Misi CahAndong dan Pesona Ngobaran-Ngrenehan
Misi Utama CahAndong
Beberapa waktu yang lalu, temen-temen dari komunitas cahandong punya sebuah niat baik dalam rangka kegiatan merayakan hari Idul Adha [hari qurban] yaitu untuk ikut menyumbang qurban ke satu daerah, yang juga sekaligus untuk acara sosial. Maka terpilihlah satu tempat yang dulu adalah bekas tempat KKN-nya mas Adi [cahandong], yaitu di dusun Pucung, desa Planjan, Kecamatan Saptosari, Gunung Kidul [setelah tak inget2 ternyata daku sudah pernah ke tempat ini, maksudnya dusun ini, ke rumah temen SMA waktu acara “rasulan”].
Misi pertama cahandong untuk kegiatan ini adalah survei ke lokasi, dan terlaksana pada hari selasa lebih dari seminggu yang lalu, tanggal 5 desember 2006. Nah dikarenakan lokasi itu ada di Kab. Gunungkidul, maka jadilah saya niat banget buat ikut. Setelah kontak mas Zam tanya rencana, tanggal dan tempatnya, jadilah akhirnya saya ikut, yang ini adalah kali pertama saya ikut kumpul dan jalan-jalan bersama temen-temen cahandong, setelah beberapa lama yang lalu saya gabung ke komunitas ini.
Karena temen-temen cahandong dari jogja semua dan daku yang dari wonosari sendiri, maka kami ketemuan dulu di Gading, Playen, GK untuk selanjutnya berangkat ke lokasi. Semua ada 7 orang ; mas zam, mas adi, mas lawni, mba monik [dek ya tepatnya ^^], mas didiet, saya sendiri dan aang [adikku].
Selama perjalanan…
- sampai kata di atas tulisan ini sempet terhenti (kemudian saya save draft), karena satu hal, sebenernya postingan ini saya tulis kemarin sore, kemudian ada temen online, ngobrol bentar, dan kemudian semua konsentrasi saya jadi hilang, ngeblank.. yg sampai detik ini pun, perasaanku masih kurang enak -
Selama perjalanan… terlihat berbagai macam pemandangan alam, yang sangat mengesankan, dan betapa indah. Disitu kita bisa merenung, betapa kuasa Tuhan. Bukit terjal berbatu, namun di sana sini masih di buat petak-petak oleh petani untuk bercocok tanam. Hutan rakyat yang sepertinya pohon-pohonnya belum lama ditanami, tapi sudah terlihat menghijau di sana sini. Jalan-jalan yang berkelok. Ya.. walaupun saya sendiri orang gunungkidul, tapi melewati jalan-jalan seperti ini masih dapat dihitung dengan jari. Maklum, jarang dolan… (setelah di cahandong ini jadi sering kemana-mana, :p)
Sampai di dusun Pucung, masuk jalan desa, berbatu, terjal. Sial, ini ban motorku yang terlalu keras apa shocknya ya, setang kemudi geter banget. [Ternyata selain emang jalannya super terjal dan berkelok, ban motor juga kekerasan, manteb deh rasanya.] Selama perjalanan tadi juga melewati 2 buah danau kecil [biasanya disebut “sendang”] yang kering karena kemarau, dengan tanah yang merekah-rekah. Beberapa kilo masuk kampung, sampai deh di rumah tujuan. Sebuah rumah kampung campuran plester, sederhana, suasana desa.
Ngobrol sama tuan rumah, mas Adi sebagai pimpro (pimpinan proyek kah?, sekarang jadi korlapnya kegiatan ini) mengutarakan niat dan tujuan serta misi kita-kita ke sana. Dan setelah ngobrol panjang lebar intinya niat baik temen-temen diterima dan diamini. Dengan beberapa hal yang masih harus dibahas lagi.
Pantai Ngrenehan
Selesai misi utama, lanjut misi sampingan, apa tuh? kemana lagi kalau gak main ke pantai (Ngobaran dan Ngrenehan). Sempet2nya tersesat loh walopun dah hampir sampai tujuan, ternyata penunjuk jalan paling depan lupa arahnya, hehe. Kita udah tahu, tapi ngiranya yg di depan juga udah tahu, jadi ya diikutin, ternyata tersesat..
Tujuan pertama Ngrenehan. Pantainya berbentuk menjorok ke darat atau biasa disebut teluk. Terdapat perkampungan nelayan dengan segala aktivitasnya. Ketika sampai di sana terlihat para nelayan sedang istirahat dengan kapal-kapalnya yang sedang tertambat (parkir). Mungkin karena berupa perkampungan nelayan ini, begitu menjejakkan kaki di lokasi ini langsung tercium bau asin. Di bagian sebelah barat ada ibu-ibu nelayan yang sedang menjual ikannya, dengan kegiatan transaksinya dengan para pembeli. Selain menjual untuk dibawa pulang mereka juga melayani untuk dipesan dan dimasak untuk dinikmati langsung di kedainya.
Ombak di pantai Ngrenehan ini tergolong kecil, atau mungkin karena lagi surut, mungkin juga karena berbentuk teluk sehingga air tinggal sisa yang sudah terpecah di tebing-tebing tepi laut. Di sebelah timur ada semacam bukit kecil, terdapat goa (ntah goa apa bukan ya, bolong je), juga seperti beteng (bukan benteng kali). Terlihat ada jalan setapak menuju bukit itu, jalan berundak.
Di sebelah utara pantai, kawasan parkir mungkin, ada beberapa bangunan yang sepertinya rusak karena gempa tengah tahun yg lalu. Juga terdapat masjid, bangunan yang masih berdiri tapi sudah rusak disana sini, cat terkelupas, atap yang rusak, tak terawat dan … ternyata sudah tidak dipakai, karena sewaktu mau pulang kami berniat sholat di sini eee ada anak-anak anjing lari dari dalam masjid. Fiuh..
Kembali di pinggir pantai bagian barat, terlihat reruntuhan tebing, kalo dilihat dari reruntuhan dan bengkah-bengkahnya kayaknya memang benar itu disebabkan oleh gempa 27 mei kemarin. Padahal runtuhnya dari atas bukit, sungguh Kuasa Allah yang Maha Dahsyat.
Di atas reruntuhan tebing itu terlihat beberapa orang yang sedang asik memancing. Terkadang pancingnya didiamkan kemudian ditinggal (istilah jawanya di “nggeng”).
Sampai disitu cerita pantai Ngrenehan. Karena kami sudah kelaparan maka saatnya makan-makan. Diselingi canda tawa ala srimulat (cahandong kayake bisa lebih dari srimulat deh ya, mbakat buat ngakak semua
) ). Menu ikan gembung dan kakap, goreng dan bakar. Sedapp…
Pantai Ngobaran
Selesai makan dan istirahat sebentar kita langsung lanjut ke tujuan selanjutnya, yaitu Pantai Ngobaran. Jaraknya sekitar 4 km dari Pantai Ngrenehan, sebelah baratnya.
Ternyata oh ternyata, tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya. Pantai ngobaran terletak di bawah bukit (atau tebing ya?). Jadi kita sampai dan pakir di bagian atas bukit. Sedang kalau mau ke pantainya harus turun bukit. Dan dikarenakan sesampai di sana ternyata gelombang sedang pasang (guede je), maka kita-kita hanya melihat dari jauh. Di atas bukit.
Kami sholat sebentar, ikut [nunut] di rumah warga. Kemudian kembali memuaskan mata dengan melihat pemandangan “eksotis” [by zam] ala Ngrenehan. Pasir putih terlihat dari jauh, sebelah timur selain terdapat perbukitan juga terdapat mushola [blom sempet ke sini]. Sebelah barat musholat, agak ke bawah, menjorok ke laut, ada bangunan “seperti” mushola yang bagian depannya ke arah laut dan tanpa tembok [sepertinya memang bangunan ini sengaja menghadap ke laut]. Baru tahu sekali ini juga, ada bangunan seperti itu, kemungkinan digunakan oleh kalangan tertentu untuk sembahyang atau sesaji.
Di sebelah barat bangunan tadi, agak ke atas, lebih dekat ke tempat parkir dan warung/rumah warga, ada semacam bangunan candi beserta patung-patung yang dinamai sesuai wayang jawa, mungkin kepercayaan kejawen. Denger-denger bangunan inilah yang sering digunakan oleh pihak dari kraton untuk acara sesaji laut [atau yang seperti itu]. Kemudian di sebelah barat bangunan ini, ada bukit dan di atas puncak bukit ini ada bangunan juga seperti layaknya tempat ibadah. Bener kata mas zam, di pantai Ngobaran ini terdapat banyak tempat sembahyang. Yah, banyak yang aneh dan unik di sini.
Selain pemandangan laut dengan ombak besar berhempas, perbukitan, juga terlihat aktivitas nelayan di pinggir pantai. Tidak seperti pantai yang lain selain pasir di pinggir pantai Ngobaran ini terdapat semacam hamparan rumput hijau, ganggang laut. Sebagian besar nelayan beraktivitas di sini, mengambil rumput, selain ada juga yang membawa semacam karung untuk mengambil kerang [kata adikku] dari laut [karena ombak besar banyak kerang terbawa dari laut terhempas di daratan]. Disela-sela aktivitas warga ada anak-anak yang sedang bermain di sekitar hamparan rumput, yang di sana terdapat semacam kolam alami “kedung” berair jernih. Terdengar canda tawa cerita mereka.
Nah, dikarenakan waktu sudah beranjak sore, dan sebagian kami [termasuk saya] harus kerja lagi, maka kami pun pulang. Sampai di Gading perpisahaan rombongan jogja dan saya… yang disertai dengan hujan. [akhirnya kok ya hujan juga, alhamdulillah
].
Dan hari itu, kulewati dengan penuh kecapaian, karena siang jalan-jalan, malem jaga… lelah… [tapi seneng, bisa refreshing bareng temen-temen cahandong, rame-rame. Pertemuan pertama yang berkesan, selanjutnya? terserah Anda *halah* iklan ]
____________________________
Photo-photo diambil dari web mas zam [thanks to mas zam], dikarenakan saya belom punya kodak sendiri, jadi masih impor duluan
O iya, maap buat yg baca sempet terhenti karena celetuk tulisan bergaris miring ^^














