Detik-detik Sakaratul Maut Rasulullah SAW
Inilah bukti cinta yang sebenar-benarnya tentang cinta, yang telah dicontohkan Allah SWT melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit mulai menguning di ufuk timur, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayapnya.
Rasulullah dengan suara lemah memberikan kutbah terakhirnya, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, al-Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.”
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasul yang tenang menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. “Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Di saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk.
“Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah.
“Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah.
Fatimah menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut telah datang menghampiri. Rasulullah pun menanyakan kenapa Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.
Tapi, semua penjelasan Jibril itu tidak membuat Rasul lega, matanya masih penuh kecemasan dan tanda tanya.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak, sepeninggalanku?”
“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril meyakinkan.
Detik-detik kian dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan-lahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakitnya, sakaratul maut ini.” Perlahan terdengar desisan suara Rasulullah mengaduh.
Fatimah hanya mampu memejamkan matanya. Sementara Ali yang duduk di sampingnya hanya menundukan kepalanya semakin dalam. Jibril pun memalingkan muka.
“Jijikkah engkau melihatku, hingga engkau palingkan wajahmu Jibril?” tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril sambil terus berpaling.
Sedetik kemudian terdengar Rasulullah memekik kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku,” pinta Rasul pada Allah.
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali pun segera mendekatkan telinganya.
“Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“Ummatii, ummatii, ummatiii?” Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran kemuliaan itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya. Seperti Allah dan Rasul mencintai kita semua.
________________
Source : Search Engine, Islamic Site …











…dan Umar pun yang sedari tadi ada di masjid dekat kediaman Rasul, masih tak percaya kejadian ini…..
Comment by diditjogja — Thursday, 17 May 2007 @ 5:20 pm
Subhanallah sungguh agung aklhak Rasulullah.
wahai saudara ku, sungguh sangat hina sekali jika kita senantiasa ingkar dengan ajaran Rasulullah kepada kita, sungguh memalukan jika di dalam hati kita tidak pernah ada rasa cinta kepada Rasulullah, sedangkan di akhir hayat beliau masih saja memikirkan tentang keadaan kita. bershalawat lah selalu untuk beliau.
Comment by eko — Sunday, 20 May 2007 @ 2:40 pm
hallooo…….salam kenal
hiks2..bener2 terharu ama kepribadian Rasulullah yang ..haduuhh apa yaa?! sampe spechless nie..
semoga aja kita bs menjadi umat yang berjalan di jalan 4JJI, amiiin
Comment by tya — Friday, 25 May 2007 @ 9:38 am
Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi…
Hmm..rasanya sudah beberapa kali membaca artikel ini, tapi tiap kali mebacanya selalu saja terkenang, terbayang tentang apa yang terjadi masa itu…
Terasa seperti pernah berada pasa detik-detik itu.
Sungguh mulia akhlak Rasulullah saw hingga kita dapat merasakan suatu ‘jalinan’ dengannya walau tak pernah bersua.
Semoga 4jji memberi kemuliaan bagi orang2 yang telah meniti jalan, menulis dan mengingatkan kita akan kemuliaan Rasulullah saw
Comment by kaptenvu — Saturday, 26 May 2007 @ 8:55 am
ass.bca ja.mdh2n bisa menanmbah semangat ibadah kita.
Comment by syaikhul islam — Thursday, 31 May 2007 @ 6:28 pm
ass.ni ada sdkt tulisan ,hehhe,mudah2an bisa menambah kekhusu’an kita dalam beribadah.
Comment by syaikhul islam — Thursday, 31 May 2007 @ 6:30 pm
asstaufirullahhaladzim subbahannallah ak atak bsai comment apa2 kecuali ’segeralah taubat dan sadar bahwa kita manuasia di dunia hanya sekedar numpang minum istilahnya dan tidak ada apa2 nya sebenarnya dunia ini kehidupan kekal abadi akan kita jalani itu pasti semoga ALLAH.SWT membuka pintu taubat untuk aku dan kaliam semua umat manusia islami AMIN YA RABAL ALAMIN
Comment by inung — Thursday, 7 June 2007 @ 12:32 am
Boleh saya copy paste, Mas?
Comment by weeween — Wednesday, 13 June 2007 @ 10:53 am
Ya Rabb, izinkanlah hamba yang berlumur dosa ini menjadi golongan hamba Nabi Muhammad SAW. perkenankan lah hamba memeluk dan menatap wajah kekasihmu Rasulullah SAW di Syurga-Mu kelak. tiada kenikmatan terbesar yang hamba rasakan kecuali dapat melihat wajah-Mu di Syurga nanti. Amin Ya Robbal Alamin. thank’s banget buat penulis artikel ini, semoga Allah merahmati engkau dengan kasih sayang-Nya. Amin
Comment by anggi — Monday, 18 June 2007 @ 2:09 pm
ASS. WR. WB..
YA ALLAH,SUNGGUH BESAR NYA KAU
KAU CIPTA KAN RASUL2 YG BEGITU BAIK KEPADA KAMI…
AKU BERSYUKUR BGT BISA MEMELUK AGAMA YANG KAU RIDHOI…
SELAMA INI AKU KURANG PEDULI DGN AGAMA INI TAPI SETELAH AQ BACA ARTIKEL TADI RASANYA AKU SANGAT BANGGA KEPADA RASUL KU…DAN BETAPA SAKITNYA KEJADIAN SAKARATUL MAUT YANG MENIMPA ORANG2 YANG JAHAT
Comment by NEYSCHA — Monday, 16 July 2007 @ 10:55 am
ya.allah…di saat rasul hendak meninggalkan kita buat selama-lamanya,beliau masih menyebut..umatku,umatku,muatku…..sedarlah wahai manusia,tiada yang lebih mulia dari beribadat kepada allah swt dan selawat ke atas rasulullah saw….
Comment by dee — Sunday, 29 July 2007 @ 10:43 am
betapa mulianya Nabi Besar Muhammad Rasulullah SAW selama hidup beliau selalu mengajarkan kebaikan amal sholeh dan menganjurkan umatnya selalu untuk ingat kepada Allah SWT. Disaat ajal mau menjemput, beliau masih memikirkan umatnya.
Kenapa Saat ini banyak umat nya yang lupa akan ajaran nya. Kenapa…!!!
Apakah kita ini sebagai umat nya tidak takut akan siksa Api Neraka…
Bertobat lah kita semua, mulailah menuju jalan kebenaran yaitu: JALAN MENUJU SURGA ALLAH SWT.
Comment by didit_tts smg — Tuesday, 31 July 2007 @ 1:17 pm
Akankah aq kuat bila sang sakatul maut menjemputq, Tuhan ringankanlah dan mudahkanlah bila sang sakarotul menjemputq.
Comment by Usy — Thursday, 16 August 2007 @ 9:55 am
ya Allah alhamdulillah aku menganut agama yg kau ridhoi dan mempunyai Rasul yg sangt mencintai umatny.limphknlah rahmatmu kepadanya,dan ampuni dosa2ku limpahkanlah kepadaku dan saudara2ku yg muslim rahmatmu,,sehingga tdk lalai akan solat dan selalu mencintaimu ya Allah dan rasulMu
Comment by mia — Monday, 27 August 2007 @ 5:54 pm
Allah maha besar dengan segala keagungan-Nya…ampuni dosaku dosa kedua orang tuaku dan selamatkan kami dari siksa api neraka.jadikan kami orang2 yang beriman dan selau dalam petunjuk-MU seperti Muhammad SAW.tempatkan kami bersama Dia Ya Allah…kami adalah debu dihadapan-MU….
Comment by lujeng — Monday, 17 September 2007 @ 3:18 pm
Ass wr wb,
Sdh bbrp kali mbaca artikel ini, setiap kali mbaca air mata keluar tdk tertahan. Ada rasa rindu ingin segera bjumpa dg Rosulullah dan menghadap Allah SWT. Ada rasa takut nilai amal ibadah jauh dibawah takaran dosa.
Ya Allah, bimbinglah hamba-Mu ini agar khusnul khotimah di hari terakhir itu.
Comment by Ruddy Suwandi — Tuesday, 18 September 2007 @ 9:43 am
Subhanallah sangat…sangat..sangat mulia Nabi kita… sampai sakaratulmaut masih cinta terhadap umatnya…Allah hu akbar
Comment by Dadi Supriadi — Tuesday, 18 September 2007 @ 1:52 pm
Akankah kita mampu meneladani pengorbanan yang begitu besar dari Rasulullah ? Sungguh betapa besar kemurkaan Allah bagi siapa yang tidak mampu mengambil keteladanan Rasulullah
Comment by sartono — Friday, 21 September 2007 @ 2:36 pm
subhanallah segala puji hanya untuk Allah SWT, sungguh mulia Nabi kita, terimakasih ya Allah Engkau telah mengutus Rasul yang sangat,sangat sangat mulia,terimakasih saudaraku yang telah menulis artikel ini, semoga menjadi amal yang sholeh disisiNya.
Comment by suyanto — Sunday, 23 September 2007 @ 5:34 pm
Subhanallah..Allahu Akbar!! Laillaha illalah Muhamadarraulullah….
Comment by Rinee — Wednesday, 26 September 2007 @ 4:24 pm
Ya rosulullah…betapa kami rindu padamu…
Comment by lisa nazla — Thursday, 11 October 2007 @ 8:49 pm
bee a good moslem or dies syuhada…………..
Comment by hamba allah.... — Saturday, 3 November 2007 @ 2:15 pm
ya allah kekasih mu saja saat di cabut nyawanya sakit apa lagi hamba yg setiap hari berbuat dosa,
be good moslem forever
Comment by faryadi — Saturday, 24 November 2007 @ 10:45 pm
Subhanallah begitu besar cinta rasul kepada umatnya, semoga setiap langkah, setiap kata, tingkah laku, sikap adalah ibadah dan senantiasa mendapat ridha Allah, smoga senantiasa menjadi hamba dan umat yang berada di jalanNya.
Comment by juniarti — Thursday, 29 November 2007 @ 2:03 pm
Ya itulah saudara tidak ada nabi lain kecuali Mohammad SAW yang proses kematiannya sangat menyakitkan dan sulit, itu membuktikan bahwa sebenarnya Mohammad itu utusan Alloh ato bukan..hik..hik..
Comment by rudi — Friday, 11 January 2008 @ 2:23 pm
Saya pikir saudara harus membuka lagi hadits yg shahih mengenai 2 perkara yg diwariskan oleh Rasulullah. Sudah banyak org yg melakukan study pd hadits tsb, dan ternyata ada kesalahan fatal pd redaksinya. Memang sungguh mengherankan hadits yg begitu populer ternyata sdh dipelintir.
Comment by nothing — Friday, 18 January 2008 @ 1:53 pm
Apabila terkenang akan Rasululloh….maka terkagumlah hati ini, karena kemuliaan beliau….
sungguh….engkau benar2 insan pilihan yang sangat kami agungkan dan sayangi……..
Terimakasih Yaa Rasull, engkau telah cintai kami denga sepenuh hatimu…
Comment by Ariani Dwi Asmorowati — Saturday, 26 January 2008 @ 10:00 am
bila kita bisa merasakan betapa sakitnya saat-saat itu, mungkin kita akan berfikir 1000X untuk melakukan dosa. moga kita ingat pesan Rasulullah SAW, dan bukan hanya ingat tapi harus menjalankan.Kita yang akan merasakan apa yang kita kerjakan selama ini,,,,, Shalawatlah untuk mendapatkan syafaatnya. Moga kita bukan termasuk golongan yang jauh dari cahaya Allah dan Rasulullah.
Comment by yuyun — Wednesday, 6 February 2008 @ 3:02 pm
Astaghfirullah…. hamba-Mu ini tlah bnyak melakukan dosa…. ampunilah hamba-mu ini ya Rabb… Sholawat dan salam always tercurah atas Rasulullah…
Comment by jamil — Sunday, 10 February 2008 @ 10:22 pm
Matius 24:14
“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
Comment by Felik — Friday, 14 March 2008 @ 1:24 pm
bersyukurlah, dengan cara mengikuti sunnahnya
Comment by Juanda — Monday, 24 March 2008 @ 9:18 am
ALLOHUMMA INNI AS’ALUKA HUBBAKA… WA HUBBA MAN YUHIBBUKA… WAL’AMALALLADZI YUBALLIGHUNI HUBBAKA… ALLOHUMMA J’AL HUBBAKA AHABBA ILAYYA MIN NAFSI WA AHLI WAL MAAIL BARID
Comment by fery — Friday, 25 April 2008 @ 3:06 pm
aku sangat mencintai nabi,maka setiap hari kelahiranya,aku peringati dg MAULID NABI.cinta MAULID=CINTA NABI
Comment by bajay — Thursday, 1 May 2008 @ 3:38 am
Subhanallah… Aku akan terus berusaha mencintaimu wahai Rasulullah. engkau telah membukakan hatiku, untuk kembali kepada Allah SWT
terima kasih
Comment by anisa — Sunday, 4 May 2008 @ 7:32 pm
Subhanallah…bukakanlah pintu tuabat kepada hambamu yang penuh dosa ini
Comment by bahtiar — Tuesday, 6 May 2008 @ 1:28 am
dan kesempurnaan akan didapat dengan kecintaan kita kepada ALLah atas ALQur’an, dan kecintaan akan timbuL jika kita mengikuti sunah RasuLLNya.
Comment by ayoeng — Wednesday, 28 May 2008 @ 1:14 pm
suBhanaLLah….
aiR maTaq meNgaLir saat meMbaca iNi,
beTapa ciNtanya Rasulullah kePada uMat-Nya…
beTapa khaWatiRnya RasuLullah kePda umaT-Nya…
ya RasuL,
beTap kEciL diRi iNi…
beTapa hina diRi iNi…
KeriNduaNq kepadamu tiAda taRa y Nabi…
y RasuL!!!!!!!
y RasuL!!!!!!!
suDiKah Engkau meLihatq naNti????????????
suDikah Engkau meLihat kaUmmu yaNg hiNa iNi??????
y Allah aq SanGat meRiNdukan Rasul-Mu….
aq saNgat mencintai-Mu y Allah…
Comment by Lia siDoarjo — Thursday, 29 May 2008 @ 9:33 am
Astaghfirullah
Benerkah cerita itu? Apa Buktinya Masuk Surga, Wong … dan yang bicara/cerita itu siapa?
Jangan buat cerita yang tidak masuk akal, tapi buatlah agar kaum Muslim banyak berdoa DAN BERZIKIR agar semua masalah bisa terselesaikan di bangsa ini Subhanallah…
Comment by Dd M — Friday, 30 May 2008 @ 4:18 pm
SubhanaLLah. Aku jd tmbh cinta rasulullah.Amin
Comment by mefi — Friday, 30 May 2008 @ 10:56 pm
Allahumma Shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa’ala ali sayyidina Muhammad
Ya Allah, maha baik engkau telah berkenan menciptakan seorang nabi semulia Nabi Muhammad SAW. Tiada yg lbh hamba cintai selain Engkau dan Nabi Muhammad SAW. Tetapkanlah hati ini utk selalu berada dalam jalan-Mu dan selalu membela agama-Mu. Amin!
Allahuakbar!!!
Comment by zo — Monday, 2 June 2008 @ 11:09 am
ALLAHU AKBAR …..
ALLAHU AKBAR …..
TIADA TUHAN MELAINKAN ALLAH DAN MUHAMMAD ADALAH UTUSAN ALLAH ….
ingat….
ingat….
ingatlah itu…..kawan
Comment by Umat Muhammad — Thursday, 12 June 2008 @ 7:11 am
Shalaatullaah Salaamullaah - ‘Alaa Thaaha Rasuulillaah,
Shalaatullaah Salaamullaah - ‘Alaa Yaasiin Habiibillaah,
Tawassalnaa Bibismillaah - Wabil Haadi Rasuulillaah,
Wakulli Mujaahidinlillah - Biahlil Badri Yaa Allah.
Shalaatullaah Salaamullaah - - - - -
Ilaahi Sallimil Ummah - Minal Aafaati Wanniqmah,
Wamin Hammin Wamin Ghummah - Biahlil Badri Yaa Allah
Comment by Umat Muhammad — Thursday, 12 June 2008 @ 7:28 am
kepada Astagfirullah ingin bukti setelah di alam kubur
Comment by NUR — Tuesday, 8 July 2008 @ 3:27 am
Sungguh sangat mulia pribadi Rasulullah, Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai Rahmat bagi seluruh alam semesta. Rasulullah memberi semua panutan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah senantiasa memberikan Syafaat Nabi untuk kita semua. Amin 3x ya Rabbal alamin.
Comment by natsir usemahu — Wednesday, 16 July 2008 @ 6:27 pm
kunfayakuun
Comment by dendy ellion — Thursday, 31 July 2008 @ 9:26 am
sungguh mulia kepribadian Rosululloh, dan kita semua umat muslim wajib meneladaninya amin
Comment by FIRDHAUSA FITRIANTO — Wednesday, 6 August 2008 @ 4:59 pm
subhanallah, betapa mulianya ahlak rosullah bahkan disaat-saat yang terakhirnya ia berpesan untuk tidak melalaikan sholat dan yang ia khawatirkan adalah umatnya dan bahkan ia selalu dengan sabar membing-bing umatnya. betapa malu hati ini akan kasih sayang yang ia berikan pada seluruh umatnya namun apa yan dapa ku lakukan
Comment by ahwat di bandung — Saturday, 9 August 2008 @ 9:04 pm
apakah kita sudah,,,,,,,,,,,,,,,,,
Comment by Ruslin — Monday, 11 August 2008 @ 7:59 am
betapa mulianya akhlak Rosullah SAW, dan Rosullah begitu mencintai umatnya disaat Rosullah dicabut nyawa-Nya pun Rosullah masih mengingat umatnya.
AKU BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN 4JJ DAN
NABI MUHAMMAD ADALAH UTUSAN 4JJ
Comment by Agil — Friday, 15 August 2008 @ 2:30 am
rindu kami pada Mu Ya Rasul…
Comment by yrsyad — Friday, 15 August 2008 @ 7:11 am
IKHWAN SEJATI IS MUHAMMAD SAW
Comment by agenk — Tuesday, 19 August 2008 @ 6:29 pm
Subhanallah, pribadi rasullulah sungguh luar biasa, rindu kami padanya teramat dalam, kejadian detik-detik kematian rasullulah, mengingatkan apa yang terjadi pada suami saya, subhanallah waktu suami saya menghadapi sakaratul maut di bimbing oleh teman2 dan saudara2nya. ruang di rs sakit kala itu sangat kecil, dan gemuruh suara takbir menggema di semua penjuru, tidak ada yang bisa diucapkan selain tetes air mata yang tak berhenti mengalir dan selamat jalan, telah menjadi pendahulu bagi keluarga kami untuk bertemu denganNya dan kekasihNya. Kami Sangat merindukan pertemuan dengannya dan Kekasih Allah di Yaumul Akhir nanti.
Comment by silsi — Friday, 22 August 2008 @ 1:01 pm
Subhanallah, sepertinya malu kepada kekasih 4JJI ini..dan rasanya tdk sanggup utk menatapnya karena lumuran dosa yg telah kubuat selama ini..bergetar hati ini saat membacanya dan semoga hidayah masih mau singgah untuk membersihkan diri ini agar jika nanti bertemu dengan-Nya hamba sanggup untuk menatapnya,,
Comment by ian — Friday, 22 August 2008 @ 4:37 pm
Subhanallah, Yaa Allah Yaaa Roob…..Engkau Maha mengetahui segalanya, ……karuniakan kami ummat Muhammad saw….Akhlak sebagaimana Akhlak RasulMu..itu…………..Amin…………
Comment by Makmur — Saturday, 23 August 2008 @ 9:16 am
subhanallah
Comment by mukhlis M A — Sunday, 24 August 2008 @ 10:39 pm
Semoga kita selalu bisa melaksanakan dan mengamalkan ajaran yang Beliau sampaikan. Amin.
Comment by za — Monday, 25 August 2008 @ 9:24 am
seperti apa ya rupa rasulullah saw…
Comment by misbah — Tuesday, 26 August 2008 @ 10:22 am