Siang ini, ada satu niat yang ntah datang dari mana, ingin segera kulakukan. Belanja buku ke jogja, Toga Mas. Hehe, kayaknya sepele sih, tapi kalo sudah keinginan, tetap harus berangkat. Kebetulan jaga shift sore, maka kuambil kesempatan siang ini segera. Setelah mandi, berangkat ke jogja jam 11 siang. Sampe toko kurang lebih jam 45 menit kemudian. Langsung menuju rak buku bagian Agama. Dan segera mencari dan mencari. Gak ketemu-ketemu, trus ke komputer di samping rak, mencari daftar buku. Kebetulan emang dari rumah sudah nyiapin daftar buku yang mo dicari, daftarnya buanyak, tapi niatnya pengen beli satu dua buku aja. Terbitan Republika. Ketemu judulnya, tapi tidak ketemu rak nya dimana. Nyariii terus, hampir sejam lebih kemudian, baru ketemu buku-buku terbitan Republika. Liat-liat beberapa, nemu satu yang aku pikir, ini dululah buku yg tak pilih, kumpulan Hikmah Republika yang berjudul “Seratus Cerita Tentang Akhlak”. Liat harganya emang murah dari harga aslinya, ada diskon. Hehe, inilah yang paling ku suka di Toko Buku Toga Mas, yang memang terkenal sebagai Toko Buku Diskon Mahasiswa. Ehmm.. abis itu nyari buku yg lain, buku novel, islami tentunya. Lalu ke komputer lagi, nyari daftar buku novel yang terbitan Republika lagi. Kenapa terbitan ini yang kucari? karena beberapa hari sebelumnya memang book list yang kutemukan lewat pencarian di internet ya terbitan Republika ini. Dan akhirnyaa … nemu beberapa judul seperti Ayat-Ayat Cinta (A2C), Di Atas Sajadah Cinta, dan Pudarnya Pesona Cleopatra. Akhirnya kupilih yang terakhir, karena liat harganya paling murah, walopun emang paling tipis. Yaa niatnya emang mau berhemat sih, hehe.

Pada akhirnya 2 buku itu yang kubeli, Hikmah Republika dan P2C. Ke kasir, bayar. Sebelom pulang sempet sms-an dulu ma temen, apa mo bareng pulang apa gak, ternyata sudah bareng temen-temennya. Pulang …

Sampe rumah, sambil rebahan rehat, sholat. Abis itu langsung deh baca … pilihan pertama, novel. Liat jam, pukul 3. Hari ini jaga shift sore jam 4, baca sampe 3.45 lalu mandi. Jam 4 jaga, sambil nerusin baca. Hmm.. bener-bener novel yang manteb, perasaan seperti langsung masuk ke dalam cerita. Ga tau udah mo waktu buka (maghrib). Rehat sebentar, buka, lalu maghrib, abis itu maem, next .. baca lagi. Akhirnya satu novel selesai waktu isya’. Ya, saking penasaran sama ceritanya, selesai sudah baca P2C beberapa jam. Dan …

Ada sebuah hikmah dan ilmu yang sangat berharga yang kuambil dari membaca novel ini. Seperti, ada sebuah titik balik dimana kita harus bersikap lebih baik, semangat yang lebih baik dalam hidup ini dan sebuah semangat baru dari perjalanan hidup beserta tujuan yang lebih pasti. Sangat bagus, melalui novel ini saya bisa menemukan sebuah arti sisi-sisi hidup dan kehidupan. Aku dibuat terharu membaca isi dua novel mini dalam buku ini. Ada makna yang dalam …

***

Berikut Resensi dikutip langsung dari Penerbitnya, Republika Online :

p2cPudarnya Pesona Cleopatra
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
ISBN : 979-3604-00-x
Tebal : vii+111 hal
Ukuran : 20.5 x 13.5 cm
Harga : Rp. 21.000,00

Penulis Novel Best Seller “Ayat-ayat Cinta”
Novel Psikologi Islami Pembangun Jiwa

Subhanallah, mengikuti dua novel mini dalam buku ini hatiku serasa teraduk-aduk. Ada cekam keharuan yang mendalam. Ada rindu dendam cinta suci karena illahi. Ada senyum kebahagiaan sejati. Semua berkelebat, gerimis, aku dibuatnya. Ah, Raihana, andai kau Cleopatra….!, [Sirsaeba Alafsana,
Penulis buku “Kado Ulang Tahun Kekasihku”]

Tak terasa air mataku mengalir, dadaku sesak oleh rasa haru yang luar biasa. Tangisku meledak. Dalam isak tangisku semua kebaikan Raihana selama ini terbayang. Wajahnya yang teduh dan baby face, pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada putusnya, suaranya yang lembut, tangisnya mengalirkan perasaan haru dan cinta. Ya cinta itu datang dalam keharuanku. Dalam keharuan terasa ada hawa sejuk turun dari langit dan merasuk dalam jiwaku. Seketika itu, pesona kecantikan Cleopatra memudar……

Segera kukejar waktu untuk membagi cintaku oada Raihana. Membagi rinduku yang tiba-tiba memenuhi rongga dada. Air mataku berderai-derai. Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang diiringi derai air mata yang tiada henti menetes di jalanan. Aku tak peduli. Aku ingin segera sampai dan melupakan semua rasa cinta ini padanya. Padanya yang berhati mulia. Begitu sampai di halaman rumah mertua, nyaris tangisku meledak. Kutahan dengan mengambil nafas panjang dan mengusap air mata. Melihat kedatanganku ibu mertua serta merta memelukku dan menangis tersedu-sedu. Aku jadi heran dan ikut menangis.
” Mana Raihana, Bu ?”

Ibu mertua hanya menangis dan menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya yang terjadi.
” Istrimu, Raihana istrimu dan anakmu yang dikandungnya ! ”
” Ada apa dengan dia ! ”
” Dia…….