Kisah Azlina, Saat Dua Jam Mati Suri di MMC Melaka
Akui Lihat Alam Barzah, Bisa Hafal 30 Juz Alquran
Sudah dua pekan belakangan ini masyarakat Bengkalis dihebohkan dengan meninggalnya seorang gadis bernama Azlina (25) saat berobat di Mahkota Medical Center, Melaka, namun setelah dua jam tak bernafas ia akhirnya hidup kembali. Apa saja kisah yang dialami Azlina saat ia mati suri? Laporan evi suryati, Bengkalis evisuryati@riaupos.com
Cerita mati surinya warga Desa Pematang Duku, Kecamatan Bengkalis benar-benar menjadi pembicaraan hangat, bahkan berita ini sampai ke Pakning dan kecamatan lainnya. Berbagai versi kematian pegawai honor Disperindag Pemkab Bengkalis inipun muncul. Bahkan masyarakatpun berbondong-bondong mendatangai kediamannya. Tak hanya warga, pejabatpun tak luput ingin tahu cerita pasti. Bahkan kemarin Ny Fauziah Syamsurizal datang ke rumah Azlina yang akrab di panggil Iin itu.
Rabu (13/9) Sri Junjungan Televisi (SJTV) milik Pemkab Bengkalis menayangkan siaran langsung wawancara dengan Iin, ada keanehan yang terjadi. Saat itulah kepercayaan Riau Pos dan rekan-rekan media lainnya timbul akan kebenarannya cerita mati suri ini.
Keanehan yang dimaksud adalah, ketika siaran langsung yang juga disaksikan oleh masyarakat lewat layar monitor yang dipasang SJTV itu usai. Para kru kemudian mematikan semua LCD yang ada. Namun anehnya LCD tersebut tak mau mati, justru muncul di layar monitor sesosok tubuh berpostur besar seperti laki-laki. Kendati gambar yang muncul sedikit samar, namun jelas terlihat sosok itu berambut panjang dan bertanduk. Namun wajahnya tak kelihatan. Para wartawan yang hadir di ruang itu pada ketakutan. Namun sempat mengambil foto sosok itu. Kru SJTV ada yang menggigil dan menangis.
Foto itu diperlihatkan kepada Iin, yang waktu itu masih berada di areal SJTV. Ia mengatakan jika sosok itu adalah jin dan ia meminta agar foto yang diambil tersebut untuk dihapus saja. Namun Riau Pos yang turut sempat mengabadikan gambar itu, ketika satu jam berikutnya hendak melihat lagi, ternyata foto itu terhapus sendiri.
Meninggal Dua Jam
Azlina adalah seorang anak yatim dari keluarga kurang mampu. 3 tahun belakangan ia menderit penyakit kelenjar hiperteroid (gondok). Kendati penyakit yang dideritanya sudah akut, Azlina hanya bisa pasrah, karena ketidakadaaan biaya berobat. Namun pada Kamis, 24 Agusutus 2006 lalu, atas kesepakatan sanak keluarga, Azlina dibawa berobat ke Mahkota Medical Centre (MMC) Melaka.
Esoknya Jumat (25/8) pagi, dokter MMC memeriksa Azlina. Satu-satunya jalan untuk penyembuhan adalah dengan jalan operasi. Namun dokter mengatakan pula jika operasi baru dilakukan 3 bulan mendatang, mengingat tekanan darahnya cukup tinggi.
Usai diperiksa, rupanya kondisi Azlina makin menurun. Sektar pukul 02.00 waktu setempat, alat detak jantung yang ada di layar monitor sudah menunjukkan garis lurus, yang berarti jantungnya sudah tak berdetak lagi. Paman Azlina, Rustam Effendi yang turut mendampinginya sudah pasrah, jika ponakan sudah meninggal. Namun saat ia menanyakan pada dokter apakah Azlina benar-benar sudah meninggal, dokter hanya diam. Namun terus saja melakukan berbagai upaya termasuk memasang alat pacu jantung.
Kendati sudah tak bernafas, dokter tetap belum mau memberikan pernyataan Azlina meninggal. Dan selama 2 jam terus-menerus melakukan pacu jantung. Ajaib, tiba-tiba jantung Azlina berdetak, kendati lemah. Dokterpun buru-buru membawanya ke ruang ICCU. Selama 2 hari ia di ruang ICCU dalam keadaan koma.
Setelah mendapat perawatan yang intensif, kondisi Azlina berangsur-angsur pulih. Dan karena belum bisa dioperasi, keluarganya pun membawanya pulang ke Bengkalis.
Jumpa Alam Barzah
Riau Pos memang tak tahu persis, apakah kondisi seperti itu bisa dikatakan dengan mati suri. Namun ada cerita di balik tak bernafasnya Azlina selama 2 jam dan koma selama dua hari itu. Jika disimak benar-benar cerita yang terkesan memang tidak dikarang-karang oleh Azlina itu, setidaknya menyadarkan kita akan alam lain yang bakal kita jalani kelak.
Menurut Azlina, ia sangat merasakan saat nyawanya dicabut dari kaki kanan, sakitnya seperti badan dikuliti. Ketika arwahnya sudah berada di alam lain, ia melihat jasadnya dan pamannya serta dokter di ruang Rumah Sakit. Tak lama setelah itu ia kemudian dibawa oleh dua malaikat. Kepada malaikat, Azlina minta ingin bertemu dengan ayahnya.
Atas permintaan Azlina itu, ia kemudian dipertemukan dengan seorang laki-laki muda berparas ganteng seusia 17 tahun. Kepadanya dikatakan kalau pria itu adalah ayahnya. ‘’Saya tak percaya karena waktu meninggal ayah saya berumur 54 tahun, tapi melaikat mengatakan jika itu adalah ayah saya,’’ cerita Azlina.
Pada pertemuan di alam gaib itu, ayahnya menyuruh Azlina untuk kembali lagi ke dunia, karena belum waktunya Azlina berada di alam barzah. Setelah bertemu ayahnya, cerita Azlina lagi, ia dibawa ke suatu tempat yang di situ ditemuinya wanita-wanit berjilbab dan jumpa seribu malaikat. Di tempat itu, ia didudukkan pada sebuah kursi yang sangat empuk yang kata Azlina keempukan kursi itu sebanding dengan 8 busa yang ada di dunia.
Saat duduk di kursi empuk itu, di sebelahnya ada seorang wanita yang wajahnya mirip wajah Azlina. ‘’Waktu saya tanya siapa dia, wanita itu mengatakan jika ia adalah amal jariyah saya. Bersama wanita dan 2 malaikat, saya terus dibawa melihat-melihat, dan kali ini saya dibawa ke suatu tempat penyiksaan. Di tempat itu, ada 10 orang laki-laki yang disiksa. Ada yang memakai pakaian compang-camping , badannya bernanah dan bau busuk, ada yang memikul besi seberat 100 ton dengan terbungkuk-bungkuk. Setelah tanya tanyakan kenapa ia laki-laki, rupanya ia suka membunuh dan dukun santet,’’ cerita Iin.
Terus lanjut Azlina, ada pula ustad yang dihantam dengan benda panas dan lahar panas, rupanya ustad itu sudah berzina dengan isteri orang. Ada pula yang ditusuk dengna pisau hingga tembus sebanyak 80 kali. Orang itu suka membunuh tapi tak pernah merasa bersalah.
‘’Bermacam-macam penyiksaan saya saksikan.Saya kemudian dibawa lagi membawa malam yang sangat gelap. Saking gelapnya saya tak kenal dengan malaikat yang membawa saya dan amal jariyah yang menemani saya. Ketika saya melangkah dua langkah saya dengar orang berzikir. Dan tiba-tiba saja dileher saya sudah tergantung sebentuk rantai yang setelah saya pegang ternyata tasbih sebanyak 99 butir. Ketika saya tanyakan kepada amal jariyah saya, dikatakan jika Allah menyuruh saya berzikir selama dalam perjalanan dengan tasbih itu,’’ tambahnya.
Di tempat gelap itu, kata Azlina ia melangkah lagi, pada langkah ke 7 ia melihat sebuah benda berbentuk tepak sirih yang dari celahnya memantulkan cahaya dan dibelakang benda itu ada tulisan Arab Qusnul Qotimah. Oleh Azlina cahaya itu kemudian diambilnya dan menyapukan ke wajahnya.
‘’Setelah 10 hari perjalanan, saya dengar suara azan yang suaranya sangat beda dengan azan yang biasa saya dengar, lembut sekali. Saya kemudian dibawa ke Masjid Nabawi dan melihat makam Nabi Muhammad. Di makam Nabi itu ada pintu kecil dan saya melihat seseorang memberi makan anak-anak fakir miskin. Tiba-tiba cahaya yang sebelumnya diambil dari benda berbentuk tepak sirih dan disapu ke muka saya, memantul dari tangan saya untuk kemudian menjadi cahaya yang besar,”sebutnya.
Dari cahaya itu lanjutnya, kemudian muncul sesosok manusia berwajah ganteng kulit kuning langsat, ”Matanya sayu pandangannya luas terbentang. Raut mukanya seperti orang Asia, tapi wajahnya tak kelihatan dengan jelas. Setelah saya Tanya sama amal jariyah saya, dijawab jika Qusnul Qotimah menerangi makam Nabi. Saya dikatakan mendapat hidayah dan safaat dari Allah,’’ urai Azlina lagi.
Dari tempat itu, sambung Azlina lagi, ia dibawa lagi ke suatu tempat, dimana ia melihat jutaan manusia menangis disiksa dan minta kiamat dipercepat. Meskipun antara ia berdiri dengan orang-orang yang disiksa itu hanya berjarak 5 meter, namun ia tak dapat menolong. Selama dalam perjalanan itu pula ia dapat menghafal Alquran sebanyak 30 juz dan Katam sebanyak 3 kali, membaca Yassin 1.000 kali dan membaca Shalawat untuk 1.000 nabi.
‘’Rasanya perjalanan yang saya lalui dari sepanjang Arab Saudi atau seperti dari Sabang ke Merauke,’’ ujar Azlina yang mengaku ketika ia belum sakit juga pernah melihat cahaya saat melakukan salat tahajud dan cahaya itu juga disapukannya ke mukanya seperti yang dilakukan ketika ia dibawa berjalan.
Banyak Perbedaan
Banyak perbedaan yang terjadi pada diri Azlina alias Iin setelah dan sebelum ia mati suri. Perbedaan tingkah laku itu sangat dirasakan, terutama bagi keluarga terdekat yang tahu persis akan keseharian Iin.
Seperti dikatakan pamannya Rustam Effensi SAg, sebelum ini sosok Iin adalah pribadi yang pendiam dan suka grogi jika berjumpa banyak orang. Soal ibadah, ia juga biasa-biasa saja. Hanya saja ia rajin salat tahajud dan membaca Alquran. Tapi bukan hafal Alquran.
Tapi setelah kejadian ini, seperti juga yang Riau Pos saksikan sendiri, ia bercerita penuh percaya diri. Ceritanya juga tak terkesan dibuat-buat. Bahkan selama beberapa jam siaran langsung di SJTV bicaranya sangat lancar berdakwah. Padahal sebelumnya, ia tak terlalu paham apa-apa yang diuraikannya kemarin itu. Ia berdakwah seperti lazimnya ustadzah.
‘’Selama ini ia bukanlah hafal Alquran. Tapi sekarang ia hafal Alquran. Percaya dirinya juga sangat tinggi, dan tidak malu-malu seperti sebelumnya. Kulitnya juga berbeda dari sebelumnya,’’ ungkap Rustam sembari mengatakan jika sebelumnya kulit Azlina sedikit gelap. Namun yang dilihat sekarang, putih bersih bercahaya.
Terlepas percaya atau tidak akan kejadian seperti yang diceritakan Azlina dan keluarganya itu, namun jika kita berhadapan langsung dengan Azlina, dan mendengar ceritnya, kita pun jadi merinding.(ade)
________________________
diambil dari Riau Pos Online - Kamis, 14 September 2006















Subhanallah! Insya Allah, saya mengimani hal-hal ghaib yang dialami Azlina. Dan terus terang, saya semakin menyadari bahwa banyak sekali amal yang harus saya benahi. Akhi Joko, barakallahu fikum atas cerita yang antum postingkan.
Subhanallahi walhamdulillah, semoga bisa diambil hikmahnya akh, sama2
Comment by Sheillo Elaswady — Friday, 22 December 2006 @ 6:34 pm
Salam Ais,
Ceritanya sangat menarik tapi aku sudah terbiasa cek dan ricek sebuah berita atau informasi sebelum mempercayainya. Aku coba cek sumbernya yaitu riau pos online, Sri Junjungan TV tapi gak ada tuh berita yang memuat tentang cerita ini. Aku coba goggle ‘Azlina’ tapi yang keluar cuma cerita yang sama di banyak website pribadi (salah satunya ini) maupun organisasi bukan surat kabar atau televisi.
Kita sebagai muslim punya kewajiban untuk menyelidiki segala sesuatunya sebelum menyebarkannya kepada orang lain.
Surah 49 ayat 6
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang orang jahat kepadamu dengan membawa berita, maka kamu harus menyelidikinya. Bila tidak kamu akan menimbulkan masalah bagi orang yang tidak mengetahuinya, dan setelahnya kamu akan menyesal terhadap perbuatan yang kamu lakukan.”
Bisa tolong kasi tahu di surat kabar mana cerita ini diterbitkan. Ada photonya? Kalau memang di interview di TV, pasti ada beritanya dan pasti bisa dibaca secara online. Bisa kasi tahu saya link nya?
Wassalam
Comment by ~tanty~ — Friday, 25 January 2008 @ 3:29 am
assalam,,klo temen2 ada yang gak percaya dengan apa yang ernah terjadi pada azlina,coba temen2 ke youtube.com disitu ada video ketika azlina diwawancarin ketika distudio,temen2 bisa download langsung dari web itu,gw dah downlaod dan gw dah liat juga,sebagai muslim gw sangat percaya dan percaya sekali apa yang terjadi pada azlina,cobalah memandang suatau kejadian jangan terlalu berlogika,kr ketika allah s.w.t berkehendak tidak ada yang mustahil bagi NYA,sepatunya kita yang beragama islam wajib mengimamin itu semua,wajib bagi kita tuk mengimamin yang ghaib karna memang itu ada,namun jagan coba2 kita tuk mencari dengan akal,kr kemampuan akal kita tidak akan pernah bisa mencari itu semua,kr yang ghaib hanya ALLAH S.W.T yang tau,jgn terlalu cepat kt mengeritik sauadara muslim kita,sudahkah berani kita mengatakan klo diri kita sudah beriman yang benar2 beriman?,sudah beranikah kita mengatakan yang A dan perlakuan kita pun A,?Mari kita renungkan kembali,semoga kia menjadi hamba ALLAH S.W.T yang selalu diberi petunjuk NYA,,aminnnnnnnnn
Comment by darmawan — Monday, 31 March 2008 @ 11:47 pm
assalam,,klo temen2 ada yang gak percaya dengan apa yang ernah terjadi pada azlina,coba temen2 ke youtube.com disitu ada video ketika azlina diwawancarin ketika distudio,temen2 bisa download langsung dari web itu,gw dah download dan gw dah liat juga,sebagai muslim gw sangat percaya dan percaya sekali apa yang terjadi pada azlina,cobalah memandang suatau kejadian jangan terlalu berlogika,kr ketika allah s.w.t berkehendak tidak ada yang mustahil bagi NYA,sepatutnya kita yang beragama islam wajib mengimamin itu semua,wajib bagi kita tuk mengimamin yang ghaib karna memang itu ada,namun jagan coba2 kita tuk mencari dengan akal,kr kemampuan akal kita tidak akan pernah bisa mencari itu semua,kr yang ghaib hanya ALLAH S.W.T yang tau,jgn terlalu cepat kt mengkritik sauadara muslim kita,sudahkah berani kita mengatakan klo diri kita sudah beriman yang benar2 beriman?,sudah beranikah kita mengatakan yang A dan perlakuan kita pun A,?Mari kita renungkan kembali,semoga kia menjadi hamba ALLAH S.W.T yang selalu diberi petunjuk NYA,,aminnnnnnnnn
Comment by darmawan — Monday, 31 March 2008 @ 11:53 pm
assalm, merinding euy baca artikelnya, saya juga percaya apa yang dibicarakan azlina, saya sering baca kisah seperti itu di buku Durratun Nasihin, cuma gak nyangka aja, ada cerita yang hampir mirip sama kisah2di buku itu, tadinya saya pikir buku itu berlebihan, tapi saya tetap percaya karena gak ada yang gak mungkin bagi Allah, Subhanallah…
Comment by nia — Saturday, 8 November 2008 @ 7:47 am
subhanallah……..
cerita’a bagus banget,buat ku merinding & mata ku berkaca-kaca setelah membaca’a.
ini mengingatkan ku agar tidak berbuat dosa.seandainya aku yang merasakan semua itu sendiri.seandai’a aku yang dkasih hidayah seperti itu.
ga bisa di ragukan lagi kebesaran Allah SWT.
Allah hu akbar
Comment by ayu — Thursday, 18 December 2008 @ 2:57 pm
Assalamualaikum Wr Wb
saya merasa sangat beruntung menemukan artikel ini. terus terang saat membaca artikel ini saya tidak sanggup menahan air mata saya…saya mersa merinding dan takut karena dosa2 yang telah saya lkukan. saya merasa takut jika nanti saya tidak bertemu dengan amal jariyah saya… ALLAH maha besar…semoga saya bisa menjadi orang yang beriman…amin.
Comment by yoga — Tuesday, 31 March 2009 @ 11:33 am
Subhanallah, kisah ini sebagaimana yang sudah kita semua dengar dari risalah Isra’ Mi’raj. Tentang kisahnya saya sepenuhnya yakini kebenarannya, tentang pengalaman spiritualnya tidak sepenuhnya saya yakini sebagaimana anggapan Azlina. Saya rasa sebagian dari pengalaman spiritual ini adalah sebagai rekaman pemahaman Islam Azlina sebelum mati suri tersebut. Hampir semua ummat Islam (terutama yang taat beribadah dan memperdalam ilmu agamanya) saya yakini memiliki pengetahuan dasar yang sama sebagaimana kisah yang disampaikan Azlina, kenapa saya berfikir bahwa ini semua juga merupakan bias pengalaman/pengetahuan pribadi Azlina karena cerita tentang tasbih yang dikalungkan saya percaya itu adalah produk budaya yang masuk ke ummat Islam setelah Rasulullah.. Rasulullah tidak pernah mencontohkan berzikir dengan tasbih, meskipun bukan berarti tasbih adalah bid’ah, namun inilah salah satu pengalaman/rekaman hidup azlina yang membaur dengan pengalaman spiritualnya.. Bisa jadi kisah lainnya juga merupakan akumulasi pengetahuannya sebelum mengalami kejadian mati suri ini.. Kondisi 2 jam yang dikatakan meninggal saya percaya sebagai mati suri, bukanlah ajal sebenarnya. Dokter yang merawat tidak menyatakan mati dan tetap measang pacu jantung bukan? Artinya secara medis si Dokter tidak melihat kondisi ini mati yang sebenarnya.
Tentang penampakan sosok bertanduk saat di stasiun TV seperti disampaikan di atas, yakin saya itu adalah jin.. bukan tidak mungkin pengalaman spiritualnya pun ada campur tangan makhluk Allah tersebut. Wallahu a’lam.. Iktibar bisa kita tarik dari segala kejadian di alam ini, namun jangan menutup mata dari kemungkinan terjadinya suatu kejadian terlihat sebagai bentuk Hidayah yang bisa jadi berisikan hal yang tidak diridhoi Allah..
Comment by Ariphrp — Tuesday, 7 April 2009 @ 9:59 am
Subhanallah, kisah ini sebagaimana yang sudah kita semua dengar dari risalah Isra’ Mi’raj. Tentang kisahnya saya sepenuhnya yakini kebenarannya, tentang pengalaman spiritualnya tidak sepenuhnya saya yakini sebagaimana anggapan Azlina. Saya rasa sebagian dari pengalaman spiritual ini adalah sebagai rekaman pemahaman Islam Azlina sebelum mati suri tersebut. Hampir semua ummat Islam (terutama yang taat beribadah dan memperdalam ilmu agamanya) saya yakini memiliki pengetahuan dasar yang sama sebagaimana kisah yang disampaikan Azlina, kenapa saya berfikir bahwa ini semua juga merupakan bias pengalaman/pengetahuan pribadi Azlina karena cerita tentang tasbih yang dikalungkan saya percaya itu adalah produk budaya yang masuk ke ummat Islam setelah Rasulullah.. Rasulullah tidak pernah mencontohkan berzikir dengan tasbih, meskipun bukan berarti tasbih adalah bid’ah, namun inilah salah satu pengalaman/rekaman hidup azlina yang membaur dengan pengalaman spiritualnya.. Bisa jadi kisah lainnya juga merupakan akumulasi pengetahuannya sebelum mengalami kejadian mati suri ini.. Kondisi 2 jam yang dikatakan meninggal saya percaya sebagai mati suri, bukanlah ajal sebenarnya. Dokter yang merawat tidak menyatakan mati dan tetap measang pacu jantung bukan? Artinya secara medis si Dokter tidak melihat kondisi ini mati yang sebenarnya.
Tentang penampakan sosok bertanduk saat di stasiun TV seperti disampaikan di atas, yakin saya itu adalah jin.. bukan tidak mungkin pengalaman spiritualnya pun ada campur tangan makhluk Allah tersebut. Wallahu a’lam.. Iktibar bisa kita tarik dari segala kejadian di alam ini, namun jangan menutup mata dari kemungkinan terjadinya suatu kejadian terlihat sebagai bentuk Hidayah yang bisa jadi berisikan hal yang tidak diridhoi Allah..
Comment by Ariphrp — Tuesday, 7 April 2009 @ 10:01 am
Allahuakbar!!
Comment by a.r Lah — Sunday, 13 September 2009 @ 10:23 pm
Subhanallah
Comment by Ida — Friday, 23 October 2009 @ 4:54 pm