Berhubung dalam comment di beberapa artikel dan di shoutbox ada sahabat yg menanyakan tentang pacaran dalam islam maka berikut saya carikan artikel kemudian saya posting kembali di sini dengan menyertakan sumber artikelnya. Semoga bermanfaat…
1. Hukum pacaran itu bagaimana sih? ….
2. Saya ingin tanya tentang pergaulan antara pria dan wanita menurut syariat islam! dan bagaimana hukumnya apabila tidak berpacaran namun bergaul dengan pria lain dan pria itu timbul perasaan terhadap kita walaupun kita tidak ingin dikatakan berpacaran dengan pria itu walaupun wanitanya lama-lama juga timbul perasaan tertarik pada pria tersebut? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya! …
3. Saya muslimah ingin menyakan tentang hukum pacaran saya pernah dengar katanya pacaran itu haram lalu bagi cowok untuk mengetahui sifat/karakter pujaannya bisa mengirim saudaranya untuk mengetahui nya(mohon koreksinya), lalu bagaimana dengan cewek? apakah juga perlu mengirimkan saudaranya untuk mengetahui sifat cowok pujaanya? …
Jawaban:
Dalam Islam, hubungan antara pria dan wanita dibagi menjadi dua, yaitu hubungan mahram dan hubungan nonmahram. Hubungan mahram adalah seperti yang disebutkan dalam Surah An-Nisa 23, yaitu mahram seorang laki-laki (atau wanita yang tidak boleh dikawin oleh laki-laki) adalah ibu (termasuk nenek), saudara perempuan (baik sekandung ataupun sebapak), bibi (dari bapak ataupun ibu), keponakan (dari saudara sekandung atau sebapak), anak perempuan (baik itu asli ataupun tiri dan termasuk di dalamnya cucu), ibu susu, saudara sesusuan, ibu mertua, dan menantu perempuan. Maka, yang tidak termasuk mahram adalah sepupu, istri paman, dan semua wanita yang tidak disebutkan dalam ayat di atas.
Uturan untuk mahram sudah jelas, yaitu seorang laki-laki boleh berkhalwat (berdua-duaan) dengan mahramnya, semisal bapak dengan putrinya, kakak laki-laki dengan adiknya yang perempuan, dan seterusnya. Demikian pula, dibolehkan bagi mahramnya untuk tidak berhijab di mana seorang laki-laki boleh melihat langsung perempuan yang terhitung mahramnya tanpa hijab ataupun tanpa jilbab (tetapi bukan auratnya), semisal bapak melihat rambut putrinya, atau seorang kakak laki-laki melihat wajah adiknya yang perempuan. Aturan yang lain yaitu perempuan boleh berpergian jauh/safar lebih dari tiga hari jika ditemani oleh laki-laki yang terhitung mahramnya, misalnya kakak laki-laki mengantar adiknya yang perempuan tour keliling dunia. Aturan yang lain bahwa seorang laki-laki boleh menjadi wali bagi perempuan yang terhitung mahramnya, semisal seorang laki-laki yang menjadi wali bagi bibinya dalam pernikahan.
Hubungan yang kedua adalah hubungan nonmahram, yaitu larangan berkhalwat (berdua-duaan), larangan melihat langsung, dan kewajiban berhijab di samping berjilbab, tidak bisa berpergian lebih dari tiga hari dan tidak bisa menjadi walinya. Ada pula aturan yang lain, yaitu jika ingin berbicara dengan nonmahram, maka seorang perempuan harus didampingi oleh mahram aslinya. Misalnya, seorang siswi SMU yang ingin berbicara dengan temannya yang laki-laki harus ditemani oleh bapaknya atau kakaknya. Dengan demikian, hubungan nonmahram yang melanggar aturan di atas adalah haram dalam Islam. Perhatikan dan renungkanlah uraian berikut ini.
Firman Allah SWT yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra: 32).
“Katakanlah kepada orang-orang mukmin laki-laki: ‘Hendaklah mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya ….’ Dan katakanlah kepada orang-orang mukmin perempuan: ‘Hendaknya mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya …’.”
(An-Nur: 30–31).
Menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak dilepas begitu saja tanpa kendali sehingga dapat menelan merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan jenisnya yang beraksi. Pandangan dapat dikatakan terpelihara apabila secara tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian menahan untuk tidak berusaha melihat mengulangi melihat lagi atau mengamat-amati kecantikannya atau kegantengannya.
Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah saw. tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi, ‘Palingkanlah pandanganmu itu!” (HR Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmizi).
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah).
“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari).
Rasulullah saw. berpesan kepada Ali r.a. yang artinya, “Hai Ali, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya! Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun berikutnya tidak boleh.” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).
Al-Hakim meriwayatkan, “Hati-hatilah kamu dari bicara-bicara dengan wanita, sebab tiada seorang laki-laki yang sendirian dengan wanita yang tidak ada mahramnya melainkan ingin berzina padanya.”
Yang terendah adalah zina hati dengan bernikmat-nikmat karena getaran jiwa yang dekat dengannya, zina mata dengan merasakan sedap memandangnya dan lebih jauh terjerumus ke zina badan dengan, saling bersentuhan, berpegangan, berpelukan, berciuman, dan seterusnya hingga terjadilah persetubuhan.
Ath-Thabarani dan Al-Hakim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah berfirman yang artinya, ‘Penglihatan (melihat wanita) itu sebagai panah iblis yang sangat beracun, maka siapa mengelakkan (meninggalkannya) karena takut pada-Ku, maka Aku menggantikannya dengan iman yang dapat dirasakan manisnya dalam hatinya.”
Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi saw. bersabda yang artinya, “Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita malainkan dimasuki oleh setan antara keduanya. Dan, seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya.”
Di dalam kitab Dzamm ul Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan dari Abu al-Hasan al-Wa’ifdz bahwa dia berkata, “Ketika Abu Nashr Habib al-Najjar al-Wa’idz wafat di kota Basrah, dia dimimpikan berwajah bundar seperti bulan di malam purnama. Akan tetapi, ada satu noktah hitam yang ada wajahnya. Maka orang yang melihat noda hitam itu pun bertanya kepadanya, ‘Wahai Habib, mengapa aku melihat ada noktah hitam berada di wajah Anda?’ Dia menjawab, ‘Pernah pada suatu ketika aku melewati kabilah Bani Abbas. Di sana aku melihat seorang anak amrad dan aku memperhatikannya. Ketika aku telah menghadap Tuhanku, Dia berfirman, ‘Wahai Habib?’ Aku menjawab, ‘Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah.’ Allah berfirman, ‘Lewatlah Kamu di atas neraka.’ Maka, aku melewatinya dan aku ditiup sekali sehingga aku berkata, ‘Aduh (karena sakitnya).’ Maka. Dia memanggilku, ‘Satu kali tiupan adalah untuk sekali pandangan. Seandainya kamu berkali-kali memandang, pasti Aku akan menambah tiupan (api neraka).”
Hal tersebut sebagai gambaran bahwa hanya melihat amrad (anak muda belia yang kelihatan tampan) saja akan mengalami kesulitan yang sangat dalam di akhirat kelak.
“Semalam aku melihat dua orang yang datang kepadaku. Lantas mereka berdua mengajakku keluar. Maka, aku berangkat bersama keduanya. Kemudian keduanya membawaku melihat lubang (dapur) yang sempit atapnya dan luas bagian bawahnya, menyala api, dan bila meluap apinya naik orang-orang yang di dalamnya sehingga hampir keluar. Jika api itu padam, mereka kembali ke dasar. Lantas aku berkata, ‘Apa ini?’ Kedua orang itu berkata, ‘Mereka adalah orang-orang yang telah melakukan zina.” (Isi hadis tersebut kami ringkas redaksinya. Hadis di ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
Di dalam kitab Dzamm ul-Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan bahwa Abu Hurairah r.a. dan Ibn Abbas r.a., keduanya berkata, Rasulullah saw. Berkhotbah, “Barang siapa yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan akan memasukkan dia ke dalam neraka. Barang siapa yang memandang seorang wanita (yang tidak halal) baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka. Barang siapa yang berjabat tangan dengan seorang wanita (yang) haram (baginya) maka di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan dibelenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka. Dan, barang siapa yang bersenda gurau dengan seorang wanita, maka dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata yang diucapkan di dunia. Sedangkan setiap wanita yang menuruti (kemauan) lelaki (yang) haram (untuknya), sehingga lelaki itu terus membarengi dirinya, mencium, bergaul, menggoda, dan bersetubuh dengannya, maka wanitu itu juga mendapatkan dosa seperti yang diterima oleh lelaki tersebut.”
‘Atha’ al-Khurasaniy berkata, “Sesungguhnya neraka Jahanam memiliki tujuh buah pintu. Yang paling menakutkan, paling panas, dan paling bisuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang melakukan perbuatan tersebut setelah mengetahui hukumnya.”
Dari Ghazwan ibn Jarir, dari ayahnya bahwa mereka berbicara kepada Ali ibn Abi Thalib mengenai beberapa perbuatan keji. Lantas Ali r.a. berkata kepada mereka, “Apakah kalian tahu perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Jalla Sya’nuhu?” Mereka berkata, “Wahai Amir al-Mukminin, semua bentuk zina adalah perbuatan keji di sisi Allah.” Ali r.a. berkata, “Akan tetapi, aku akan memberitahukan kepada kalian sebuah bentuk perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Tabaaraka wa Taala, yaitu seorang hamba berzina dengan istri tetangganya yang muslim. Dengan demikian, dia telah menjadi pezina dan merusak istri seorang lelaki muslim.” Kemudian, Ali r.a. berkata lagi, “Sesungguhnya akan dikirim kepada manusia sebuah aroma bisuk pada hari kiamat, sehingga semua orang yang baik maupun orang yang buruk merasa tersiksa dengan bau tersebut. Bahkan, aroma itu melekat di setiap manusia, sehingga ada seseorang yang menyeru untuk memperdengarkan suaranya kepada semua manusia, “Apakah kalian tahu, bau apakah yang telah menyiksa penciuman kalian?” Mereka menjawab, “Demi Allah, kami tidak mengetahuinya. Hanya saja yang paling mengherankan, bau tersebut sampai kepada masing-masing orang dari kita.” Lantas suara itu kembali terdengar, “Sesungguhnya itu adalah aroma alat kelamin para pezina yang menghadap Allah dengan membawa dosa zina dan belum sempat bertobat dari dosa tersebut.”
Bukankah banyak kejadian orang-orang yang berpacaran dan bercinta-cinta dengan orang yang telah berkeluarga? Jadi, pacaran tidak hanya mereka yang masih bujangan dan gadis, tetapi dari uisa akil balig hingga kakek nenek bisa berbuat seperti yang diancam oleh hukuman Allah tersebut di atas. Hanya saja, yang umum kelihatan melakukan pacaran adalah para remaja.
Namun, bukan berarti tidak ada solusi dalam Islam untuk berhubungan dengan nonmahram. Dalam Islam hubungan nonmahram ini diakomodasi dalam lembaga perkawinan melalui sistem khitbah/lamaran dan pernikahan.
“Hai golongan pemuda, siapa di antara kamu yang mampu untuk menikah, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih memelihara kemaluan. Tetapi, siapa yang tidak mampu menikah, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat mengurangi syahwat.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darami).
Selain dua hal tersebut di atas, baik itu dinamakan hubungan teman, pergaulan laki perempuan tanpa perasaan, ataupun hubungan profesional, ataupun pacaran, ataupun pergaulan guru dan murid, bahkan pergaulan antar-tetangga yang melanggar aturan di atas adalah haram, meskipun Islam tidak mengingkari adanya rasa suka atau bahkan cinta. Anda bahkan diperbolehkan suka kepada laki-laki yang bukan mahram, tetapi Anda diharamkan mengadakan hubungan terbuka dengan nonmahram tanpa mematuhi aturan di atas. Maka, hubungan atau jenis pergaulan yang Anda sebutkan dalam pertanyaan Anda adalah haram. Kalau masih ingin juga, Anda harus ditemani kakak laki-laki ataupun mahram laki-laki Anda dan Anda harus berhijab dan berjilbab agar memenuhi aturan yang telah ditetapkan Islam.
Hidup di dunia yang singkat ini kita siapkan untuk memperoleh kemenangan di hari akhirat kelak. Oleh karena itu, marilah kita mulai hidup ini dengan bersungguh-sungguh dan jangan bermain-main. Kita berusaha dan berdoa mengharap pertolongan Allah agar diberi kekuatan untuk menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Semoga Allah menolong kita, amin.
Adapun pertanyaan berikutnya kami jawab bahwa cara mengetahui sifat calon pasangan adalah bisa tanya secara langsung dengan memakai pendamping (penengah) yang mahram. Atau, bisa melalui perantara, baik itu dari keluarga atau saudara kita sendiri ataupun dari orang lain yang dapat dipercaya. Hal ini berlaku bagi kedua belah pihak. Kemudian, bagi seorang laki-laki yang menyukai wanita yang hendak dinikahinya, sebelum dilangsungkan pernikahan, maka baginya diizinkan untuk melihat calon pasangannya untuk memantapkan hatinya dan agar tidak kecewa di kemudian hari.
“Apabila seseorang hendak meminang seorang wanita kemudian ia dapat melihat sebagian yang dikiranya dapat menarik untuk menikahinya, maka kerjakanlah.” (HR Abu Daud).
Hal-hal yang mungkin dapat dilakukan sebagai persiapan seorang muslim apabila hendak melangsungkan pernikahan.
1. Memilih calon pasangan yang tepat.
2. Diproses melalui musyawarah dengan orang tua.
3. Melakukan salat istikharah.
4. Mempersiapkan nafkah lahir dan batin.
5. Mempelajari petunjuk agama tentang pernikahan.
6. Membaca sirah nabawiyah, khususnya yang menyangkut rumah tangga Rasulullah saw.
7. Menyelesaikan persyaratan administratif sesui dengan peraturan daerah tempat tinggal.
8. Melakukan khitbah/pinangan.
9. Memperbanyak taqarrub kepada Allah supaya memperoleh kelancaran.
10. Mempersiapkan walimah.
Demikian uraian jawaban kami, wallaahu a’lam.
______________________
Sumber : Al Islam Or Id















walah….kok tiba2 posting ngene to Om?
lagi pengen kawin?
ingat!! nomor satu sudahkah terlampaui denganbaik?
wkaakakakakak
Comment by diditjogja — Sunday, 8 April 2007 @ 7:36 pm
hidup jomblo!!!! *berteriak menangis*
Comment by tooooooooooooooooooooooopics — Monday, 9 April 2007 @ 12:02 am
wah…ne baru ebring….jd pacaran tu haram yah??(zina)…
Comment by ary — Wednesday, 11 April 2007 @ 11:31 pm
Yo wes nikah ae mas jaka. Ra sah pacaran. Nikah kie enak lho. Hihihi. Tp bien aku pacaran sedilit, brti dosa yah? Hikss tobat tnn aku ra arep pacaran mnh.
Comment by Ball^CeTHuK — Thursday, 12 April 2007 @ 11:52 am
Wes nikah aja deh.. insyalloh barokah..
Comment by kampret nyasar — Thursday, 19 April 2007 @ 3:10 am
Semoga kita bisa sharing ilmu. Aku pernah bikin artikel serupa di http://agam.punya.web.id/pacaran-zina/
Dengan artikel dari ais, semakin menambah wawasanku. Terimakasih ya.
Comment by Agam — Saturday, 21 April 2007 @ 7:49 pm
assalamualaikum wr.wb gimana hukumnya andikan pacaran tapi dalam hati dan gak di ungkapkan secara lisan tapi kalau tidak di ungkapkan menyakitkan hati n kalau andaikan saya gak berani ungkapi semua itu yang saya tanyakan gimana menrut islam kalau cinta itu gak di un gkapkan
Comment by mustikanah — Friday, 18 May 2007 @ 3:06 pm
kalau saya lihat pacaran tiu menjadi ajang yang mengarah ke hal negatif banyak kalangan remaja yang berpacaran itu pasti melakukan hal negatif diantaranya zina.tapi bagi saya tujuan pacaran itu suport bagi saya karna yang saya alami sewaktu saya pacaran itu justru menambah semangat saya untuk sekolah,bekerja.dll ya tentunya dalam hal yangb bersifat fositif.nah menurut islam itu bagaimana.terimkasih.wassallamualaikum.wr.wb
Comment by ahen — Sunday, 27 May 2007 @ 2:08 am
assalamualaikum…
mohon pendapat dan kritikan…??
kalo pendapat saya tetang pacaran.
pada dasarnya kita sebagai manusia tidak boleh menjatuhkan sesuatu pendapat atauu prinsip maupun keyakinan tantang keharaman atau tidak…
kembali kepemsalahan yang banyak di hadapi ana muda saat ini..mereka walapun belum baliq sudah timbul rasa suka terhadap lain jenis dan saya merasa itu adalah hal wajar sebagai manusia dan merupakan karunia-Nya…
PACARAN dalam Alquran maupun hadis belum ada yang menyatakan itu haram…dan saya menyakini hal itu…
saya berpendapat rasa cinta itu dah karunia dan bagaimana kita sebagai manusia menjaga karuni itu dengan tidak menyalahkan gunakannya…
so…pacaran boleh-boleh aja…yang penting tidak melanggar kaidah islam ……….
jangan menyalahkan cinta yang timbul dari hati tiap2 manusia..tapi salahkan manusianya yang menyalahgunakan rasa cinta itu dengan berbuat zina..so bukan pacaran yang di larang tapi laranglah orang yang brpacaran hanya untuk menuruti nafsu yang membawa ke perbuatan zina…
mohon kritkannya….
wassalamualaikum
Comment by Arbain — Saturday, 23 June 2007 @ 1:09 pm
Memang bener sih pacaran itu bisa bikin kita sakit hati dan bisa membuat kita jauh dari Yang Maha Kuasa dan belum tentu pacar kita itu yang bakal jadi pendamping kita nanti dipernikahan .
Jadi lebih baik Nikah Aja deh…….
Biar Halal……dan Ngak bikin hati kita kotor
dan Biar Allah juga sayang ama kita .Bener Khan ///
Nikah Yesssssss!!!!!
Pacaran No…………!!!!
Good Luck Bagi yang mau nikah…
Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan Warohmah . Amien
Comment by Mulyati — Friday, 13 July 2007 @ 3:09 pm
Allahu akbar, hidup islam, yang melarang pacaran, barangsiapa masih enggan menjalankan syari’at islam terutama mengenai pacaran, hendaknya kita peringatkan, tapi kalau tak mau, maka harus diperangi. (Fatwa Syafii dari Saudi Arabia)
Comment by Al Imam Asy Syafii — Sunday, 29 July 2007 @ 10:45 am
Ehmmm…. Kalo udah inget Azab Neraka mah Suka Merinding …!!! duh Thank Bgt ye Artikelnya bakal mel baca everyday deh biar sadarnya jg everyday :p
Comment by melia trisnawati — Monday, 6 August 2007 @ 12:18 pm
Saya baru tahu bahwa berhubungan dengan wanita yang nonmahram itu haram walaupun tiada rasa suka pada lawan jenis.Lalu apakah hal yang saya lakukan itu dosa? sedangkan saya itu orangnya suka ngobrol and pasti kalau diam aja didepan wanita yang biasanya saya ajak ngobrol pasti saya dikira marah atau sok islam.Lantas adakah akidah2 yang membolehkan seorang laki2 dan wanita dapat bercengkrama tanpa melanggar norma2 dalam islam itu sendiri?….TERIMA KASIH ATAS JAWABANNYA
Comment by galih agung — Monday, 20 August 2007 @ 6:55 pm
ass. ya bener tuch mendingan nikah aja napai zinah.nikah dapat pahala.pacaran ya yang dapat mah cuma dosa
Comment by zachratul mila — Monday, 20 August 2007 @ 7:46 pm
Haramkah percintaan pranikah?
Para penentang pacaran islami berlandaskan dalil. Para pendukung pacaran islami pun berdasarkan dalil. Manakah dalil yang lebih kuat antara keduanya?
Baca http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/
Comment by DZ — Thursday, 6 September 2007 @ 6:47 am
Massa Allah…
Jadi selama ini aku sudah melakukan zinah…
Mudah-mudahan Allah menerima taubat ku…
Demi Allah aku tidak sanggup menangguang siksa dari apa yang sudah aku perbuat.
Comment by Arie — Tuesday, 18 September 2007 @ 2:02 pm
Astagfirullohaladzim 3x. ampuni hambamu yang hina dan kotor ini, mohon doakan saya agar segera menikah ya ikwah sekalian, saya sangat membutuhkan bantuan doanya….jazakkallah khoir
Comment by Ibnu Alfarittsi — Monday, 24 September 2007 @ 11:44 am
Ass, pacaran adalah langkah - langkah syaitan dan mendekati zina, so….nikah aja deh, Wsl,,, ikhwah fillah
Comment by Rusdy — Thursday, 11 October 2007 @ 1:26 pm
Pernah hati ini ragu..
Tapi, hati ini yakin kembali bahwa ini adalah jalan yang benar dan aku harus tetap berada di sini..
Sekarang pun harus tetap seperti ini..
Sabar ya Ka..
SEMANGAT!!!
Allahuakbar!!!
Comment by ZauW — Tuesday, 6 November 2007 @ 12:15 pm
assalamualaikum
terkadang saya bingung dengan keharaman pacaran dalam islam memang belum ada yang mengatakan bahwa pacaran itu di perbolehkan. saya adalah seorang yang sedang mencari kebenaran dan ketenangan jiwa tentang pacaran ini karena tidak bisa diungkiri rasa cinta itu ada pada setiap mahluk hidup. kenapa harus ada rasa cinta??
satu hal yang ingin saya tanyakan adalah bolehkah menalin hubungan dengan lawan jenis kita tanpa mengatas namakan pacaran satu contoh seumpama saya menyukai seseorang wanita dan saya utarakan kepadanya bahwa saya telah jatuh cinta kepadanya tapi yang saya inginkan buka seperti pacaran maksud saya begini saya dan dia sama-sama tau perasaan masing-masing dan kami ingin menjalankan hubungan itu dengan cara islam satu contoh seandainya saya ingin bertemu dengan dia maka saya harus datang kerumahnya atau dengan kata lain dia harus didampingi oleh orang tuanya atau saudaranya, nah jadi apakah jika kami manjalankan hubungan dengan cara seperti itu tetap haram dalam islam. saya sedang dalam kesulitan bagaimana caranya saya mendidik temen-temen untuk tidak berpacaran setiap saya bilang bahwa pacaran itu dialarang dalam islam tapi hanya sebagian dari mereka yang percaya namun tetap saja melakukanya sekarang saya bingung bagaimana meluruskan mereka mereka selau jenuh dekat dengan saya karena selau didakwahi oleh saya. tapi kalau saya lihat intinya mereka takut mengenal islam lebih dalam, mengapa dikatakan takut padahal mereka islam? ya mereka takut semua kesenangan mereka diharamkan dala islam salah satunya adalah pacaran dan pergaulan bebas tidaka melihat wanita atau pria mereka anggap semua sama saya sangat perihatin kepada mereka. saya mohon bantuannya berupa saran atau apa saja…yang saya ingin adalah bagaimana meluruskan tema-teman saya itu, karena sesungguhnya mereka telah jauh terjerumus. terimakasih. telah membaca surat saya.
Comment by ahend — Friday, 16 November 2007 @ 4:42 am
ah… bodoh amat..!!! pacaran atau enggak yang penting jodoh udah diatur.. biarkan cinta itu mengalir…
Comment by luqman — Wednesday, 21 November 2007 @ 11:51 am
subhanallah, artikelnya insyaAllah jadi jawaban buat ku..jazakallah ya akh!!
Comment by lia — Wednesday, 21 November 2007 @ 6:33 pm
OoO…gitu to..Tp kok g ono Arab-e…jd g bs dikumpulin tugasnya *hiks*. xD
Makasi atas pengetahuannya..Tp pacaran kan jg enak klo cantik.. wokkkwkkwokwokwkw -_-
Comment by Ryazor — Wednesday, 28 November 2007 @ 12:14 pm
nikah gituh loch
Comment by yanuar — Tuesday, 18 December 2007 @ 12:37 pm
jadi… pcran dlm islam ntu blh engga?
neeh.. ane prnah ada tmn yg share k ane…
dy kan pcraan.. truz pcaran’y ntu ga mlnggar norma lah istilah’y.. yaa cmn ngbrol”, share” dwang gtuh.. engga pgang”an tngn or yg mndkti jinah laah??
n satu lagi,. mereka tuuh ngrsa iman’y jg kuat n ga bklan nglakuin yg negtive”an..
truz lg rsa cnta yg mreka mliki tuh,.ngbuat motivasi/pnymangat sndri untuk ngjlni kgiatan mreka,. n mreka jg ga prnah lupa ma allah.. mreka sllu inget ma allah..pa” yg mreka rsakan, mreka sadar klo ntu smwa pmberian dr allah.. n mreka ga pngen klo mreka smpe brpizah,. mrka truz lkuin yang terbae wat cnta mreka.. slah satunya dngn sling mngingtkn n ga nglkuin pbuatan yg mlnggar norma agama,. mreka jg tau klo bbuat sprti itu (negative”an/mlggar norma) bklan nghncurin msa dpan mreka.. jd intinya pcaran tp ga nglakuin yg negtive”.. gmna tuuh??
Comment by bangkreng — Tuesday, 18 December 2007 @ 5:42 pm
zina…. gak banget dech…!!?
Comment by adek — Sunday, 27 January 2008 @ 11:25 am
pacaran boleh-boleh saja!!!asalkan nikah duluan!!
ijab kabul dulu dong!
Comment by hamba allah — Wednesday, 30 January 2008 @ 10:00 am
SAYA MO NANYA NIH KLO ONANI GI MNA HUKUMNYA DI ALQURAN NGGAK ADA MASALAHNYA BINGUNG BENER TOLONG JAWAB PRTANYAAN INI LEBIH BAIK LAGI KLO KIRIM KE EMAIL SAYA
Comment by riko — Thursday, 31 January 2008 @ 11:48 pm
EH NIH EMAIL SAYA TOLONG KIRIM JAWABAN SECEPATNYA YACH TENTANG HUKUM ONANI GI MN?? malioborotrack@yahoo.com atau fitri_cece@yahoo.com
Comment by riko — Thursday, 31 January 2008 @ 11:52 pm
kaya’nya ga perlu pacaran yaaahhhhhh, coz cuma mendekatkan zina bwt Qt. kalo emang seneng, cinta mending langsung Nikah j!!!! pacarane biz nikah. akhirnya aku dapat tambahan ilmu setelah baca HUkum Pacaran dalam Islam.OOOOOOOOOOOhhhhh, bikin Q ingat dosaQ, apa enake putus bae yaaaaa,,,he9x ya, moga setelah ini Qt bener** bisa jaga diri, apalagi bwt Qt** yang masih muda. jangan tergiur dengan pacaran, bikin maksiat bae.OK thanks for u.byeeeee,,,,
Comment by yuyun — Wednesday, 6 February 2008 @ 2:48 pm
menurut saya pacaran itu boleh tapi ada syaratnya loh
yaitu NIKAH dulu doooonk…
beneran pacaran setelah menikah itu nikmatnya luar biasa cobain deh bagi yang sudah siap untuk nikah…
tapi yang belum mampu atau yang belum siap untuk nikah
sebaiknya PUASA aja dulu yang rajin..
Supaya bisa terjaga!!!!
Comment by dede deny — Saturday, 16 February 2008 @ 8:23 pm
Kalo terlanjur ?
Bertaubat, dengan sebenar-benar taubat, yakni taubat nashuha…
Comment by yudi Darmansyah — Monday, 25 February 2008 @ 3:54 pm
pacaran tu dosa ga ya?? menurut ku …. gpp asal wajar
Comment by aas — Friday, 29 February 2008 @ 12:57 pm
lebih baik nikah dari pada zina
Comment by ika — Tuesday, 4 March 2008 @ 6:27 pm
na’am….. pacaran tuch emank haram gt loch….
Comment by dhila cute — Thursday, 13 March 2008 @ 2:44 pm
saya akui benar emang dalam islam itu ga ada yg namanya pacran.saya setuju…tapi bagaimana dengan rasa terhadap lawan jenis yang tiba2 muncul.dan bgaimana bla blum sip nikah.pdahal puasa udah dilakuin.trus bagaimana dengan rasa ini?bagaimana klo cm skdr komunikasi ?
Comment by widy — Sunday, 16 March 2008 @ 6:22 am
pcaran emang jlas2 ga dperbolehkan (saya akui itu) tpi terkdang prasaan sbagai lelaki pengen , gmn cara yang terbaik untuk mengatasi masalah ini???????
Comment by achmad — Monday, 24 March 2008 @ 2:51 pm
bagaiman kl kita mengenal dan mempunyai rasa terhadap lawan jns yg berbeda dg kt, dy mengerti ap2 yg dilarang oleh syariah islam n dy pun sangt menghargai itu n mmahami it smw, sy uda jaln slama -+ 1,6 th an, dy pun sangat mngert sy, dan dy pun mengatakn bahwa dy tdk menutup kmungknan to memluk agama islam jk mmg sdah jlny, namn sring sy tgaskan pd dy jk ingin mengenl agama islam haruslah semata-mata karna allah swt, karn hti nurani, apkah ni bkn suatu berkah, atau ni cbaan hidup, atu bhkn musbah bg sya, tlg beri sy pandangan ttg ni,
Comment by tegar — Wednesday, 26 March 2008 @ 7:46 am
Ass…Tuhan… jika anda berfikir,tuhan itu yang kita Agungkan,yang kita Cintai,yang Maha Segala-galaNya. Menurut saya, Cinta nya PACARAN termasuk syrik kecil. Coz,,setau saya, pacar kita itu jadi segala-gala nya. Sehingga, tanpa kita sadari, PACAR kita pun telah menjadi Tuhan pengganti Allah SWt.Dan zina bukan hanya sekedar pegangan, atau ber2an. Ada zina hati yang perlu diwaspadai. Lagi pula ada hal yang harus kita utamakan di Dunia ini dari pada PACARAN. Yaitu, apakah kita yakin amal kita cukup untuk kehidupan alhirat kelak?Dan satu lagi, Gak luchu khn, klo seorang penghapal Al-Quran itu pacaran, Coz, itu akan membuat hapalan Al-Qur.an kita hilang. NAh lho.. sayang banget khn?
Allahu Akbar!!!
Aku berusaha tegak berdiri,,,ketika aku berada di dalam cinta Dunia yang tak berarti. Karena hanya Engkau,, ya Allah..yang pantas.
Comment by Lina — Wednesday, 2 April 2008 @ 5:37 pm
Assalamualaikum wb.wb.
Sebenarnya pacaran anak2 itu jelas dilarang dalam islam,anak2 sudah banyak yang tahu.tapi mengapa tetap melakukannya?bagaimana mengatasi anak2 yang seperti itu?
Comment by Mei Yukira — Saturday, 5 April 2008 @ 9:38 am
yang masih pacaran berarti pengikut setan tobat yuuuuuu….. terserah mau ikut hukum ga..karena kalo ngerasa islam ya laksanakan itu semua,,, jangan jadi islam setengah setengah… hehehehehehselamat menempu ridhanya Allah amin
Comment by cecep — Saturday, 12 April 2008 @ 1:58 pm
assalamu’alaikum.
Sebenernya, apa sih makna pacaran itu?
Khalwat kan?
Yaitu kedekatan dengan lawan jenis…
Allah berfirman yang artinya, “Katakanlah kepada laki-laki beriman: Hendahlah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 30). Allah juga berfirman yang artinya,”Dan katakalah kepada wanita beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 31)
juga…
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan (kholwat) dengan wanita kecuali bersama mahromnya.” (HR. Bukhari & Muslim)
Di dalam sebuah hadits, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat (janji setia kepada pemimpin).” (HR. Bukhari). Hal ini karena menyentuh lawan jenis yang bukan mahromnya merupakan salah satu perkara yang diharamkan di dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani dengan sanad hasan)
Jika memandang saja terlarang, tentu bersentuhan lebih terlarang karena godaannya tentu jauh lebih besar.
Tatkala adab-adab bergaul antara lawan jenis mulai pudar, luapan cinta yang bergolak dalam hati manusia pun menjadi tidak terkontrol lagi. Akhirnya, setan berhasil menjerat para remaja dalam ikatan maut yang dikenal dengan “pacaran”. Allah telah mengharamkan berbagai aktifitas yang dapat mengantarkan ke dalam perzinaan. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesugguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Isra’: 32). Lalu pintu apakah yang paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!!
lebih lengkapnya baca di sini…
http://muslim.or.id/artikel/akhlaq-dan-nasehat/rayuan-setan-dalam-pacaran.html
Comment by ghaniarasyid — Monday, 14 April 2008 @ 4:34 pm
memang benar, pacaran dalam islam dilarang. tapi, kebanyakan orang (para muslim juga, berjilbab) menyatakan bahwa pacaran adalah suatu cara untuk mengenal pasangan mereka lebih lanjut. Apakah arti pacaran sebenarnya???
saya bingung, kenapa ada juga yang sudah sangat mendalami ajaran agama islam juga pacaran.
bagaimana solusi dari semua ini???
Comment by rHIE — Wednesday, 16 April 2008 @ 12:01 pm
bagus kita jadi tahu hukum pacaran
Comment by nuriel amiriyyah — Friday, 18 April 2008 @ 3:59 pm
setuju langsung nikah aja ade ade mas mas jangan pacaran nanti masuk neraka ya merinding deh hihihihihihhii sobat muslim yang baik tapi harus betul betul berdasarkan islam ya jangan asal nikah ya kawan pikirkan matang matang jangan menyesal kemudian
Comment by ujang — Thursday, 24 April 2008 @ 9:25 am
Oi,, Choyie mank bener apa yang dikatakn ma yang da di atas, sebab pcrn bisa menybabkn kanker hti….!!!! tapi kbnyakn org 2 yang COMMENT ttg haram namanya pacrn, bginya pcran itu indh, and sangt nyamn ………!!!!!!!!!, tpi lbh baik langsung R4B1….!!! OyIe………
Comment by MIENTHUL. ... — Saturday, 26 April 2008 @ 11:05 am
untuk yang lagi jatuh cinta..”cintailah sesuatu karena karena Allah,karna Allahlah yang telah meletakkan rasa cinta itu kedalam hati kita dan serahkan lah semuanya kepadaNYa,kehendaknya adalah sebaik-baik kehendak,semoga Allah memberikan yang terbaik bagi kita,dan semoga Allah menyatukan cinta kita dengan orang yang kita kasihi dan kita seyangi”.wassalam
Comment by cirul — Wednesday, 7 May 2008 @ 1:29 am
waduh,gimana ya?iya sih mang pacaran itu haram. tapi gimana ya?cewek sekarang tuh kalo langsung tubruk aja langsung nolak je?
trus gimana dong?lantas kalo kita gak ngelakuin pendekatan sama seseoang ntar ga dapat istri lagi
saya jadi bingung nih, selama ini sebenarnya saya pacaran untuk tak jadiin istri, tapi karena sayanya masih nganggur, aku diputusin sama pacarku…
hiks…hiks…
tapi kalo mang tiap orang tuh ada jodohnya, ya sekali lagi kita harus teriakkan
“Hiduuup Jombloooooo!!!!!!
Comment by Imam Masykuri — Monday, 19 May 2008 @ 6:31 pm
aslmkm…
ikut nimbrung yah…
saya setuju dengan artikel tadi…
mudah2an qta bisa melaksanakannya…
melaksanakan pacaran setelah nikah…
amin…
Comment by Bagoes — Wednesday, 21 May 2008 @ 4:33 pm
biar ngga dosa n ntar masuk neraka
lebih baik jauhin yang haram-haram, salah satunya pacaran….
percaya dech dengan cara yang lebih baik (ta’aruf) Qta bakal dapetin pasangan hidup yang baik pula
a_mien
keep istiqomah !!
Comment by @ndea — Wednesday, 11 June 2008 @ 9:12 pm
jauhi yg meragukan…
Islam telah memberikan jalan yang baik, knp pemuda2 skrg mengingkarinya….
saya yakin byk yg tau, tp tdk mau tau…
Comment by aanmuslim — Tuesday, 1 July 2008 @ 11:31 am
ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB.
pacaran malah dpt dosa
mendingan nikah ja dpt pahala
amiennnnn
WASSALAMU’ALAIKUM WR.WB.
Comment by Hamba Allah — Tuesday, 8 July 2008 @ 8:20 pm
sya stuju pacaran ga goleh dlm islm tpi bertmn dgn lwn jnis apa jg ga bleh..?berkomnikasi,bercnda n berbgi cerita, masalhnya saya sjak kcil punya shabt yang lain jnis jka kita mmutskan hubgn dgn shbt psti kta dianngp yang enga2 yang juga ‘ga kita ingnkan.. pnjelsanya donk?
Comment by M. Zainul Anwar — Sunday, 13 July 2008 @ 4:12 pm
Iya sih pcrn tu g’ di bolehin, tp kn tuk cari pasangan hidup kita jg butuh pendekatan. kn ada tuh istilahnya g’ kenal maka tak sayang, g’ sayang maka tak cinta trus otomatis kita susah pilih pasangan hidup klo g’ pcrn dulu. tp ingat lho pcrn nya masih sebatas kewajaran krn kt sebagai cewk jg harus bisa jaga diri donk. ya kannnnn….???
Comment by someone — Thursday, 17 July 2008 @ 11:07 am
Kalau dua insan menjalin hubungan yang mereka sebut pacaran dengan memperhatikan dan menaati kaidah Islam tentang hubungan nonmahram, boleh kan?
Comment by Wafiq — Saturday, 26 July 2008 @ 8:54 am
kalo pacaran long distance gmn?
Comment by pika — Thursday, 31 July 2008 @ 11:36 am
Assalamualaikum, emang aku percaya pacaran itu dilarang. Tapi cinta itukan nggak bisa dihilangkan begitu saja. Trus gimana donk ? sedangkan puasa juga udah ? Trus yang paling penting boleh nggak kita ungkapin aja persaaan suka kita ke lawan jenis tapi tidak untuk meneruskan ke pacaran, cuma biar dia tau. Soalnya klo mau nikah dianya belum siap? mohon bijawab di emailq (iman.alislam@yahoo.com) makasih
Comment by iman — Sunday, 3 August 2008 @ 12:26 pm
klo misalnya kita menyayangi lawan jenis kita hanya sebagai kakak boleh ga?kan klo bukan muhrim bicara secara langsung kAN G BOLEH!TRIS KLO LEWAT SMS BOLEHKAN……!
Comment by catri — Sunday, 17 August 2008 @ 12:39 pm
gimana yah, jujur rasanya aku jadi bingung soalnya aku juga pacaran. tapi mang se sebenarnya pertamanya aku takut untuk pacaran karena takut dibilang jina. dan sekaranag setelah aku rasain bahwa pacaran itu ada pengaruh baiknya juga ama aku, malahan aku makin banyak tau tentang ajaran islam dari pacar aku. dan setiap kami ngobrol pasti kebanyakan tentang islam, jadi menurut teman-teman semua gimana itu ya boleh atau g????????????? n jelas ja aku semakin dekat ama ajaran islam, yang dulunya aku g pernah pake jilbab aku sekarang udah tau arti jilbab itu untuk aku, mang se aku belum sepenuhnya menjadai wanita yang baik tapi kayaknya aku semakin baik dari sebelumnya.jadi aku minta pendapatnya ne yah tolong kirim ke e-mail aku ya, apa pacaran seperti itu juga haram,atau salah ya.pliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiisssssssssssssss ok!
Comment by sri — Tuesday, 2 September 2008 @ 12:46 pm
thx bwt infonya . tapi kalo cuma sekadar ngobrol / bersosialisasi dengan nonmahram , apa itu masih tetap ga boleh ??
Comment by aniy — Thursday, 4 September 2008 @ 5:45 am
Indah sekali kalau memang bisa mewujudkan rasa cinta hanya karena Allah,tau orgnya, sreg langsung nikah deh, tapi kok sulit sekali menemukan orang yang berpandangan sama, bagaimana meyakinkan org yg brpandangan berbeda bahwa pacaran memang tidak perlu.. atau memang harus menunggu org yg bisa mencintai hanya karena Allah….
Comment by Nona — Thursday, 11 September 2008 @ 1:30 am
Allahu Akbar…Republik ini terpuruk karena rakyatnya suka melakukan maksiat…bertobatlah kembalilah pada ajaran Al-Quran dan sunnahnya..Jangan kalian hianati cinta Allah dan Rasul-Nya…Astaghfirullah al adzim wa atubuuu ilaih
Comment by Saefullah — Friday, 12 September 2008 @ 9:52 am
bolehkah orang bodoh pacaran?
Comment by srie — Thursday, 25 September 2008 @ 8:09 am
Masa allah tobat Dech gw.
w c sbnrnya Udah tw n Pernah belajar tntang itu..
cuma w msh aja nglakuin..
ya AIIah jauh kan tommi dari godaan syaitan yg terkutuk
Comment by TomMI — Sunday, 28 September 2008 @ 2:57 am
Ass.
saya sejujurnya kepengen bgt melakukan sifat2 terpuji-Nya dan meninggalkan larangan-larangannya-Nya, tapi saya ini tipe orang yg suka bgt disayang, dipeluk, dicium, dipegang tangannya, disentuh (tapi bukan bibir yg dicium sm bukan bagian2 dari tubuh yg memang diharamkan untuk disentuh yg disentuh)sm keluarga saya dan sama teman2 sesama jenis saya, dan saya g pernah kaya gtu didepan umum sama pacar saya, saya sekarang lagi punya pacar sudah mau 22 bulan, selama 21 bulan kebelakang saya dan pacar saya selalu sayang2an, setelah bulpus kemaren dia bilang klo dia g mau sayang2an lagi, karena dia takut, saya ga bisa ngapa2in karena emang dia benar, tapi karena emang saya dasarnya suka disayang jadi saya agak berat hati ngelakuinnya, saya sakit hati jadinya, tapi ya iyalah saya juga takut, saya butuh dia, saya butuh kasih sayang dia, saya ngerasa kaya bukan pacarnya, apalagi sekarang saya baru tau kalau pacaran itu haram, hehe, saya jadi kesel sebenernya, hahahaha, saya jadi kehilangian, saya g mau lebih dari itu, selama ini kita juga tau batasan2nya dan saling mengingatkan untuk beribadah , saya mau g ngelakuin hal2 itu dgn ikhlas karena saya sayang sm pacar saya, karena takut sm Allah, dan emg buat kebaikan saya sendiri juga, tapi ini g membuat hubungan saya dgn pacar saya jadi lebih baik, malah memburuk, saya pgn sama dia sampai mati, hihihi, gmana ya caranya biar saya bisa ngelewatin masalah ini, dan biar pd akhirnya semua orang jadi senang, hihihi, apakah klo kita sayang2an benar2 berdasarkan rasa sayang yg tulus tanpa pikiran negatif juga tetep haram? sekarang saya benar2 tobat, minta ampun sama Allah, saya bukan orang baik, g lebih baik dari pada pacar saya, saya salah seperti ini, g tau deh kenapa saya seperti ini, saya pgn sm dia dan mempertahankan ini gmana pun caranya, please help secepatnya, karena saya udah g kuat dan cape, apalagi masih ada masalah2 yg lain antara saya dgn pacar saya, trimakasih banyak, Ass.
Comment by karima — Friday, 3 October 2008 @ 11:19 am
assalamualaikum w wb
sbnrnya aku sgt ign trlihat indah d mata TUHAn
aku gag ngrti sm idup qo,aku tpe ank yg krg trllu mmprhtkan largn2 tuhan, malh srg mlkkn larangn ny itu, tp ju2r d hti aku bgtu bsr rsa ign brtbat, dan dlm hal pcaran sndi conth ny. . .
aku tw gya pcran ku sdh mlbhi btas dlm islam, aku tw zina itu apa tp knp aku msh mlkkn ny, n pcr ku jg tw tp gak tw knp itu msh aja kjdian, km srg pgangan tgn, du2k brdktan, brplukan bhkan kt2 cium sekali pun
aku sungguh bingung hrs bgaimana aku sdh brusha tp knp dri ini bgtu bdoh, aku kdg menangis meratpi kbdhan yg ak lkkan, tp ak tw gak da gnany aku nangs tnp prtbtn tp aku hrs bgimana, akulelah trs brbwt dosa, TUHAN TUNJKAN JLN yg lrus. . . kpda teman2 yg mmbca ini tlg n sya mhon brikan sya solusi karna sya sgt brhrp sya bs sesuci org2 muslim yg bgtu indah d mata Tuhan, sya ign mnjdi slh stu muslimah yg kelak ada dlm surga firdaus ny, yg mnjdikan islam sbgai tauladan manusia. . .
amin wass
Comment by anty — Sunday, 5 October 2008 @ 4:58 pm
msh adakah ampun-NYA untuk ku
Comment by anty — Sunday, 5 October 2008 @ 5:01 pm
apa aku hrs meninggal kan pcar ku tp knp rasa syang yg ada di hati ini mengalahkan segalany.
Comment by anty — Sunday, 5 October 2008 @ 5:03 pm
it’s so best…
Allahuakbar..
hidup jomblo…
Allahuakbar…!!
Comment by yulfi — Wednesday, 8 October 2008 @ 9:40 am
Rasanya susah ninggalin pacaran…
Comment by Dedi — Wednesday, 8 October 2008 @ 5:44 pm
Ya Allah Ya Tuhan ku maka kuatkanlah dan kokohkan iman diriku supaya jauh daripada hal yang bertentangan denganMu
Comment by Bagus — Saturday, 11 October 2008 @ 9:35 pm
ni baru betul!!!!!!!!
gw suka gaya lho
Comment by tofa — Tuesday, 21 October 2008 @ 7:12 am
Nikah tuh enak semuanya halal….mau tidur berdua pun halal dan dapat pahala lagi…nikah yuk…
Comment by miranda — Monday, 27 October 2008 @ 2:35 pm
Alhamdulillah, meski banyak saudara/i yang telah terlanjur pacaran, ada yang berniat taubat. Semoga Allah membimbing saudara/i sekalian. Ingatlah, sesungguhnya Allah yang Maha Membolak-balikkan hati, Ia memberikan hidayah bagi yang Ia kehendaki. Sesungguhnya dunia yang fana ini hanyalah tempat kita singgah untuk sementara layaknya seorang musafir yang singgah dibawah pohon teduh ketika melakukan perjalanannya yang jauh ke tempat tujuannya. Nikmat yang terasa dapat melenakan dirinya untuk berlama-lama diam di bawah pohon tersebut, akan tetapi bila ia tidak melanjutkan perjalanannya, niscaya ia tidak akan sampai pada tempat tujuannya karena ketika malam tiba, perampok dan binatang buas akan mengintainya. Tahukah kita tujuan kita hidup di dunia ini, yakni SYURGA akhi/ukhti sekalian.
Wassalamualaikum
Comment by akhmad — Wednesday, 29 October 2008 @ 10:19 pm
wah, g jdi pacaran dech, takut dosa
baiknya nikah ja,justru semua di halalkan..
Comment by wahyu — Saturday, 15 November 2008 @ 11:00 am
sebelum pacaran fikirlah terlebih dahulu. karena itu sebaik-baiknya orang yang berfikir
Comment by imron — Tuesday, 18 November 2008 @ 7:58 pm
“PACARAN” adalah Pakai Cara Nasrani…
jadi unutk apa pacaran??? kalau sudah jelas pacaran mengikuti gaya nasrani!!
Comment by firda — Wednesday, 19 November 2008 @ 12:22 pm
he,,
lebih baik pikir belajar dulu baru pacaran,,,
pacaran mah urusan belakangan,,
jodoh kan sudah di tangan Allah SWT,,,
AWAS,,hati22 dengan pacaran,,,bisa membawa ke kemaksiatan
Comment by Ipul — Wednesday, 19 November 2008 @ 4:37 pm
Assalamualaikum akh, meman benar hukumnya pacaran itu haram, tapigak banyak jua remajaa yan slah tafsir tentaang pacaran yang islmi(baca: stlah menikah) itu bisa dilkukan sebelum menikah dengan alsan pengen tahu lebih jauh ttg doi
Comment by renni — Friday, 21 November 2008 @ 2:07 pm
meqom…
salm kenal sahabat muslim/muslimah semuanyaaaaa,,
pacaran dalam islam memang tidak dibolehkan,apalagi pacaran,sebenarnya salaman sama laki2 yang bukan muhrim kita ja ngk boleh.
tp entah kenapa muda-mudi sekarang ngk jaman lagi kayak gitu,kena sich………??????????
dalam islam cuma ada ta’aruf,
so langsung nikah ja biar pacarannya halal.key
Comment by chy chy — Monday, 15 December 2008 @ 11:15 am
waduh………..
gawat, gmn ne yang uda terlanjur pacaran????????
apakah langsung di putusin ja?????
Comment by evin — Tuesday, 16 December 2008 @ 2:44 pm
Huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
gmna neeeeeee….kok q jd tkut,,,???tp q kn da terlnjur cnta,,,tyuz gmn neee solusinya??????????????????????????????????????
Comment by fiftin — Tuesday, 16 December 2008 @ 2:48 pm
jadi tambah ngerasa banyak dosa nih, tapi thanks dengan ini memotivasi menjaga hubungan aku dengan laki yang bukan maahramku.
Comment by eting — Thursday, 18 December 2008 @ 8:37 pm
kita bicara bukti aja yah..orang hamil diluar nikah karn pacaran kan awalnya….dan riset membuktikan setiap tahun pesantren hidayatullah melakukan perkawinan massal tanpa pacaran,sudah puluhan tahun samapai saat ini belum satupun ada yang cerai..berapa banayak orang yang pacaran bertahun2 akhirnya mereka cerai juga..jadi pacaran nggak menjamin kita mengetahui watak calon istri kita..karna pada waktu pacaran kadang untuk menambah rasa cintanya…semua yang ditampakan yang indah2 saja,,,coba pikir lagi deh ok,,,thanks
Comment by madix — Sunday, 21 December 2008 @ 8:38 am
AL-HAMDULILLAH, SEMOGA SETIAP ORANG YANG MEMBACA MENGERTI DAN MAU MEMAHAMI APA YANG ANDA TULISKAN,,,,,,,,,,,
Comment by alanshar — Saturday, 3 January 2009 @ 6:47 am
“Barangsiapa jatuh cinta kemudian dia menahan diri supaya tidak berbuat maksiat hingga ia mati karenanya, maka Allah akan menganggapnya mati syahid” (Al-Hadits)
Comment by Hamba Allah — Wednesday, 14 January 2009 @ 2:52 pm
Ingatlah kamu,jika kamu di suruh memilih antara dosa dan pahala kamu pasti akan memilih pahala, maka tnggalkanlah pacaran karena Allah
Comment by abdul — Wednesday, 14 January 2009 @ 2:57 pm
pacaran menurut aku pribadi seeh enggak tahu hehehe cz enggak pernah ngaji seeh
tapi yang pasti pacaran itu enggak ada dalam islam cz setahuku tunangan terus nikah. nah setelah nikah tuh (setelah akad)baru kita halal berpacaran dengan istri kita
Comment by nizar — Sunday, 18 January 2009 @ 3:19 pm
oooo…begitu ya hukum pacaran dalam islam,aku baru tau karena selama ini aku hanya tau lewat penuturan nenekku yang mengantakan klo kita sebagai seorang muslimah harus bisa menjaga jarak terhadap laki-laki dan tak ada kata pacaran dalam agama islam
Comment by Arina — Thursday, 22 January 2009 @ 5:00 pm
Aslmkm. Mz q prnh dgr kty klo pcran tjuany tk mmprsiapkn prnikahan boleh? Bner g sih? Tlg jwb yc,q tgu..wass..
Comment by Yulia — Monday, 26 January 2009 @ 1:33 pm
astagfirullohhalazhim3x, ampunilah aq ya Allah.jdkankah detik ini sebagai tobatku,ampunilah aq yaAllah………..amin……
PACARAN ITU HARAMMMMMMMMMMMMM
Comment by hamba Allah — Saturday, 31 January 2009 @ 3:24 pm
waduh…. dah lama g pacaran sejak sama, skrng dah smtr 6 terlalu sibuk kuliah + kerja…
skrng maunya pacaran lagi… kok baca artikel ini jadinya pikir2 ulang…. xixi…
kerja lagi ah… biar g nginget pacaran ntar langsung nikah aja… meskipun pacaran tp g lama2 biar dosanya juga g numpuk…
amin…
Comment by rio — Saturday, 31 January 2009 @ 10:05 pm
okay ,,,
thanks yaw,,,,
Comment by eicha — Friday, 6 February 2009 @ 2:25 pm
Asslmkum..ya akhi ya ukhti,kita dpt pelajaran yang berharga.mari kita gunakan ilmu yang sdh kita baca dari artikel di atas yaitu apabila kita sudah mampu untuk menikah mka hendaklah menikah.tp klo blm mampu tuk menikah maka berpuasa.ok!!!smga Allah SWT slalu melindungi kita dari kemaksiatan.Amin…..
Comment by bagus muslim — Sunday, 8 February 2009 @ 10:24 am
dalam islam tidaklah ada pacaran,karena pacaran itu adalah budaya dalam barat.kita telah terkontaminasi dengan ajaran barat, melalui budaya popnya.
Comment by rahim — Tuesday, 10 February 2009 @ 3:59 pm
” Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim,laki-laki dan perempuan yang mu’min, Laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar ”
” Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rosul_Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rosul_Nya maka sungguhlah ia telah sesat, sesat yang nyata”
( Q.S Al.Ahzab 35-36 )
Comment by Bani — Saturday, 14 February 2009 @ 11:18 am
Saya bingung.. Hidup di dunia modern kayak gini gimana bisa hidup tenang.. Sedikit2 lihat cewe’ Ada solusinya?
Comment by 2121 — Wednesday, 18 February 2009 @ 9:54 pm
LAU DALAM ISLAM PACARAN ITU GA BOLEH.AKUI AJ LAH KALAU SEDIKIT BANYAK PASTI ADA HAL2 YG BAKAL MENDEKATI ZINA DALAM PACARAN.PADAHAL LAU SALING MEMANDANG LEBIH DR SKALI AZ UDAH DOSA,APALAGI YG LEBIH DARI ITU.AWALNYA SI Q JUGA AG SUSAH NERIMA KENYATAAN(HHE),,,PI YA MAU GIMANA LAGI..MENDINGAN NAHAN DIRI BUAT KESENANGAN SESAATKAN..RI PADA MENYESAL DI AKHIRAT NANTI.LAU ORG YG KITA SAYANG ITU JODOH KITA,GA BAKAL LARI KEMANA JUGA KO’..
Comment by ka2O — Sunday, 22 February 2009 @ 1:35 pm
Kalau aku sih cari duit dulu, pacaran ? mm nggak penting banget,yang penting fokus cari duit sebanyak - banyaknya, baru nikah…mantabz kan?
Comment by Aziz — Wednesday, 25 February 2009 @ 11:59 pm
assalamualaikum
nama saya putra, saya mau tanyak ni.
trus bagai mana bila mau menggungkapkan kepada seorang wanita bahwa q sayang ma dia?
Comment by putra — Tuesday, 3 March 2009 @ 11:25 pm
pacrn thu mnrtq g’ bgthu pntg qta kan dh ad tgdir… dg siap jdh kita
Comment by mamad — Thursday, 5 March 2009 @ 9:51 am
assalamu ‘alaikum wr.wb.mkasi atas pndapatnya saudara2.mkanya saya sekarang tetep JOMBLO.tapi sekarang pengen banget nikah sih,,,heheheheheh
Comment by dunkerz — Wednesday, 11 March 2009 @ 12:06 am
Memang benar… perpacaran tak halal. Tetapi halal perempuan berpikir suami siapa bisa nafkahkan mereka dengan baik.
Comment by Daud — Thursday, 26 March 2009 @ 7:14 pm
TULISAN YANG CUKUP BAGUS, SAYA AMBIL YAH..UNTUK TEMAN SAYA.
Comment by SIRAJUDDIN — Friday, 10 April 2009 @ 4:03 pm
kebanyakan anak muda skrg memang sgt mementingkan nafsu birahinya saja………bahkan mgkin mrk mganggap dosa yg mrka lakukan adlah suatu kenikmatan.nanguzubillah,,,,,,,,
Comment by RIZMA — Wednesday, 15 April 2009 @ 4:34 pm
Assalamu’alaikum
buat smua kalangan para ukhti & akhi.
memang pacaran dalam ISLAM diharamkan,namun menurut pendapat saya, kemajuan teknologi dan kemunduran moral mempengaruhi cara berfikir dan bertindak seseorang.pendapat ini, saya sesuaikan dengan keadaan saat ini.
” pacaran silahkan, tapi harus tahu norma2 yang dilarang agama. silahkan keluar berdua, tp carilah tempat ramai. Begitu juga dengan sentuhan, boleh bersentuhan asalkan jangan sedikitpun terbersit NAFSU dipikiran antum. Apabila antum tak bisa mengendalikan NAFSU, jg coba2 bersentuhan. Seandainya antum ada NAFSU seperti titik sekalipun, itu yang diharamkan. disitulah batasan agama berlaku.
Jika antum menginginkan lebih dari itu, misalkan berciuman, bahkan brhubungan layaknya suami istri, silahkan, boleh2 saja.
Asalkan ALLAH tidak melihat.
Wallahu a’lam bisshowab.
Comment by Nova dwi darmadi — Sunday, 19 April 2009 @ 6:51 pm
08563011368
Comment by Nova dwi darmadi — Sunday, 19 April 2009 @ 6:53 pm
sama spt 100. bgmana cara yg aman & baik utk menyatakan rasa suka kpd seseorang?
Comment by rezha — Saturday, 25 April 2009 @ 10:54 pm
saya juga mahu tahu jika pacaran tetapi tidak berkhalwat atau bersentuh-sentuhan, adakah boleh?? Dan juga apakah maksud pacaran di sini,adakah berkahlwat ataupun apa??
Dan maknanya kita tidak boleh berkawan dengan lawan jenis??
Comment by QQ — Monday, 11 May 2009 @ 8:19 pm
assalamualaikum
sungguh bermanfaat sekali
jazakumulloh khairan kastiron..akhi………..
afwan akh ijin ngopi y???
sykron jzkllh
Comment by syarul — Friday, 22 May 2009 @ 10:57 am
sLamat pagi cinta,,
bagi temen2 yang masih berpendapat pacaran itu gPP, gak haram, asal masih wajar2.
maka tanyakanlah kepastiannya langsung pada ALLah dalam shalat mu.
jika sudah benar2 mendapatkan damai dan nikmat iman, maka teman2 baru bisa berpendapat lagi.
siLahkan mencoba.
, nikmati rasa itu dengan dzikir menyebut ayat-ayat cinta. bersyukurlah dengan rasa itu. jagalah hingga rasa itu menjadi pahala dan surga bagimu.
aLLah maha ADIL. jika teman2 ada yang merasa tersiksa dengan rasa cinta yang tidak dapat diungkapkan, maka tersenyumLah
aLLah maha pengasih dan penyayang.
bismiLLah yah..
Comment by muni — Friday, 29 May 2009 @ 8:36 am
Maha Suci Allah…. salam Ta’arUf….. wsslm wr wb….
Comment by Erwin winata — Saturday, 30 May 2009 @ 3:56 pm
BAGI SIAPA SAJA YANG BETUL2 INGIN MENCARI BAGAIMANA SOLUSINYA.KETAHUILAH SESUNGGUHNYA SYARIAT ISLAM INI SUDAH SEMPURNA DAN BERLAKU SAMPAI KIAMAT.UNTUK ITU COBALAH PAHAMI AJARAN2 ISLAM YANG SUCI INI DARI KELUARGA NABI YANG DI SUCIKAN OLEH YANG MAHA SUCI(AL AHZAB:33)YAITU AHLUL BAYT NABI.
Comment by RUSDY — Sunday, 31 May 2009 @ 2:26 am
makasih buat infona…ternyata mang jaga diri saat pacaran susyah banget yah…ada ajah godaannya
Comment by Miss anggie — Tuesday, 2 June 2009 @ 9:23 pm
wah bagus artikelnya………say no pacaran, say yes maried he..he…
Comment by khusnul — Thursday, 4 June 2009 @ 2:56 pm
pacaran tidak haram, yang haram perbuatannya, so suatu perbuatan yg dikerjakan jika membawa pelakunya pada perbuatan yang dosa maka perbuatan itu juga dosa dilakukan, artinya pekerjaan pacaran itu juga haram….. kali yea….
Comment by asep — Friday, 5 June 2009 @ 7:55 am
jka pcran tp g prnah ktmu cma smsan byasa.jstru slig mgigatkan pa tu hram???
Comment by iis — Monday, 8 June 2009 @ 2:09 pm
ass,,,
saya mau tanya nikas sama cucunya kaka ibu boleh tidak
Comment by WAWAN — Thursday, 2 July 2009 @ 11:06 am
asslmlkum. WW LB BGUS SAHABATAN J KL INGIN MNGNAL 1 SM LAEN. MW CR KBENARAN CRLH DLM AL-QUR’AN & HADIST SAHIH
Comment by Heriansyah YHidayat — Sunday, 19 July 2009 @ 10:13 am
wah banyak jg yg comment…..mnrut w isi artikelnya jelas banget dan gampang untuk di pahami,tapi w yakin tu semua gak gampang tuk dijalani…bahkan mungkin dari 119 komentator,hanya satu dua orang saja yang bisa jalanin aturan pacaran yang benar,seperti yang di jelaskan dalam artikel ini…[termasuk penulis,dan nara sumber]………..yach gak..??? smoga za kita semua diampuni oleh allah swt….
Comment by yuhi — Friday, 7 August 2009 @ 6:49 pm
Asslm,semoga Allah memberi ampunan kepada saudara kita yang melakukan zina…lebih baik ana siap2 tuk nikah….
Comment by Darma — Monday, 7 September 2009 @ 8:13 am
alhamdulillah,, kini sy mrsakan ktenangan stlah membca artikel ini. bgtu bnyak kslhan2 yg sy lakukan selama ini dalam menjalani hubungan.. smoga Allah SWT mengampuni smua k keliruan saya..
Comment by al fakir — Saturday, 12 September 2009 @ 2:43 pm
jodoh ditangan tuhan cari yang aman selama tidak melanggar batasan yang telah ditetapkan oleh ajaran Islam
Comment by rhesa — Friday, 25 September 2009 @ 1:17 pm
aku bingung
Comment by a — Saturday, 26 September 2009 @ 12:23 pm
Assalamualaikum Wr. Wb.
Memang benar, Pacaran tidak ada dalam Agama Islam. Saya, awalnya juga merasa tidak nyaman dengan pernyataan itu, namun akhirnya saya bisa mengerti, pacaran itu, apalagi jaman sekarang, lebih mendekati Zina daripada pahalanya. saya juga sedang berusaha untuk bisa menerapkan hal ini dikehidupan saya, mengingat saat ini saya sedang dekat dengan seorang ikhwan dan dia seorang muslim yang menentang pacaran.. Terima kasih banyak, artikel ini membuka mata dan hati saya, jadi saya bisa menghargai keputusan dia untuk tidak berpacaran, tetapi berteman saja dan begaul secara wajar menurut syariat islam.. Terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Comment by Dian Eka — Monday, 28 September 2009 @ 3:08 pm
Ass..
Saya tak pernah pcrn sedari SD mpe SMP kelas III(sekarang)..
saya sedang menyukai seseorg.. dan sering berfantasi dgnnya misalnya : bisa pcrn dgnnya, bisa jalan bareng dngnnya.. tidak lebih hanya itu sajja.. apkh itu jga termasuk Zina ???
tolong di jawab yaa.. Terimakasih…
Comment by Natasha — Tuesday, 27 October 2009 @ 1:41 pm
oya bagi admin ni..klo seandainya ni kita lagi suka sama seseorang ni,,tentunya kita lakukan pdkt dulu kan..tapi disini pdkt nya bukan untuk pacaran, melainkan untuk mencari istri yang betul, yang menghargai kelebihan dan menerima kekurangan kita, begitupun sebaliknya..apakah proses ini diharam dalam islam..setau saya pdkt dalam islam dilakukan setelah pasangan kita itu tau klo kita ingin melamarnya..monggo dijawab.oya salam kenal ni.aku bru ngeblog,mampir keblog ku ya.
Comment by Sabato — Sunday, 22 November 2009 @ 8:52 pm
asalamualikum wr.bw
banyak larangan dalam berpacaran,sebagai orang yang beragama islam harus menaati bila ingin menjadi yang terbaik dalam pandangan allah SWT,mEmang berat bila kita mengetahui akan cara-cara yang baik dalam islam.Tapi Dari semua itu bila dijalani dengan baik dapat dengan mudah dijalani.kalau begitu caranya kasih sayang,taaruf,khitbah,nikah.hehehehe…..
wasalam
Comment by putry — Monday, 23 November 2009 @ 2:17 pm
asalamualikum wr.bw
banyak larangan dalam berpacaran,sebagai orang yang beragama islam harus menaati bila ingin menjadi yang terbaik dalam pandangan allah SWT,mEmang berat bila kita mengetahui akan cara-cara yang baik dalam islam.Tapi Dari semua itu bila dijalani dengan baik dapat dengan mudah dijalani.kalau begitu caranya taaruf,khitbah,nikah.hehehehe…..
wasalam
Comment by putry — Monday, 23 November 2009 @ 2:20 pm
assalm..
kl kit pacaranny dr smp tapi ada keseriusan antar keduanya itu gmana??
Comment by valentina wijayannto — Tuesday, 22 December 2009 @ 2:49 pm