itu, ia makin tenggelam dalam dunianya yang kelam.
Sejak kenal sinetron, aku makin menyukai dunia akting. Aku tak peduli meski Apih menentangku. Namun, belakangan aku paham, di balik etidaksetujuannya, sebetulnya orang menyimpan rasa bangga. Orang tua cerita, mereka sedang ke Tanah Suci membawa rombongan ibadah haji saat sinetron Sayap Patah yang kumainkan ditayangkan.
Ternyata, mereka nonton sinetronku. Komentar mereka membanggakanku. Mereka mengakui, ternyata aku bisa berprestasi. Setelah itu, aku mendapat berbagai tawaran main, antara lain sinetron Sebening Kasih, Opera Tiga Jaman, dan Kerinduan. Selain namaku makin mencuat, rezeki juga terus mengalir.
Namun, aku malah jadi lupa diri. Ketenaran tidak penting buatku. Yang penting menikmati hidup. Dunia malam terus kugeluti. Kalau ke diskotek, aku tak lupa mengonsumsi narkoba. Bahkan, untuk urusan yang satu ini, aku bisa dibilang tamak. Biasanya, aku meminum satu pil dulu. Kalau kurasa belum “on”, kuminum satu lagi. Begitu seterusnya.
Akhirnya, aku jadi sangat mabuk. Pandanganku pun jadi kabur. Mau melihat arloji di tangan saja, aku harus mendekatkannya ke wajahku, sambil menggoyang-goyangkan kepala dan membelalakkan mata supaya bisa melihat dengan lebih jelas. Parah, ya? Begitulah kebandelanku terus berlangsung.
KECANDUAN KIAN PARAH
Suatu hari di tahun 1992, Apih meninggal karena sakit. Aku menyesal bukan main karena selama ini selalu mengabaikan nasihat Apih. Menjelang kepergiannya, aku berdiri di samping tempat tidurnya di rumah sakit sambil menangis. Melihatku seperti itu, Apih mengatakan, laki-laki tak boleh menangis. Laki-laki pantang keluar air mata. Bayangkan, bahkan di saat-saat terakhirnya pun Apih tetap menunjukkan sikapnya yang penuh kasih padaku yang durhaka ini.
Sore itu aku dimintanya pulang ke rumah dan beliau memberiku ongkos. Aku menurut. Begitu aku pulang, Allah mengambilnya. Aku syok berat. Saat Apih dimakamkan, aku turun ke liang lahat dan memeluk jasadnya. Aku tak mau beranjak meski makam akan ditutup. Aku tak mau melepas kepergiannya. Aku menyesali perbuatanku. Selama Apih masih hidup, aku tak pernah mau mendengarkan ucapannya.
Sejak itu, Umi membesarkan kami berlima. Hidupku terus berjalan. Bukan ke arah yang baik, namun aku kembali ke masa seperti dulu. Penyesalan yang sebelumnya begitu menghantuiku karena ditinggal Apih, seolah lenyap. Kebandelanku bahkan makin menjadi sepeninggal Apih. Kesombonganku juga lebih besar dari sebelumnya karena merasa berprestasi dan punya uang banyak. Tak seorang pun kudengarkan lagi nasihatnya.
Ketika temanku menasihati, aku mencibir. Siapa dia sampai aku harus mendengarkan ucapannya? Ucapan orang tua saja tak kugubris. Aku tenggelam dalam duniaku sendiri dan jadi pecandu narkoba. Waktu itu, aku beralasan karena ada masalah di rumah. Padahal, sebetulnya alasan apa pun, termasuk broken home atau teman, tidak bisa dijadikan alasan. Diri sendirilah alasannya, karena bagaimana pun, kita lah yang menentukan semua yang terjadi pada diri kita.
Jadi, tidak perlu membawa-bawa orang lain atau keadaan. Namun, kesadaran seperti ini mana mungkin muncul pada diriku yang waktu itu sangat arogan? Aku makin jauh dari Tuhan. Padahal, sebelah rumahku ada masjid. Ketika orang berpuasa di bulan Ramadan pun, aku tetap melakukan kemaksiatan. Lalu, saat Lebaran tiba dan orang-orang sibuk bertakbir, aku malah sibuk mencari celah waktu dan tempat di mana aku bisa berbuat maksiat.
Semua ilmu agama yang pernah kupelajari dan kemampuan membaca Quran seperti hilang. Akal sehatku seperti hilang. Kecanduanku pada narkoba juga makin parah, bahkan sampai mengalami over dosis dan aku hampir mati. Kejahatan demi kejahatan moral terus kulakukan.
NAMA DICORET
Tak perlu aku menceritakan detail tentang kejahatan yang kulakukan. Yang jelas, suatu hari aku merasa menderita karena ketakutan setelah melakukan sebuah perbuatan. Aku benar-benar ketakutan! Aku jadi gampang curiga pada siapa saja. Aku selalu berburuk sangka pada apa pun. Kesombonganku pada uang dan prestasi lenyap digantikan ketakutan. Yang kulakukan setiap hari adalah berdiam diri di kamar, dengan selalu berpikiran bahwa setiap orang yang datang akan membunuhku. Aku sibuk mengintip dari bawah pintu, siapa tahu ada orang datang untuk membunuhku.
Telingaku jadi sangat sensitif. Aku sering merasa mendengar ada orang sedang berjalan di atap rumah ingin membunuhku. Aku tersiksa selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Orang-orang mengatakan, aku sudah gila.
Pada saat bersamaan, kecanduanku pada narkoba membuatku termasuk dalam daftar hitam dunia sinetron. Namaku dicoret. Tak ada lagi yang mau memakaiku sebagai pemain. Selain itu, cewek-cewek yang ada di dekatku juga menjauh. Dulu aku termasuk playboy.
Di saat aku sendiri, ada Umi yang selama ini sudah sangat sering kusakiti hatinya. Umi tetap menyayangiku dengan cintanya yang besar. Seburuk apa pun orang berkomentar tentang aku, hati Umi tetap baik dan sabar. Air matanya tak pernah kering untuk mendoakan anak-anaknya, terutama aku agar berubah jadi lebih baik.
Doa tulus Umi dikabulkan Allah. Sungguh luar biasa, Allah menunjukkan kebaikan-Nya padaku. Allah memberiku kesempatan untuk bertobat. Kesadaran ini muncul lewat suatu proses yang begitu mencekamku.
DIAJAK UMI UMRAH
Sungguh, aku merasa sangat ketakutan ketika suatu hari bermimpi melihat jasadku sendiri dalam kain kafan. Antara sadar dan tidak, aku terpana sambil bertanya pada diri sendiri. Benarkah itu jasadku? Aku juga disiksa habis-habisan. Begitulah, setiap tidur aku selalu bermimpi kejadian yang menyeramkan. Dalam tidur, yang kudapat hanya penderitaan. Aku jadi takut tidur. Aku takut mimpi-mimpi itu datang lagi.
Aku juga jadi takut mati. Padahal dulu aku sempat menantang maut. Meminta mati datang karena aku tak sanggup lagi bertahan saat ada masalah dengan seorang cewek. Sebetulnya sepele, kan? Tapi masalah itu kuberat-beratkan sendiri. Rasa takut mati itulah yang akhirnya membuatku sadar bahwa ada yang tidak meninggalkanku dalam keadaan seperti ini, yaitu Allah.
Aku teringat kembali pada-Nya dan menyesali semua perbuatanku selama ini. Pelan-pelan, keadaanku membaik. Kesadaran-kesadaran itu datang kembali. Aku menemui Umi, bersimpuh meminta maaf atas semua dosa yang kulakukan. Umi memang luar biasa. Betapa pun sudah kukecewakan demikian rupa, beliau tetap menyayangi dan memaafkanku. Umi lalu mengajakku berumrah.
Dengan kondisiku yang masih labil dan rapuh, kami berangkat ke Tanah Suci. Kali ini aku berniat sembuh dan kembali ke jalan Allah. Di sana, aku mengalami beberapa peristiwa yang membuatku sadar pada dosa-dosaku sebelumnya. Usai salat Jumat di Madinah, Umi mengajakku ke Raudhoh. Aku tak tahu apa itu Raudhoh, tapi kuikuti saja. Umi terus meminta ampunan pada Allah.
Aku lalu keluar, berjalan menuju makam Nabi Muhammad. Aku bersalawat. Begitu keluar dari pintu masjid, rasanya seperti ada yang menarikku. Aku mencoba berjalan sekuat tenaga, tapi tak bisa. Kekuatan itu rasanya sangat besar. Aku lalu bersandar pada tembok. Air mataku yang dulu tak pernah keluar, kini mengalir deras. Aku menyesali dosa-dosaku, dan berjanji tak akan melakukan lagi semua itu.
Bagai sebuah film yang sedang diputar, semua dosa yang pernah kulakukan terbayang jelas di pelupuk mataku silih berganti, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Tiba-tiba dari mulutku keluar kalimat permintaan ampunan pada Allah. Di Mekkah, di hadapan Kabah, aku merapatkan badan pada dindingnya.
Aku bersandar, menengadahkan tangan memohon ampun karena terlalu banyak dosa yang kulakukan. Seandainya sepulang dari Tanah Suci ini melakukan dosa lagi, aku minta pada Allah untuk mencabut saja nyawaku. Namun, seandainya punya manfaat untuk orang lain, aku minta disembuhkan. Aku yang dulu angkuh, sekarang tak berdaya. Setelah pulang beribadah, aku membaik. Aku mencoba bertahan dalam kondisi bertobat itu, tapi ternyata sulit luar biasa.
*****
BIDADARI CANTIK JADI PEMBANGKIT HIDUP
Setelah berkali-kali jatuh-bangun, akhirnya Jeffry kembali dekat pada agama. Kasih sayang kekasih yang akhirnya menjadi istri ikut menjadi pembangkit semangatnya. Perjuangannya menjadi ustaz cukup berat sampai akhirnya ia sukses jadi penceramah. Sepulang umrah, aku mencoba hidup lurus. Namun, lagi-lagi aku tergoda. Suatu malam, aku dan teman-teman berencana nonton jazz di Ancol. Aku memperingatkan mereka untuk tidak bawa narkoba, karena
kami sudah sepakat untuk berhenti memakai. Ternyata, salah satu temanku masih saja membawa cimeng. Apesnya, kami dirazia polisi di depan Hailai.
Teman-temanku yang lain kabur. Tinggallah aku, temanku yang membawa cimeng, dan satu teman lain. Aku sulit kabur karena mobil yang kami pakai adalah mobilku. Akhirnya kami bertiga dibawa ke kantor polisi dan ditahan. Aku dilepas karena tak terbukti membawa. Kucoba telepon Umi untuk menjelaskan masalah ini, tapi Umi tak mau menerima teleponku.
Si penerima telepon malah diminta Umi untuk mengatakan, beliau tak anak bernama Jeffry. Hatiku tercabik-cabik. Pedih rasanya tak diakui sebagai anak oleh Umi. Kuakui, pastilah hati Umi sudah sedemikian sakitnya. Bayangkan, aku yang sebelumnya sudah mengaku bertobat, malah kembali memilih jalan yang salah. Meski aku sudah bersumpah demi Tuhan tidak memakai narkoba lagi, Umi tak percaya lagi. Itulah puncak kemarahan Umi Sungguh bersyukur, Allah masih berkenan menolongku. Datang seorang gadis cantik dalam hidupku. Ia mau menerimaku apa adanya. Sebelumnya, banyak gadis meninggalkanku sehingga aku merasa sebatang kara dalam cinta. Gadis bernama Pipik Dian Irawati ini seorang model sampul sebuah majalah remaja tahun 1995, asal Semarang.
CUEK SAAT PACARAN
(Berikut ini adalah penuturan Pipik: Aku pertama kali melihatnya sedang makan nasi goreng di Menteng sekitar tahun 1996 - 1997. Rambutnya gondrong. Waktu itu, aku bersama Gugun Gondrong. Setahuku, Jeffry adalah pemain sinetron Kerinduan, karena aku mengikuti ceritanya. Aku ingin berkenalan dengannya, tapi Gugun melarangku.
Tak tahunya, waktu buka puasa bersama di rumah Pontjo Sutowo, aku bertemu lagi dengannya. Rambutnya sudah dipotong pendek. Aku nekat berkenalan. Kami mulai dekat dan saling menelepon. Aku enggak tahu kapan kami resmi pacaran, karena enggak pernah “jadian”. Dia juga tak pernah menyatakan cinta. Waktu pacaran, dia cuek setengah mati.
Awalnya, semangatnya boleh juga. Pertama kami pergi bareng, dia datang ke rumah di Kebon Jeruk, di tengah hujan deras dari rumahnya di Mangga Dua. Jeffry naik taksi dengan memakai jins dan sepatu bot. Ia yang hanya bawa uang Rp 50 ribu, mengajakku nonton di Mal Taman Anggrek. Di dalam bioskop, kami seperti nonton sendiri-sendiri. Dia diam saja selama nonton.
Sejak itu, kami sering jalan bareng, karena kami memang hobi nonton dan makan. Semakin dekat dengannya, aku makin tahu ternyata dia pemakai narkoba kelas berat. Teman-temanku mulai bertanya, mengapa aku mau berpacaran dengannya. Aku sendiri tak tahu persis alasannya. Mungkin rasa sayang yang sudah terlanjur muncul dalam hati yang membuatku mau bertahan. Hatiku terenyuh dan tak mau meninggalkan dia sendiri.
Tentu saja keluargaku tak ada yang tahu, karena sengaja kusembunyikan. Mungkin mereka baru tahu sekarang, setelah membaca kisah hidupnya di berbagai media. Sementara itu, aku sibuk tur keluar kota sebagai model, sehingga kami sering tak ketemu. Akhirnya kami putus. Waktu akhirnya ketemu lagi, ternyata dia sudah punya pacar lagi. Karena masih sayang, aku sering membawakannya hadiah dan memberi perhatian. Setelah Jeffry putus dari pacarnya, kami kembali bersatu.)
JUALAN KUE
Pipik sangat berarti buatku. Dia mengerti, peduli dan perhatian padaku. Padahal, aku sempat hampir menikah dengan orang lain. Ternyata Allah sayang padaku. Allah menunjukkan, wanita yang nyaris kunikahi itu bukan untukku. Pipik bagai bidadari yang datang dengan cinta yang besar. Ia memberi keyakinan, menikah dengannya akan membawa perubahan besar dalam hidupku.
Aku mendatangi Umi dan minta izin untuk menikah. Luar biasa, Umi tetap menerimaku dengan segala kasih sayangnya. Sambil menangis, Umi mengizinkanku menikah. Aku sendiri terbilang nekat. Sebab, waktu itu aku tak punya-apa. Badan pun kurus kering, dengan mata belok, dan penyakit paranoid yang kuderita tak kunjung sembuh. Bahkan, pekerjaan pun aku tak punya.
Untuk menghindari maksiat, kami menikah di bawah tangan pada tahun 1999. Teman-temanku yang sekarang sudah meninggal karena over dosis, sempat menghadiri pernikahanku. Setelah itu, kami tinggal di rumah Umi. Sekitar 4 - 5 bulan setelah itu, kami menikah secara resmi di Semarang.
Namun, menikah rupanya tak cukup menghentikan kebandelanku. Istriku pun merasakan getahnya. Aku pernah memakai narkoba di depannya, dan menggunakan uangnya untuk membeli barang haram tersebut.
Kesulitan lain, aku dan Pipik sama-sama menganggur. Pernah kami mencoba berdagang kue. Malam hari kami menggoreng kacang, esok paginya bikin kue isi kacang dan susu. Lalu kami titipkan ke toko kue.
Tapi mungkin rezeki kami bukan di situ. Kue yang kami buat hanya laku beberapa buah. Dalam sehari kami hanya membawa pulang Rp 200 - 300. Akhirnya kami berhenti berjualan kue. Kehidupan kami selanjutnya kami jalani dengan penuh perjuangan sekaligus kesabaran.
MAKAN SEPIRING BERDUA
(Kesetiaan Pipik begitu luar biasa. Simak penuturannya berikut ini. Perasaan sayang yang sangat kuat membuatku mantap menikah dengannya. Aku tak peduli lagi meski dia pecandu, bahkan pernah mengalami over dosis dan hampir gila karena paranoidnya. Aku banyak mengalami hal-hal luar biasa dengannya. Kalau tidak sabar, mungkin aku sudah tidak bersamanya lagi.
Awal menikah, kami tinggal di rumah Umi. Meski hidup seadanya, beliaulah yang membiayai hidup kami. Aku dan Jeffry tak jarang makan sepiring berdua, karena memang benar-benar tak ada yang bisa dimakan. Berat rasanya jadi istri dari suami penganggur, apalagi setelah menikah aku tidak lagi bekerja.
Tapi aku yakin, Allah tidak mungkin memberikan cobaan pada umat-Nya melebihi kemampuannya. Aku yakin, pasti ada sesuatu yang akan diberikan Allah padaku. Beruntung, Umi sangat sayang padaku.
Aku sendiri tak jera memberi masukan padanya untuk mengubah hidup. Kami sama-sama saling belajar menerima kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Pelan-pelan, hidupnya mulai berubah menjadi lebih baik, terutama setelah aku hamil. Mungkin dia sendiri sudah capek dengan kehidupannya yang seperti itu.)
HIDUP DI JALAN ALLAH
Pelan-pelan, aku kembali dekat pada agama. Perubahan besar terjadi dalam hidupku pada tahun 2000. Kala itu, Fathul Hayat, kakak keduaku yang setengah tahun silam meninggal karena kanker otak, memintaku menggantikannya memberi khotbah Jumat di Mangga Dua. Pada waktu bersamaan, dia diminta menjadi imam besar di Singapura.
Fathul memang seorang pendakwah. Selama dia di Singapura, semua jadwal ceramahnya diberikan padaku. Pertama kali ceramah, aku mendapat honor Rp 35 ribu. Uang dalam amplop itu kuserahkan pada Pipik. Kukatakan padanya, ini uang halal pertama yang bisa kuberikan padanya. Kami berpelukan sambil bertangisan.
Selanjutnya, kakakku memintaku untuk mulai menjadi ustaz. Inilah jalan hidup yang kemudian kupilih. Betapa indah hidup di jalan Allah. Aku mulai berceramah dan diundang ke acara seminar narkoba di berbagai tempat. Namun, perjuanganku tak semudah membalik telapak tangan. Tak semua orang mau mendengarkan ceramahku karena aku mantan pemakai narkoba. Tapi aku mencoba sabar.
Alhamdulillah, makin lama ceramahku makin bisa diterima banyak orang. Bahkan sekarang, aku banyak diundang untuk ceramah di mana-mana, termasuk di luar kota dan stasiun teve. Aku bersyukur bisa diterima semua kalangan. Aku pun ingin berdakwah untuk siapa saja. Aku ingin punya majelis taklim yang jemaahnya waria. Mereka, kan, juga punya hak untuk mendapatkan dakwah.
Kebahagiaan kami bertambah ketika tahun 2000 itu, lahir anak pertama kami, Adiba Kanza Az-Zahra. Dua tahun kemudian, anak kedua Mohammad Abidzan Algifari juga hadir di tengah kami. Mereka, juga istriku, adalah inspirasi dan kekuatan dakwahku. Kehidupan kami makin lengkap rasanya.
Sampai sekarang, aku masih terus berproses berusaha menjadi orang yang lebih baik. Semoga, kisahku ini bisa jadi bahan pertimbangan yang baik untuk menjalani hidup. Pesanku, cintailah Tuhan dan orangtuamu, serta pilihlah teman yang baik. (TAMAT)
Sumber : Tabloid Nova - EDISI NO. 919-920-921/XVIII/2005
Re-Post : Milis Kisah Islam
_______
UPDATE :
ALAMAT DAN KONTAK USTAD JEFFRY ADA DI POSTING BARU DESEMBER 2007 ATAU KLIK DI SINI















Bagaimana bisa menghubungi Ustaz Jefri Al Bukhari. Tolong di beri email atau alamatnya. Terima Kasih
Comment by Mohd Zulkifli — Tuesday, 17 January 2006 @ 8:47 am
Gue punya no hpnya ustaz yg kece jefri buchori, kalau mau sms gue di 085220667831. tapi tiap sms gak pernah di balas ama ustad jefri, yaa mungkin sibuk bangetz. eh kalo ada yg tau rumahnya ksih tau donkz. gue pengen foto bersama, mau buktiin juga cakepan mana ama gue
Comment by Rizal afifudin — Saturday, 21 January 2006 @ 7:23 am
Subhanallah begitu penyayangnya engkau sehingga seorang jefri al buchori bisa engkau kembalikan pada jalan yg benar. kalo gitu mah aku juga mau. Siapa yg nggak pengen seperti jefri al buchori(jadi ustad) yang keren &cakep juga di kerubunin remaja wanita. wooww pengen banget tuh. mudah2han allah lihat aku tulis ini. amin ya rabbal alamin.
Comment by Rizal afifudin — Saturday, 28 January 2006 @ 8:54 am
ass..ust jeffry bikin pesantren ga?or suka ngumpul utk tausyiah ga?aku mau join dong.
Comment by accy — Thursday, 2 February 2006 @ 6:35 am
ingin kenal sama uztaz yg saya hormati
Comment by fuziah hashim — Saturday, 11 March 2006 @ 8:24 am
Ustadz Jefri yg ramah, gaul, oke, ganteng, cakep, matching, manis. Semuanya dech. aku penggemar berat ustadz. Nggak bisa dikatakan dengan kata2 aku fans berat ustadz jefri. Aku dari Jogja pengen banget punya buku karangan ustadz yang ada apa dengan wanita, so aku dah punya 2 buku sekuntum mawar untuk remaja N Kiat menjadi Dai muda. Tolong hubungi aku yaaaaaaaaaaaa, suatu kebahagiaan yang terbesar dalam hidupku kalau bisa ngobrol sama ustadz. Contact to: 081931772838. Thanks Banget, Alhamdulillah banget kalau ustadz Jefri langsung baca tulisanku. Bye bye
Comment by Novi Rosalia — Wednesday, 15 March 2006 @ 2:15 am
Alhamdulillah skrg gue benci bgt yg namanya ustad jefri al buchori.
tau gak tiap dia bls smsku bahasa tulisannya gak enak bgt dibaca. Trus tiap gw nanya yg serius malah gak dijawab. Gw minta penjelasan ke ustad kenapa begitu, akhirnya dia menyadari kesalahannya, dia meneleponku n ngejelasin dia tuh sibuk.
sms 08562167838
Comment by Rizal tel afifudin — Friday, 24 March 2006 @ 3:28 pm
minta nomor hp dan E-mail ustadz Jefri
Comment by Defizon — Wednesday, 12 April 2006 @ 2:40 am
Ass. ane mau kenal ma Uje lebih dkt n ane mnt biodatanya
Comment by taslim — Saturday, 27 May 2006 @ 7:30 am
subhanallah…
alhamdulillahh..
allahuakbar…
Comment by baGus — Monday, 30 October 2006 @ 2:15 pm
mau dnk no hp n emailnya uje…
waduw, ana juga blom tahu je, ehehe …
Comment by yuNi — Saturday, 3 February 2007 @ 12:06 pm
assalamu’alaikum, ustad jefry aq mungkin orang yang kesekian yang menjadi pengagummu, aq ingin ustad tetap setia pada satu wanita dan tak berpindah kelain hati seperti yang lain, dan aq boleh minta e-mailnya
wassalm
ehm … emailnya? ndak apal je, nanti ya …
Comment by dewi — Tuesday, 13 March 2007 @ 11:01 am
wadduhh…gimana bisa caranya merubah kehidupan kearah yang lebih baik lagi????? mau donk minta emailnya…….plz. Urgent nih
Comment by prima arriani — Sunday, 6 May 2007 @ 5:28 pm
Ass. Nama saya dian di semarang. Saya mo minta no hp, alamat rumah, alamat email ato web pribadinya UJE donk. Coz rencananya kami(anak2 pramuka UNNES) mo ngadain manajemen ESQ. Kira2 UJE mau g ya..?? Kami berharap banyak UJE mau n bisa menyempatkan diri untuk mengisi acara ini,,dimana sekaligus membuka dies faluktas ekonomi..Meski orang awam berpikir,klo pramuka bisanya cuma tepuk2,simaphore&morse, kami pingin sesuatu yang baru,,yang bisa mengajak temen2 kita lebih memahami Islam, lebih mengenal ALLAH, mengenal diri& lingkungannya, serta memanajemen hati untuk selalu berada di jalan ALLAH dan berbuat arif kpd sesama. Pliz…tolong bantu kami ya…Kami mohon balasan secepatnya. Sebelumnya kami ucapkan terimakasih
Comment by dian — Tuesday, 8 May 2007 @ 4:21 pm
assalamualaikum wr.wb kami ingin mengundang uje ke prodi adm bisnis univ muhammadiyah sukabumi tapi bagaimana caranya, mohon informasi dan alamat lengkap?
Comment by acep samsudin — Tuesday, 5 June 2007 @ 4:55 pm
bisa saya tau email atau bagaimana saya dapat hubungi ustaz jeffry al bukhari.Saya dari singapura dan kerana menonton setiap ceramah nya di sctv dan rcti,membuat saya menangis dan berubah kehidupan saya sedikit demi sedikit.terimakasih!jika ustaz jeffry membaca tolong jawab email saya dan saya amat berbesar hati..salam buat keluarganya di sana..
Comment by suzana — Monday, 11 June 2007 @ 10:37 pm
Bagaimana caranya biar saya bisa curhat dengan Ustad Jefry lewat internet?Bagi alamat Emailnya donk!!!!
Comment by Marlina Halimah — Friday, 27 July 2007 @ 10:47 am
bWat yg peNgen mengHubungi ust jefry al buchory bisa lgsg hubungi…………
uje centre Komplek Perkantoran Duta Mas Fatmawati Blok B2 No.12
Jl. RS. Fatmawati, Cipete - Jakarta Selatan 12150
Telp: 021-7279 0136/6816, 021-720 4938- Fax: 021- 723 0942
untuk sdr reza tel afifudin,dgn sgt memohon kami team uje merasa ada keganjilan pada sdr,krn no hp yg anda maksud no hp uje bukan lah no uje,,mgkn ada kesalahan pada nomor…terima kasih…
Comment by zalkey — Friday, 27 July 2007 @ 2:17 pm
ass.wr.wb.
uje, apa paranoid uje udah hilang? udah lebih 1/2 tahun ini saya ngerasa paranoid setelah kehilangan ayah yg wafat hampir 2 thn lalu. saya hingga sekarang masih ngerasa sedih karena kehilangan, dan parahnya saya jadi takut ngerasa kehilangan orang2 terdekat lagi, mohon uje beri saran. alhamdulillah setelah ayah wafat saya belajar mengenal 4JJ I, dan alhamdulillah sekarang sholat tak pernah saya tinggalkan, tapi rasa takut itu tetep ada.
terima kasih
ass.wr.wb
Comment by restu — Thursday, 2 August 2007 @ 10:52 am
race_to@yahoo.com
Comment by restu — Thursday, 2 August 2007 @ 10:55 am
asssss…gm nihhh bsk ramadan rencana teknik mo datengin ustad tp ussstadd sapa ya yg ga sibukkkk?????/
Comment by radiiii uns civ 05 — Sunday, 19 August 2007 @ 10:58 am
akkkkk radi uns teknik Bemft. gm ustad sapa ya ????utk tablick akbar yg ga sibuk???/cp ku 085642047043. www.Radiimandamalik@dada.net
Comment by radiiii uns civ 05 — Sunday, 19 August 2007 @ 11:01 am
Asslm…
gimana caranya bisa sharing dengan Ust. Jeffry lewat internet?Kasih tau donk. Coz saat ini aq lg dalam kegundahan untuk menentukan langkah hidup. Tolong blz di emailq aj y..
aq berharap banget..sungguh2 berharap bisa sharing langsung.Aq bener2 butuh masukan dari beliau. Aq ngefans banget lg…liat aj di emailku aj namanya kn?
Thanks…
Wasslm…
Comment by seviria ocvita — Thursday, 6 September 2007 @ 3:18 pm
askum bisa kasih info web ustadz jefri?dan pa kita bisa sear ttg problema kita so agk privacy?cos keberadaan sy tdk d indo
Comment by dede — Friday, 7 September 2007 @ 12:54 am
Saya salut sama perubahan sikap di diri Ustad Jefri Al Buchori.Subhanallah…
Comment by HARMOKO — Sunday, 9 September 2007 @ 1:00 pm
ustaz bisa tau alamat info web nya.atau boleh nomer hpnya UJ.
manusia itu tiada daya dan upaya hanya upaya allah…….
tolong di terusin soalnya aku belum ada jawaban dari dari ustaz jefri
Comment by Nur — Saturday, 15 September 2007 @ 12:56 pm
UJ tolong di e-mail secepatnya soalnya ……export@nistrans.com
Comment by Nur — Saturday, 15 September 2007 @ 1:01 pm
ustaz aq ingin sekali tau no.hp&alamat rumah donk.bagi yang udah tau tolong kasih tau aq ya thanks,sms ke no. 085865072446
Comment by aree handayani — Sunday, 16 September 2007 @ 8:19 pm
ustadz blh tau emailnya dunk
thanks,
Comment by imel — Monday, 17 September 2007 @ 11:42 am
Ass..UJ,,,
perkenalkan nama saya anyta,,saya masi skolah,sekarang kelas 3 SMA,di SMA ANGKASA2,HALIM.
Kebetulan saya beragama Kristen.Tetapi saya mempunyai rasa ketertarikan untuk belajar agama ISLAM.Dan saya ingin searing dengan UJ…
Saya ingin sekali masuk ISLAM..
tolong bantu saya,UJ..
apakah saya boleh minta alamat rumah UJ?????Agar saya bisa searing langsung dengan anda..
Thanks ya UJ..Besar harapan saya,UJ dapat membantu saya dan membalas E-mail saya ini secepatnya..(anyta_tiarma@yahoo.co.id)
WASLLAM UJ.
Comment by anyta tiarma — Thursday, 20 September 2007 @ 1:05 pm
ustad saya dari remaja masjid al-ikhlas cempaka baru jakarta pusat, insya allah kami akan menyelenggarakan tablik akbar dan kami mau mengundang UJ, apakah UJ bersedia? dan gimana kami bisa menghubungi UJ.
Wasalam.
Comment by chandra — Tuesday, 2 October 2007 @ 9:41 am
ass. no hp.nya ustadz jeffri berapa ya?
Comment by yuli susanto — Tuesday, 2 October 2007 @ 5:12 pm
Ass… Gw mhsw.gw mnt email, no Hp ato alamtnya UJ donk…. coz rncnanya gw pgn ngadain acara religi di kamps and pengennya UJ yg mmbrkn twsyhnya.. Tlg y… Thanx
Comment by 2viex — Wednesday, 3 October 2007 @ 1:31 pm
ass,uje saya salah satu mahasiswi dari universitas yg ada di medan,rencananya bulan februari kami mo mengadakan acara di kampus kami, kami kepingin uje yang memberikan twsyhnya, bagaimana caranya bisa menghubungi ujek?
tolong pesan ini di jawaban ya……..
saya menunggu balasan dari ujek:)
wss.
Comment by nisha — Wednesday, 10 October 2007 @ 12:14 pm
Assalammu’alaikum Ustad Jefri
boleh minta tolong nggak bantu Syafle u recording donk mo bikin album ne biz kesulitan d daerah ne…
kita pernah kolaborasi Nasyid d acara Persemian Pabrik Kelapa sawit PT.Campang Tiga d OKU Timur,Sumatera Selatan poenya Bapak Muralis.Bantu Syafle Yach…Please Contact donk d 0711-7373053-081367784415 ato bisa liat d Friendster syafle_voice@yahoo.com
Syukron yach ustad…salam juga u Ust.Achmad Al Habsyi
Comment by Team Nasyid Syafle Voice — Thursday, 1 November 2007 @ 2:55 pm
Assalammu’alaikum Ustad Jefri
boleh minta tolong nggak bantu Syafle u recording donk mo bikin album ne biz kesulitan d daerah ne…
kita pernah kolaborasi Nasyid d acara Persemian Pabrik Kelapa sawit PT.Campang Tiga d OKU Timur,Sumatera Selatan poenya Bapak Muralis.Bantu Syafle Yach…Please Contact donk d 0711-7373053-081367784415 ato bisa liat d Friendster syafle_voice@yahoo.com
Syukron yach ustad…salam juga u Ust.Achmad Al Habsyi
Comment by Team Nasyid Syafle Voice — Thursday, 1 November 2007 @ 2:56 pm
Ass……. Sy mhs Kes.Masy di Padang…dan kebetulan saya menjadi calaon ketua BEM di kamps saya… Nah, rencananya, waktu saya terpilih, saya ingin ngadain acara relegi di kampus…n pengennya UJE yg mberikan tawsyahnya…. tolong berikan almat ato email ato apa yang bisa buat ngehub. UJe… Thanx…. Wass…
Comment by taufik — Thursday, 8 November 2007 @ 12:34 pm
Assalamualikum Wr Wb….saya seorang karyawan di sebuah Eo lokal palembang yang ingin mengundang Ust. jefry al-bukhori dalam sebuah acara lounching Pilkada sumsel … tolong dong klo blh tau cont persony.. atau email uje…. agar uje dapat membantu kelancaran dalam acara acara tsb… atas niat baiknya saya ucapkan banyak2 terima kasih… waalaikumsalam Wr Wb
Comment by Jerry UN — Sunday, 9 December 2007 @ 7:46 pm
ass wr,wb
aq penggemar beratnya uje, tapi aku bingug mau berkomunikasi ama uje harus di kiram ke mana, jadi aq mohon dangan sangat ama uje plissssssssss… aku minta email n no hp uje, klo ga uje sms aj k 089982078614. aq tunggu.. sampai uje balas. kan kata uje kta ga blh smbong.
wa’alaikumsalam wrwb
kontaknya ada di posting baru bulan desember ukh, coba buka lagi dari depan
Comment by mulya artati — Tuesday, 8 January 2008 @ 3:13 pm
luuff u ust jefri………..
Comment by shesqha — Saturday, 19 January 2008 @ 5:56 pm
Assalamualaikum warrahmatullah wabbarakatuh UJ
Nama_q lengkapku Nia anggun susanti, Saya dari purwokerto. saya seorang pelajar SMK… Saya ingin sekali mempunyai teman yang selalu bisa menjadi pelipur hati, memberi pencerahan hati, UJ Bolehkah saya meminta no hp Nya, ne FS anggun www.njune_multimedia@yahoo.co.id, dan ne no hp anggun 085647994111, jazzakumullah khairan katsir
wassalamu’alaikum warrahmatullah wabbarakatuh
Comment by NIA ANGGUN SUSANTI — Tuesday, 26 February 2008 @ 11:25 am
assalammualaikum WR.WB UJE NOMER HP UJE GA AD DI HALAMAN DEPAN, SAYA MINTA UJE SMS AJA K NOMOR SAYA Y UJE PLISSSSS……. NI NOMER SAYA 08992078614/ saya tunggn sapai ada balasan dari uje.saya akan slalu menunggn… sampai k akhirat!!!!….
Comment by MULYA ARTATI — Friday, 21 March 2008 @ 1:55 pm
Ass. Uje, ane boleh minta nomor hpnya gak?
kalo boleh tolong kirim atau telpon ke nomor ini ya je…. soalnya ane ada perlu ama uje. O2194085732. Syukron Je…..
Comment by Ramadhan — Sunday, 30 March 2008 @ 9:31 pm
Assalamualikum wr.wb…
fren,brur,sobat,teman2 yang saya hormati…smoga smua dalam lindungan Allah SWT…Stelah membaca comment dari teman2 tentang uje,saya atas persetujuan uje ingin mambantu menjembatani hubungan langsung antara teman2 dgn uje online insya allah 24 jam..teman2 bisa curhat,searing,atau yang ingin mengundang uje insya allah dapat jawaban..tman2 bisa langsung ke alamat e-mail saya di ali_limau@yahoo.com..saya Ali LIMAU API 1 TPI alias “kata Ustad sanusi”,alhamdulillah sudah 2 tahun ini slalu mendampingi uje dalam berdakwah baik didalam maupun diluar kota hingga manca negara.atau bagi teman2 yang mau menghubungi langsung managemen uje dapat mengunjungi web uje di www.UJECENTRE.COM.Terimakasih atas segala doa dan perhatian dari teman2..Haadzaa min Fadhli Robbi wassalamualaikum wr.wb.gw_uje/ali limau
Wa’alaikumsalam wr wb …
Syukron walhamdulillah akhi ali, jikalau benar info di atas, semoga kita dapat saling kontak dan sillaturahmi terus, berbagi ilmu di Jalan Illahi. Dan semoga informasi di atas dapat bermanfaat bagi semua kalangan, untuk kita semua. Mari, kita tebarkan kebaikan …
Comment by ali limau — Thursday, 10 April 2008 @ 12:53 am
Assalamualaikum wr.wb..
untuk no kontak dapat menghubungi 081222884999,ali limau..Syukron..Wassalam Wr.wb
Comment by ali limau — Thursday, 10 April 2008 @ 12:59 am
gw pengen ketemu ma ustadz’e langsung nich
Comment by lie — Friday, 2 May 2008 @ 2:06 pm
hi ustadz aku santri darqo nich
Comment by lie — Friday, 2 May 2008 @ 2:13 pm
ass. ust ne rio pnggemar ust…yang wktu itu ktemu di tebing kerinting pas ust ceramah dsna t4 nya d O.I,,
blh tnya ga??fs ust ada ga???ni fs rio riolingga.uje@yahoo.co.id tlg ust add ya… sy kagum sama ust,,tlng ya di add ,,,sukron qoblahu wa ba”dahu……
Comment by rio — Tuesday, 3 June 2008 @ 7:42 pm
assalamualaikum, ikut bergabung ya teman-teman yang juga sahabat uje. nama saya egra dari jambi.gimana ya bisa dapet teman2 curhat yg baik? klo uje pasti sibuk.
wasalam
Comment by egra — Thursday, 12 June 2008 @ 4:13 pm
ada ga alamat email uje langsung ato forum yg lebih pribadi lagi? biar curhat lebih legah…..
maklum belakangan saya butuh sosok tauladan yg baik seperti orang tua….
Comment by egra — Thursday, 12 June 2008 @ 4:16 pm
aku pengen chat ma ustaz jef nich emailnya dong
Comment by zain — Monday, 14 July 2008 @ 6:20 pm
Ustadz, kapan dakwah ke Hong kong lg….
Comment by davien Aulia — Thursday, 24 July 2008 @ 2:17 am
Aslmwrb…
Wah sebuah perjalan hidup yg menantang….
Comment by melqi — Thursday, 31 July 2008 @ 4:39 pm
i just want to say hi to every body .
Comment by CHUKS — Sunday, 3 August 2008 @ 1:00 am
Pak Ustadz sy iqbal Dari Serang Banten,sy punya masalah dengan Keluarga(Istri saya)tolong minta nasehatnya..
Comment by IQBAL FIKRI — Thursday, 11 September 2008 @ 9:32 pm
tolong berikan saya jawaban dan jalan keluar dari karakter sesorang yang cepat stres gara2 pelajran
Comment by mitra pramadinata — Sunday, 28 September 2008 @ 3:03 pm
tolong berikan saya jawaban dan jalan keluar dari karakter sesorang yang cepat stres gara2 pelajaran programan komputer yang belum pernah say melihat
Comment by mitra pramadinata — Sunday, 28 September 2008 @ 3:11 pm
astazd kirimin koleksi lagu2 nasyidnya ke email nsholeh dong
Comment by soleh — Thursday, 16 October 2008 @ 10:46 am
assalamu’alaikum wr wb
ustad…saya salahsatu pelajar pondok pesantren,sya mau curhat ma ustadz..
dengan tidak mengurangi rasa hormat,saya mo e-email ustadz.!
terima kasih sebelumnya..
salam
Abdul hamied
Comment by dudung abdul hamid — Monday, 20 October 2008 @ 2:42 pm
ass,wr.wb,
sy mau ngadain syukuran, tp ingin sekali ngundang ustadz jefri, gimana caranya ? dan kemana mesti menghubungin. tanggal hajatannya 17-18 desember 2008, terimakasih…
Comment by mukhlisin — Saturday, 29 November 2008 @ 7:53 am
Ass.wr.wb.
Ustadz juga manusia. Pada acara “Bukan Empat mata” ustadz Jeffri hadir & hanya menonton sj adegan ciuman+pelukan Tukul dan bintang tamu cewek tanpa mengkritik sedikitpun. Bgmn menurut pendapat ustadz-ustadz lainnya? Benarkah cara dakwah spt itu?
Wass.wr.wb.
Comment by basawi — Tuesday, 9 December 2008 @ 1:52 pm
Ass.Wr.Wb
Ustad saya minta do’a atau amalan(dzikir)yang bisa saya lakukan untuk membuat orangtua saya setuju dengan hubungan saya sama calon saya.
Wass.Wr.Wb
Comment by vivi — Monday, 15 December 2008 @ 1:30 pm
ass.smuanya.semoga allah melimpahkan rahmatnya buat qt smua.mau dong no hpnya uje trus klo da email boleh jg tuh????sms ya ke no saya 021-99033655
buat team uje.please banget……
Comment by atmaja — Monday, 26 January 2009 @ 11:52 am
Ustad saya minta dzikir utk dikuatkan iman dan tidak tergoda lagi berbuat maksiat.Number saya +84985885553.Saya di Hanoi.Nuhun..
Comment by Hani — Monday, 9 March 2009 @ 1:00 am
Subhanallah…Sungguh menYentuh,shg tanpa disadari buliran bening ne pun mengalir,,sungguh beruntung seorang UJ yang berIstrikan seOrang Bidadari Dunia..Salam Ukhwah..
Comment by hilma — Monday, 6 April 2009 @ 10:46 am
alhamdulillah kisah yang ada jabarkan sungguh menyentuh ??/ aku hanya ingin bertaubat??
Comment by Lutfie — Tuesday, 2 June 2009 @ 10:54 am
ya ALLAH sadarkanlah Aku seperti engkau menyadarkan seorang da’i yang sangat saya sayangi
Comment by edo — Saturday, 29 August 2009 @ 11:13 pm
assalamualaikum
ane mw minta jadwal tausiah uje dng…kirim blsnya ke email ane aja
jakarta_bersholawat@yahoo.com
Comment by amy — Monday, 31 August 2009 @ 4:32 pm
assalamualaikum,
saya penggemar ustd uje, salud dgn suara & profil sosok seorang “bijak” yg kembali kejalan kebenaran sekaligus sosok artis dunia entertain.
Comment by husnulbadri — Monday, 26 October 2009 @ 7:05 pm