Detik-detik Sakaratul Maut Rasulullah SAW
Inilah bukti cinta yang sebenar-benarnya tentang cinta, yang telah dicontohkan Allah SWT melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit mulai menguning di ufuk timur, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayapnya.
Rasulullah dengan suara lemah memberikan kutbah terakhirnya, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, al-Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.”
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasul yang tenang menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. “Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Di saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk.
“Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah.
“Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah.
Fatimah menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut telah datang menghampiri. Rasulullah pun menanyakan kenapa Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.
Tapi, semua penjelasan Jibril itu tidak membuat Rasul lega, matanya masih penuh kecemasan dan tanda tanya.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak, sepeninggalanku?”
“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril meyakinkan.
Detik-detik kian dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan-lahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakitnya, sakaratul maut ini.” Perlahan terdengar desisan suara Rasulullah mengaduh.
Fatimah hanya mampu memejamkan matanya. Sementara Ali yang duduk di sampingnya hanya menundukan kepalanya semakin dalam. Jibril pun memalingkan muka.
“Jijikkah engkau melihatku, hingga engkau palingkan wajahmu Jibril?” tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril sambil terus berpaling.
Sedetik kemudian terdengar Rasulullah memekik kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku,” pinta Rasul pada Allah.
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali pun segera mendekatkan telinganya.
“Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“Ummatii, ummatii, ummatiii?” Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran kemuliaan itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya. Seperti Allah dan Rasul mencintai kita semua.
________________
Source : Search Engine, Islamic Site …















…dan Umar pun yang sedari tadi ada di masjid dekat kediaman Rasul, masih tak percaya kejadian ini…..
Comment by diditjogja — Thursday, 17 May 2007 @ 5:20 pm
Subhanallah sungguh agung aklhak Rasulullah.
wahai saudara ku, sungguh sangat hina sekali jika kita senantiasa ingkar dengan ajaran Rasulullah kepada kita, sungguh memalukan jika di dalam hati kita tidak pernah ada rasa cinta kepada Rasulullah, sedangkan di akhir hayat beliau masih saja memikirkan tentang keadaan kita. bershalawat lah selalu untuk beliau.
Comment by eko — Sunday, 20 May 2007 @ 2:40 pm
hallooo…….salam kenal
hiks2..bener2 terharu ama kepribadian Rasulullah yang ..haduuhh apa yaa?! sampe spechless nie..
semoga aja kita bs menjadi umat yang berjalan di jalan 4JJI, amiiin
Comment by tya — Friday, 25 May 2007 @ 9:38 am
Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi…
Hmm..rasanya sudah beberapa kali membaca artikel ini, tapi tiap kali mebacanya selalu saja terkenang, terbayang tentang apa yang terjadi masa itu…
Terasa seperti pernah berada pasa detik-detik itu.
Sungguh mulia akhlak Rasulullah saw hingga kita dapat merasakan suatu ‘jalinan’ dengannya walau tak pernah bersua.
Semoga 4jji memberi kemuliaan bagi orang2 yang telah meniti jalan, menulis dan mengingatkan kita akan kemuliaan Rasulullah saw
Comment by kaptenvu — Saturday, 26 May 2007 @ 8:55 am
ass.bca ja.mdh2n bisa menanmbah semangat ibadah kita.
Comment by syaikhul islam — Thursday, 31 May 2007 @ 6:28 pm
ass.ni ada sdkt tulisan ,hehhe,mudah2an bisa menambah kekhusu’an kita dalam beribadah.
Comment by syaikhul islam — Thursday, 31 May 2007 @ 6:30 pm
asstaufirullahhaladzim subbahannallah ak atak bsai comment apa2 kecuali ’segeralah taubat dan sadar bahwa kita manuasia di dunia hanya sekedar numpang minum istilahnya dan tidak ada apa2 nya sebenarnya dunia ini kehidupan kekal abadi akan kita jalani itu pasti semoga ALLAH.SWT membuka pintu taubat untuk aku dan kaliam semua umat manusia islami AMIN YA RABAL ALAMIN
Comment by inung — Thursday, 7 June 2007 @ 12:32 am
Boleh saya copy paste, Mas?
Comment by weeween — Wednesday, 13 June 2007 @ 10:53 am
Ya Rabb, izinkanlah hamba yang berlumur dosa ini menjadi golongan hamba Nabi Muhammad SAW. perkenankan lah hamba memeluk dan menatap wajah kekasihmu Rasulullah SAW di Syurga-Mu kelak. tiada kenikmatan terbesar yang hamba rasakan kecuali dapat melihat wajah-Mu di Syurga nanti. Amin Ya Robbal Alamin. thank’s banget buat penulis artikel ini, semoga Allah merahmati engkau dengan kasih sayang-Nya. Amin
Comment by anggi — Monday, 18 June 2007 @ 2:09 pm
ASS. WR. WB..
YA ALLAH,SUNGGUH BESAR NYA KAU
KAU CIPTA KAN RASUL2 YG BEGITU BAIK KEPADA KAMI…
AKU BERSYUKUR BGT BISA MEMELUK AGAMA YANG KAU RIDHOI…
SELAMA INI AKU KURANG PEDULI DGN AGAMA INI TAPI SETELAH AQ BACA ARTIKEL TADI RASANYA AKU SANGAT BANGGA KEPADA RASUL KU…DAN BETAPA SAKITNYA KEJADIAN SAKARATUL MAUT YANG MENIMPA ORANG2 YANG JAHAT
Comment by NEYSCHA — Monday, 16 July 2007 @ 10:55 am
ya.allah…di saat rasul hendak meninggalkan kita buat selama-lamanya,beliau masih menyebut..umatku,umatku,muatku…..sedarlah wahai manusia,tiada yang lebih mulia dari beribadat kepada allah swt dan selawat ke atas rasulullah saw….
Comment by dee — Sunday, 29 July 2007 @ 10:43 am
betapa mulianya Nabi Besar Muhammad Rasulullah SAW selama hidup beliau selalu mengajarkan kebaikan amal sholeh dan menganjurkan umatnya selalu untuk ingat kepada Allah SWT. Disaat ajal mau menjemput, beliau masih memikirkan umatnya.
Kenapa Saat ini banyak umat nya yang lupa akan ajaran nya. Kenapa…!!!
Apakah kita ini sebagai umat nya tidak takut akan siksa Api Neraka…
Bertobat lah kita semua, mulailah menuju jalan kebenaran yaitu: JALAN MENUJU SURGA ALLAH SWT.
Comment by didit_tts smg — Tuesday, 31 July 2007 @ 1:17 pm
Akankah aq kuat bila sang sakatul maut menjemputq, Tuhan ringankanlah dan mudahkanlah bila sang sakarotul menjemputq.
Comment by Usy — Thursday, 16 August 2007 @ 9:55 am
ya Allah alhamdulillah aku menganut agama yg kau ridhoi dan mempunyai Rasul yg sangt mencintai umatny.limphknlah rahmatmu kepadanya,dan ampuni dosa2ku limpahkanlah kepadaku dan saudara2ku yg muslim rahmatmu,,sehingga tdk lalai akan solat dan selalu mencintaimu ya Allah dan rasulMu
Comment by mia — Monday, 27 August 2007 @ 5:54 pm
Allah maha besar dengan segala keagungan-Nya…ampuni dosaku dosa kedua orang tuaku dan selamatkan kami dari siksa api neraka.jadikan kami orang2 yang beriman dan selau dalam petunjuk-MU seperti Muhammad SAW.tempatkan kami bersama Dia Ya Allah…kami adalah debu dihadapan-MU….
Comment by lujeng — Monday, 17 September 2007 @ 3:18 pm
Ass wr wb,
Sdh bbrp kali mbaca artikel ini, setiap kali mbaca air mata keluar tdk tertahan. Ada rasa rindu ingin segera bjumpa dg Rosulullah dan menghadap Allah SWT. Ada rasa takut nilai amal ibadah jauh dibawah takaran dosa.
Ya Allah, bimbinglah hamba-Mu ini agar khusnul khotimah di hari terakhir itu.
Comment by Ruddy Suwandi — Tuesday, 18 September 2007 @ 9:43 am
Subhanallah sangat…sangat..sangat mulia Nabi kita… sampai sakaratulmaut masih cinta terhadap umatnya…Allah hu akbar
Comment by Dadi Supriadi — Tuesday, 18 September 2007 @ 1:52 pm
Akankah kita mampu meneladani pengorbanan yang begitu besar dari Rasulullah ? Sungguh betapa besar kemurkaan Allah bagi siapa yang tidak mampu mengambil keteladanan Rasulullah
Comment by sartono — Friday, 21 September 2007 @ 2:36 pm
subhanallah segala puji hanya untuk Allah SWT, sungguh mulia Nabi kita, terimakasih ya Allah Engkau telah mengutus Rasul yang sangat,sangat sangat mulia,terimakasih saudaraku yang telah menulis artikel ini, semoga menjadi amal yang sholeh disisiNya.
Comment by suyanto — Sunday, 23 September 2007 @ 5:34 pm
Subhanallah..Allahu Akbar!! Laillaha illalah Muhamadarraulullah….
Comment by Rinee — Wednesday, 26 September 2007 @ 4:24 pm
Ya rosulullah…betapa kami rindu padamu…
Comment by lisa nazla — Thursday, 11 October 2007 @ 8:49 pm
bee a good moslem or dies syuhada…………..
Comment by hamba allah.... — Saturday, 3 November 2007 @ 2:15 pm
ya allah kekasih mu saja saat di cabut nyawanya sakit apa lagi hamba yg setiap hari berbuat dosa,
be good moslem forever
Comment by faryadi — Saturday, 24 November 2007 @ 10:45 pm
Subhanallah begitu besar cinta rasul kepada umatnya, semoga setiap langkah, setiap kata, tingkah laku, sikap adalah ibadah dan senantiasa mendapat ridha Allah, smoga senantiasa menjadi hamba dan umat yang berada di jalanNya.
Comment by juniarti — Thursday, 29 November 2007 @ 2:03 pm
Ya itulah saudara tidak ada nabi lain kecuali Mohammad SAW yang proses kematiannya sangat menyakitkan dan sulit, itu membuktikan bahwa sebenarnya Mohammad itu utusan Alloh ato bukan..hik..hik..
Comment by rudi — Friday, 11 January 2008 @ 2:23 pm
Saya pikir saudara harus membuka lagi hadits yg shahih mengenai 2 perkara yg diwariskan oleh Rasulullah. Sudah banyak org yg melakukan study pd hadits tsb, dan ternyata ada kesalahan fatal pd redaksinya. Memang sungguh mengherankan hadits yg begitu populer ternyata sdh dipelintir.
Comment by nothing — Friday, 18 January 2008 @ 1:53 pm
Apabila terkenang akan Rasululloh….maka terkagumlah hati ini, karena kemuliaan beliau….
sungguh….engkau benar2 insan pilihan yang sangat kami agungkan dan sayangi……..
Terimakasih Yaa Rasull, engkau telah cintai kami denga sepenuh hatimu…
Comment by Ariani Dwi Asmorowati — Saturday, 26 January 2008 @ 10:00 am
bila kita bisa merasakan betapa sakitnya saat-saat itu, mungkin kita akan berfikir 1000X untuk melakukan dosa. moga kita ingat pesan Rasulullah SAW, dan bukan hanya ingat tapi harus menjalankan.Kita yang akan merasakan apa yang kita kerjakan selama ini,,,,, Shalawatlah untuk mendapatkan syafaatnya. Moga kita bukan termasuk golongan yang jauh dari cahaya Allah dan Rasulullah.
Comment by yuyun — Wednesday, 6 February 2008 @ 3:02 pm
Astaghfirullah…. hamba-Mu ini tlah bnyak melakukan dosa…. ampunilah hamba-mu ini ya Rabb… Sholawat dan salam always tercurah atas Rasulullah…
Comment by jamil — Sunday, 10 February 2008 @ 10:22 pm
Matius 24:14
“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
Comment by Felik — Friday, 14 March 2008 @ 1:24 pm
bersyukurlah, dengan cara mengikuti sunnahnya
Comment by Juanda — Monday, 24 March 2008 @ 9:18 am
ALLOHUMMA INNI AS’ALUKA HUBBAKA… WA HUBBA MAN YUHIBBUKA… WAL’AMALALLADZI YUBALLIGHUNI HUBBAKA… ALLOHUMMA J’AL HUBBAKA AHABBA ILAYYA MIN NAFSI WA AHLI WAL MAAIL BARID
Comment by fery — Friday, 25 April 2008 @ 3:06 pm
aku sangat mencintai nabi,maka setiap hari kelahiranya,aku peringati dg MAULID NABI.cinta MAULID=CINTA NABI
Comment by bajay — Thursday, 1 May 2008 @ 3:38 am
Subhanallah… Aku akan terus berusaha mencintaimu wahai Rasulullah. engkau telah membukakan hatiku, untuk kembali kepada Allah SWT
terima kasih
Comment by anisa — Sunday, 4 May 2008 @ 7:32 pm
Subhanallah…bukakanlah pintu tuabat kepada hambamu yang penuh dosa ini
Comment by bahtiar — Tuesday, 6 May 2008 @ 1:28 am
dan kesempurnaan akan didapat dengan kecintaan kita kepada ALLah atas ALQur’an, dan kecintaan akan timbuL jika kita mengikuti sunah RasuLLNya.
Comment by ayoeng — Wednesday, 28 May 2008 @ 1:14 pm
suBhanaLLah….
aiR maTaq meNgaLir saat meMbaca iNi,
beTapa ciNtanya Rasulullah kePada uMat-Nya…
beTapa khaWatiRnya RasuLullah kePda umaT-Nya…
ya RasuL,
beTap kEciL diRi iNi…
beTapa hina diRi iNi…
KeriNduaNq kepadamu tiAda taRa y Nabi…
y RasuL!!!!!!!
y RasuL!!!!!!!
suDiKah Engkau meLihatq naNti????????????
suDikah Engkau meLihat kaUmmu yaNg hiNa iNi??????
y Allah aq SanGat meRiNdukan Rasul-Mu….
aq saNgat mencintai-Mu y Allah…
Comment by Lia siDoarjo — Thursday, 29 May 2008 @ 9:33 am
Astaghfirullah
Benerkah cerita itu? Apa Buktinya Masuk Surga, Wong … dan yang bicara/cerita itu siapa?
Jangan buat cerita yang tidak masuk akal, tapi buatlah agar kaum Muslim banyak berdoa DAN BERZIKIR agar semua masalah bisa terselesaikan di bangsa ini Subhanallah…
Comment by Dd M — Friday, 30 May 2008 @ 4:18 pm
SubhanaLLah. Aku jd tmbh cinta rasulullah.Amin
Comment by mefi — Friday, 30 May 2008 @ 10:56 pm
Allahumma Shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa’ala ali sayyidina Muhammad
Ya Allah, maha baik engkau telah berkenan menciptakan seorang nabi semulia Nabi Muhammad SAW. Tiada yg lbh hamba cintai selain Engkau dan Nabi Muhammad SAW. Tetapkanlah hati ini utk selalu berada dalam jalan-Mu dan selalu membela agama-Mu. Amin!
Allahuakbar!!!
Comment by zo — Monday, 2 June 2008 @ 11:09 am
ALLAHU AKBAR …..
ALLAHU AKBAR …..
TIADA TUHAN MELAINKAN ALLAH DAN MUHAMMAD ADALAH UTUSAN ALLAH ….
ingat….
ingat….
ingatlah itu…..kawan
Comment by Umat Muhammad — Thursday, 12 June 2008 @ 7:11 am
Shalaatullaah Salaamullaah - ‘Alaa Thaaha Rasuulillaah,
Shalaatullaah Salaamullaah - ‘Alaa Yaasiin Habiibillaah,
Tawassalnaa Bibismillaah - Wabil Haadi Rasuulillaah,
Wakulli Mujaahidinlillah - Biahlil Badri Yaa Allah.
Shalaatullaah Salaamullaah - - - - -
Ilaahi Sallimil Ummah - Minal Aafaati Wanniqmah,
Wamin Hammin Wamin Ghummah - Biahlil Badri Yaa Allah
Comment by Umat Muhammad — Thursday, 12 June 2008 @ 7:28 am
kepada Astagfirullah ingin bukti setelah di alam kubur
Comment by NUR — Tuesday, 8 July 2008 @ 3:27 am
Sungguh sangat mulia pribadi Rasulullah, Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai Rahmat bagi seluruh alam semesta. Rasulullah memberi semua panutan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah senantiasa memberikan Syafaat Nabi untuk kita semua. Amin 3x ya Rabbal alamin.
Comment by natsir usemahu — Wednesday, 16 July 2008 @ 6:27 pm
kunfayakuun
Comment by dendy ellion — Thursday, 31 July 2008 @ 9:26 am
sungguh mulia kepribadian Rosululloh, dan kita semua umat muslim wajib meneladaninya amin
Comment by FIRDHAUSA FITRIANTO — Wednesday, 6 August 2008 @ 4:59 pm
subhanallah, betapa mulianya ahlak rosullah bahkan disaat-saat yang terakhirnya ia berpesan untuk tidak melalaikan sholat dan yang ia khawatirkan adalah umatnya dan bahkan ia selalu dengan sabar membing-bing umatnya. betapa malu hati ini akan kasih sayang yang ia berikan pada seluruh umatnya namun apa yan dapa ku lakukan
Comment by ahwat di bandung — Saturday, 9 August 2008 @ 9:04 pm
apakah kita sudah,,,,,,,,,,,,,,,,,
Comment by Ruslin — Monday, 11 August 2008 @ 7:59 am
betapa mulianya akhlak Rosullah SAW, dan Rosullah begitu mencintai umatnya disaat Rosullah dicabut nyawa-Nya pun Rosullah masih mengingat umatnya.
AKU BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN 4JJ DAN
NABI MUHAMMAD ADALAH UTUSAN 4JJ
Comment by Agil — Friday, 15 August 2008 @ 2:30 am
rindu kami pada Mu Ya Rasul…
Comment by yrsyad — Friday, 15 August 2008 @ 7:11 am
IKHWAN SEJATI IS MUHAMMAD SAW
Comment by agenk — Tuesday, 19 August 2008 @ 6:29 pm
Subhanallah, pribadi rasullulah sungguh luar biasa, rindu kami padanya teramat dalam, kejadian detik-detik kematian rasullulah, mengingatkan apa yang terjadi pada suami saya, subhanallah waktu suami saya menghadapi sakaratul maut di bimbing oleh teman2 dan saudara2nya. ruang di rs sakit kala itu sangat kecil, dan gemuruh suara takbir menggema di semua penjuru, tidak ada yang bisa diucapkan selain tetes air mata yang tak berhenti mengalir dan selamat jalan, telah menjadi pendahulu bagi keluarga kami untuk bertemu denganNya dan kekasihNya. Kami Sangat merindukan pertemuan dengannya dan Kekasih Allah di Yaumul Akhir nanti.
Comment by silsi — Friday, 22 August 2008 @ 1:01 pm
Subhanallah, sepertinya malu kepada kekasih 4JJI ini..dan rasanya tdk sanggup utk menatapnya karena lumuran dosa yg telah kubuat selama ini..bergetar hati ini saat membacanya dan semoga hidayah masih mau singgah untuk membersihkan diri ini agar jika nanti bertemu dengan-Nya hamba sanggup untuk menatapnya,,
Comment by ian — Friday, 22 August 2008 @ 4:37 pm
Subhanallah, Yaa Allah Yaaa Roob…..Engkau Maha mengetahui segalanya, ……karuniakan kami ummat Muhammad saw….Akhlak sebagaimana Akhlak RasulMu..itu…………..Amin…………
Comment by Makmur — Saturday, 23 August 2008 @ 9:16 am
subhanallah
Comment by mukhlis M A — Sunday, 24 August 2008 @ 10:39 pm
Semoga kita selalu bisa melaksanakan dan mengamalkan ajaran yang Beliau sampaikan. Amin.
Comment by za — Monday, 25 August 2008 @ 9:24 am
seperti apa ya rupa rasulullah saw…
Comment by misbah — Tuesday, 26 August 2008 @ 10:22 am
Ya Allah, berilah bangsa Indonesia pemimpin yg mempunyai akhak mulia spt Rasululloh, dalam kondisi yg lemah saat menghadapi maut masih memikirkan ummuatnya, pemimpin yang bisa membangun akhlak bs Indonesia, biar tidak membuat dosa dan kerusakan dimuka bumi Indonesia.
Comment by saiful anam — Friday, 29 August 2008 @ 10:21 am
Subhanallah.. Bukan pertama kali saya membaca tulisan ini dan bukan pertama kali pula saya menitikan air mata keharuan. Bagaimana tidak terharu jika Rasulullah di saat sakaratul maut masih memikirkan nasib kita, sedangkan kita sendiri malah asyik dg segala dosa yg kita perbuat. Semoga kita mendapatkan syafaat di yaumil kiamah. Amien.
Comment by Ade — Tuesday, 2 September 2008 @ 3:23 pm
Ketika aku membaca arikel ini!?aku melihat pd diriku sendiri,lalu aku merasa malu sekali & hatiku bergetar menahan sedih,sungguh hina skli aku ini,ampuni aku ya…allah???yaa nabi yg mulia,aku bersalawat kpdmu wahai manusia yg utama…
Comment by iqbal — Wednesday, 3 September 2008 @ 1:58 am
Subhanallah…………….engkau saja yang kekasih Allah merasakan sakit bagaimana dengan aku, umatmu yang hina ini ya….Rosullullah
Comment by audy — Wednesday, 3 September 2008 @ 11:58 am
ya ALLOOOH…
ya Muhammad…
Comment by jowan — Wednesday, 3 September 2008 @ 4:28 pm
Ya ALLAH ,ampunilah dosa-dosaku,dosa-dosa ortu,dan keluargaku. Amin . Salam dan shalawat untuk junjunganku , nabi Muhammad SAW.Yang mana beliau sangat mencintai umatnya sampai akhir hayatnya. mudah-mudahan kita umat muslim selalu mencontoh pribadi beliau yang penyayang pada umatnya.Sungguh ALLah Maha mendengar doa orang-orang yang bertaubat ke jalan- Nya.Amin
Comment by sagitarius — Friday, 5 September 2008 @ 9:17 am
subhanallah,sungguh saya menangis membaca nya.Ternyata segitu cintanya Rasulullah kepada umatnya sampai-sampai siksa maut pun mau BELIAU menanggung nya asal jangan umat nya.
Comment by pooja — Friday, 5 September 2008 @ 9:48 am
Afwan, ada sumber referensinya ga ya, akhi..?
Comment by PakdheGogon — Sunday, 7 September 2008 @ 10:59 pm
Tak terasa berlinang air mata ini, ana sangat merindukan Rosulullah. dalam riwayat tadi tergambarkan betapa suhud dan bersahajanya beliau terhadap nikmat dunia. ana selalu berusaha mencintai beliau lewat sunnah beliau. dan mudahan kita semua berkumpul di Jannatul Firdaus, Amin 7x
Comment by andi AR — Wednesday, 10 September 2008 @ 2:57 pm
sungguh aku pengikut rasullah saw……
maka jawablah ketika org mengucapkan nabi muhammad saw maka jawab lah sallawlahuali waalaali
Comment by red — Thursday, 11 September 2008 @ 1:29 pm
Subhanallah…betapa bodohnya diriku, tak menyadari betapa besar cinta Allah dan Rasulullah pada ku, yang selalu menentangnya dengan perbuatan dosa dan maksiat…Allahumma solli ala muhammad wasallim wabarik ala alihi..
Comment by Saefullah — Thursday, 11 September 2008 @ 2:59 pm
Subhanallah ya Allah betapa sayangnya rasulullah kepada ummatnya. allahumma solli ala muhammad, wa ala ali muhammad.
Comment by Jon Hanas — Friday, 19 September 2008 @ 3:01 pm
sebenarnya manusia di ciptakan sempurna, salah satu contohnya adalah rasul kita, beliau dijadikan simbol oleh Allah buat kita, sedikitpun memang kita tidak bisa disandingkan dengannya, tapi cobalah semampu kita, Rasulullah tau, mengapa beliau mengkhawatirkan umatnya, beliau tau sejak itu bahwa umatnya akan mendapatkan cobaan yang maha berat seperti yang terjadi sekarang ini, ayolah kita bersatu, jadikan perbedaan hanyalah sekedar syariat, karena hakikatnya yaitu rasa tentang Tuhan kita adalah sama,,,,
Comment by wildy wardhana — Friday, 19 September 2008 @ 7:57 pm
Subhanallah, begitu besarnya cinta Muhammad Rasulullah SAW kepada umatnya.
Bershalawatlah baginya.
Semoga kita bisa mendapatkan Syafa’atnya di hari akhir. Amin
Comment by numan — Thursday, 25 September 2008 @ 3:01 pm
ane mo kasih tanggapan sedikit…
“tidak semua sahabat sadar akan ditinggal rasulullah, krn dikisahkan Umar ra bertanya pada Abu bakar ra kenapa menangis. Setelah diberi penjelasan, barulah Umar ra faham dan turut menangis” Jazakallah
Comment by rahmat — Friday, 26 September 2008 @ 10:54 am
Shalaatullaah Salaamullaah - ‘Alaa Thaaha Rasuulillaah,
Shalaatullaah Salaamullaah - ‘Alaa Yaasiin Habiibillaah,
Tawassalnaa Bibismillaah - Wabil Haadi Rasuulillaah,
Wakulli Mujaahidinlillah - Biahlil Badri Yaa Allah.
Shalaatullaah Salaamullaah - - - - -
Ilaahi Sallimil Ummah - Minal Aafaati Wanniqmah,
Wamin Hammin Wamin Ghummah - Biahlil Badri Yaa Allah
Comment by Razan — Saturday, 27 September 2008 @ 12:42 pm
subhanallah, setelah membaca artikel ini saya sadar betapa NABI MUHAMMAD SAW mencintai umatnya bahkan sampai detik detik terakhirnya pun ia masih memikirkan bagaimana nasib umatnya nanti.
Comment by ikhsan — Tuesday, 30 September 2008 @ 3:15 pm
Subhanallah, Maha suci Allah yg telah menciptakan seorang pemimpin yg mulia, Tergetar hati ini karena rindu padaMU.
Comment by Andi — Friday, 3 October 2008 @ 1:26 pm
SUBKHANALLAH. betapa nistannya kita umat manusia yang tidak nejalankan perintah Allah, rasullullah orang yang telah dijamin oleh Allah masuk surga, diakhir hayatnya beliau masih sempat memikirkan umatnya, sungguh orang yang sesat jika kita tidak mengikuti ajarannya beliau Maha besar Allah yang telah menciptakan langit bumi dan segenap isinya
Comment by kembar — Monday, 6 October 2008 @ 10:21 am
andaikan ada kesempatan,Ya Allah ijinkanlah aku menatap wajah Rasulullah di dunia sebelum di akherat
Comment by medi — Saturday, 11 October 2008 @ 9:05 am
Subhanallah, mah suci engkau ya Allah,
hamba adalah manusia lemah
karuniakanlah kepada hambamu ini kebenaran
jauhkan hambamu dari kesesatan,
dekatkan hambamu ini dengan sifat-sifat-Mu,
Tempatkan hamba-Mu ini dari golongan Umat Nabi Muhammad SAW. Amin
Comment by BUDI — Wednesday, 15 October 2008 @ 7:57 am
Matius 24:14
“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”,…. yang ini bukan firman ALLOH,..tapi kreatifitas tangannya matius,…ga ada gunanya,…. ntar markus nulis laen,…ntar yohanes nulis laen juga mane yg bener ??,…. ga usah bingung ama ente punya agama,.. la wong yesus tanggal kapan jadi tuhan?, tanggal kapan jadi yesus?, tanggal kapan dia lahir dan mati ?? percayakah ente dengan tanggal-tanggal itu ??,…. baca sejarah!
Comment by burip — Friday, 17 October 2008 @ 8:23 am
Saya sangat salut membaca artikel diatas, tapi kaya knya itu tidak pernah terjadi, bagaimana bisa Alquran ditulis oleh Nabi Muhammad (wahyu datang kebeliau digua Ohira) sementara kejadian yang terjadi didalam Alguran Nabi Muhammad adalah langsung sebagai pelaku utama, dan dalam waktu yang sangat lama,juga isi Alquran 70 % adalah isi Alkitab, 30 % riwayat Nabi Muhammad.Tdk mungkin ALLAH yang sama memberikan wahyu yang berbeda kepada umatnya, jangan Nabi Muhammad menterjemahkan isi Alkitab ke dalam bahasa Arab. dan apa yang diiginkan Nabi Muhammad selalu dituliskan seolah olah perintah dari Allah(sunnah), misalnya menikah lebih dari satu kali,(berkali-kali)menikahi janda, asal mampu dan dan adil.Nabi muhammad tidak kebagian makanan lantas dinyatakan haram kalau dimakan, ini adalah perintah Allah. Saya pikir ada baiknya kita pelajari juga kita Alkitab sebagai perbandingan, terus terang saya baca Alquran dan saya bandingkan lagi dgn Alkitab, itulah tadi kenapa isi Alquran itu isi Alkitab semua, sementara Alquran ada setelah +/- 500 tahun kemudian.
Comment by Abdul Malik — Thursday, 23 October 2008 @ 3:28 pm
Subhanallah, Maha Suci Allah SWT yang memiliki hambanya (Rasululllah) yang suci dan sangat mencintai umatnya.
Seringkali hamba ini malu akan dosa-dosa & kehilapan yang telah diperbuat.
Comment by Hamba Allah yang Berlumuran Dosa — Tuesday, 28 October 2008 @ 8:30 am
i love u Rosul, wahai kekasih Allah..
Comment by zizou — Wednesday, 29 October 2008 @ 7:08 pm
Shollallahu ala Muhammad waala alihi Muhammad.setiap kali aq mendengar ataupun membaca perjuangan 2 dan cinta sejati Rosululoh untuk qta ummatnya,sungguh diri ini semakin ga ada apa2nya, sungguh agung Engkau ya Rasulullah,sungguh mulia akhlakmu ya Mustafa .marilah qta bersholawat agar nanti di yaumil qiyamah qta yang mencintai Allah SWT dan Muhammad Rasululah berkumpul,bukankah qta akan berjumpa jika qta bener2 mencintainya dan menjalankan ajarannya. doakan qta semua agar meninggalkan dunia fana ini dalam keadaan khusnul khotimah
Comment by JASMINE — Friday, 14 November 2008 @ 7:29 pm
Alhamdulillah sunah itu tlah menggugah kesadaranku. Mari cintai Rasulullah dg mencintai ajarannya, mencintai orang tua dan keluarga, dan orang2 lemah di sekitar kita.
Comment by Dadang K. A. — Saturday, 15 November 2008 @ 7:16 am
peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”
Comment by ARIE — Sunday, 16 November 2008 @ 7:33 pm
I miss you ya Rosul..
Comment by desi — Monday, 17 November 2008 @ 7:26 pm
tadi pagi hari tgl. 18/11/2008 jam 3 pagi atau menjelang jam 4 subuh aku bermimpi bersalaman dengan baginda rasulullah dengan wajah yang tampan bersih dengan wajah kulitnya yang putih dan aku bisa melihat wajah wajahnya dengan jelas, karena sebelumnya akupun pernah bermimpi sebelumnya pada hari ke 3 ramadhan tahun 2006 jam 3 pagi aku melihat beliau sedang ditandu dan aku hanya melihat dari arah samping kemudian aku dibawanya kesyurga firdaus yang indah ada kubah mesjid yang kuning ke emas-emasan dan ada air serta langit yang jernih dan aku dibangunkan untuk makan saur. begitu indahnya rasulullah bagi diriku. subhanallah.
Comment by h. chaerudin — Tuesday, 18 November 2008 @ 7:25 am
buat h.chaerudin selamat ya…tidak semua orang mendapatkan rezeki untuk mimpi berjumlah dengan RASULULLAH SAW.
Comment by asjar_99 — Wednesday, 19 November 2008 @ 12:02 am
Ampunilah dosa keluargaku ya allah “Amin”
Comment by maruloh andri — Sunday, 23 November 2008 @ 8:48 am
Untuk saudara Abdul malik..saya kurang setuju jika saudara mengatakan bahwa hadist atau sunnah itu sesuai dengan keinginan Rasul, karena bukankan sudah sangat jelas bahwa yang rasul ucapkan dan lakukan adalah smua nya berdasarkan perintah dan larangan yang diwahyukan oleh Allah melalui malaikat Jibril. Nabi-nabi dan Rasulullah jelas hanya sebagai perantara (Utusan Allah)
Selain itu,Al-Quran adalah kitab yang paling sempurna, artinya Al-Qur’an diturunkan sebagai wahyu untuk menyempurnakan wahyu/kitab yang turun sebelumnya.
bukan maksud untuk merendahkan agama lain sebelum ISLAM, tetapi perlu disadari juga bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang paling sempurna bagi seluruh umat manusia, segala konsep dan ajaran yang ada didalam Al-Qur’an menurut saya mengena untuk ke segala segi kehidupan, mulai dari hal terkecil hingga yang terbesar sekalipun diatur di dalamnya. Dari Al-qur’an kita bisa mengetahui hal2 yang sebelum Al-Qur’an diturunkan diperbolehkan ternyata kemudian justru dilarang.
kalau memang merasa ada keanehan atau kejanggalan yang saudara temukan, saudara bisa melakukan perbandingan sendiri terhadap Al-Qur’an dengan kitab2 lain. saya juga sering menemukan hal-hal yang aneh pada satu kitab, ada penulisan yang ditambah bahkan dikurangi, pencetakan kitab dengan berbagai bahasa,yang isinya sendiri terkadang ada perbedaan atau juga perubahan antara isi kitab dengan bahasa yang satu dengan bahasa yang lain. dari itu saja saya menarik kesimpulan sendiri, bahwa penulisannya saja sudah tidak murni, dibandingkan Al-Qur’an yang dari awal diturunkan jelas tidak ada perubahan (amandemen manusia) dan dimanapun berada tetap dalam satu bahasa (bahasa Arab) yang mudah dimengerti dan difahami oleh segala lapisan ummat.
Jazakumullah..Khairan katsiroh…
Yaa Rasulullah salam bagiMU…
Aq adalah Ummat MU yang merindukan MU…
Comment by mailanisa khairani — Thursday, 27 November 2008 @ 4:22 pm
Subhanallah…..aku sangat mencintaimu ya Rosul!!!!
Comment by bian — Monday, 8 December 2008 @ 10:25 pm
mBak Mailanisa,komentar abdul malik gak usah dikomentari,kita doakan saja semoga Allah menuntun hati dan pikirannya kejalan yang benar,Aminn. Subhanallah,walhamdulillah,walaillaha ilallahu allahu akbar,allahuma sholi ala muhammad waala ali syaidina muhammad.
Comment by bandono — Wednesday, 10 December 2008 @ 12:03 pm
jangan terpancing oleh isu2 dari orang2 yang tidak mengerti akan kebenaran Al-Qur’an dan hadits nabi muhammad s.a.w…
Comment by noviandi — Wednesday, 10 December 2008 @ 9:52 pm
Untuk yang menamakan abdul malik! Peringatan untuk saudara, andaikan saudara berada di depanku dan didepan kaum muslimin lantas anda bicara seperti itu, pasti umur anda tidak sampai kerumah, karena anda telah menghina Allah dan Rosul.
Comment by Abu Zhofar bin Abdurrahman — Thursday, 11 December 2008 @ 2:04 am
Sungguh luhur & mulia kepribadian Rasulullah, sampai ajal menjemput pun masih tetap mengingat umatnya, begitu cintanya kepada umatnya. Utk membalas semua itu jalankan sepenuhnya apa yg telah disyariatkan oleh Rasulullah. Tentang nada miring mengenai Rasulullah ataupun Kitabullah Al-Quran Al-Karim sebaiknya kita tanggapi dgn sabar dan tawakkal seperti teladan Rasulullah. Bukankah telah dijamin oleh Allah SWT surga bagi umat Rasulullah seperti yg diucapkan malaikat Jibril?, namun kiranya hal ini jgn menjadikan kita terlena dan takabur, sebaliknya membuat kita lebih taat beribadah kepada Allah SWT dan menjalankan sunnah Rasulullah.”Sesungguhnya agama (yg diridhoi) di sisi Allah hanyalah Islam” (Ali ‘Imron (3):19). Keyakinan/agama lain?, bbrlll….bbrrlllll….bbrrllll…….(minjam iklan monyetnya XL)
Comment by inti_fadah — Thursday, 11 December 2008 @ 10:42 pm
Sama2 membaca
Comment by aris — Friday, 12 December 2008 @ 4:19 pm
sungguh muliah akhlakmu ya Rasul Allah, semoga umatmu selalu mencintaimu, Amin
Comment by andi — Monday, 15 December 2008 @ 8:40 am
Subhanallah………….
Comment by prayudha wijaya — Tuesday, 16 December 2008 @ 5:34 pm
Aku Bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, Allahumma Shali Wassalim alla sayidina muhammadin abdika wanabiyika warasullika nabbiyil ummiyi
Comment by ardiyansyah — Tuesday, 30 December 2008 @ 3:16 pm
Ya..Allah sungguh mulia kekasih Mu itu. Semoga kami dapat menjaga dan melaksanankan amanah Rasullulah dan selalu berada di jalanMu amin…
Comment by aisyah — Wednesday, 31 December 2008 @ 8:19 am
betapa besar jiwa beliau, ya Allah berikan jalan Mu untuk jadikan salah satu dari umatnya yang bisa menjaga dan melaksanakan amanah beliau
Comment by riyanta — Thursday, 1 January 2009 @ 3:19 pm
Saya pernah baca artikel mengenai cinta sejati ini. Dan didalamnya terdapat syair yang sangat teramat menyentuh.. dan sangat membuat aku merindukan dan mencintainya. berikut syair yang tertulis
Saat – saat terakhir
Di senja itu
Dikeheningan padang arafah yang gersang
Didesa sepi bernama Namira
Rosul Alloh masih saja duduk diatas ontanya, A-lQaswa
Memandang umatnya menuju tebing-tebing dan perbukitan
dalam diam…
dalam kebisuan…
Angin masih saja bertiup semilir
Seolah ikut menghantar mereka pulang
Sesekali langkah mereka terhenti dan menoleh kebelakang
Seperti tak ingin lepas dari wajah bening Rosul Alloh diatas pelana ontanya
“Ayyuhan nas, isma’u qauli”
Dengarlah kata-kataku……
Aku tidak tahu, apakah setelah hari ini
setelah hari yang suci ini
aku bisa bertemu dengan kalian semua
Ingatlah wahai saudaraku
Aku tinggalkan kalian dua amanat
Jika kalian pegang erat
Kalian pasti selamat dan tak akan tersesat
Kitabullah dan sunah Rosul Alloh
Suara sendu di perbukitan itu
seolah pertanda..
seakan firasat…
Dari kejauhan
Dari atas ontanya.Al-Qaswa
Rosul Alloh masih saja memandang umatnya
Seakam berat melepas kepergian mereka
Sahabat dan pengikutnya perlahan surut dan kemudian pulang kembali kerumahnya
Abu bakar yang arif, tersedu menangis menitikan air mata
hatinya berdesah dan berbisik :
“Ya Rosul Alloh, benarkah kita tidak akan bertemu lagi?”
Pada suatu malam di padang Baqi
di pekuburan para syahid yang sepi
isyrat dan pertanda itu ditiupkan kembali
kemudian terdengar suara Rosul Alloh lirih
“Salam sejahtera wahai kalian penghuni kubur
Ingatlah!!
Hari akhir lebih berat pembalasannya daripada di dunia…
Wahai engkau yang sedang terbaring di tanah ini
Kami pasti akan bersua dan menyusul kalian disana”
Dihamparan makam Baqi
Tanda-tanda telah dinampakkan lagi
Demam dan keletihan mulai membalut tubuh Rosul Alloh
Manusia pilihan Tuhan
Dengan berikat kain dikepala
Rosul Alloh tertatih-tataih berjalan perlahan
Bertopang pada Ali bin Abi Tholib
dituntun oleh Al-Abbas menuju rumah Aisyah
Di pembaringan
tubuh Manusia Agung itu
panasnya semakin memuncak
keringat mulai mengucur
membasahi wajah dan jubahnya
Di pangkuan Aisyah
Rosul Alloh menyandarkan kepalanya
Kemudian terdengar desah suaranya yang lirih bergetar
“Wahai Aisyah!!
Ketahuilah bahwa malaikat pencabut nyawa telah datang dan berbisik padaku”
“Ya Rosul
Alloh Azza wa jalla telah mengutusku dan menyuruhku
Agar tidak mencabut ruhmu kecuali dengan izinmu
Ya Rosullulloh, aku menunggu perintahmu”
“Tunggulah
Tunggulah sampai jibril datang padaku,” pintanya perlahan
Tak lama kemudian dalam keheningan
Bersama desiran angin padang pasir,
Jibril datang dihadapan
Suasana terasa demikian syahdu dan semakin mencekam
“YA Muhammad
Sesungguhnya Alloh telah rindu kepadamu.”
“Wahai Jibril
Jangan tinggalkan tempat ini
Temanilah aku
Saat izrail hendak mencabut ruhku”
Angin padang pasir seakan berhenti bertiup dan memberi tanda duka
Awan seakan memayungi rumah Aisyah yang begitu sederhana
Fatimah, putri kesayangan
Mencium ayahandanya yang terbaring kelelahan
Wajahnya memendam duka dan kesedihan yang kian mendalam
Dengan perlahan
Rosul Alloh meraih wajah putri terkasihnya itu
Dibisikkannya lagi sesuatu yang membuat ia tersenyum terharu
“Wahai putri kesayangan Rosul, apa gerangan yang terjadi?”
“Aku sedih, aku menangis dan menitikan airmata
Karena ayahanda mengatakan akan kembali kepada Tuhannya
Aku tersenyum, karena dibisikan bahwa akulah yang pertama yang akan menyusul ayahanda”
Di pembaringan,
Lelaki Agung itu
Masih aja menegadahkan wajahnya kelangit
Kemudian terdengar suara lirih setengah barbisik :
“UMMATI, UMATTI, YA RABB, UMATTI…..
Dengan wajah memendam duka
Aisyah menarik tubuh lunglai itu kepangkuannya
Dalam keletihan, Rosul Alloh membasuh tangannya
dan kemudian mengusapkan air kewajahnya
Diantara desah nafas yang tersendat terdengar doanya lirih
“Ya Alloh,
ampunilah dosaku
rahmatilah aku
pertemukan aku
bersama orang yang Engkau beri nikmat
Para nabi, Shadikin, Syuhada dam Shalihin”
“Ya Alloh
Ampunilah dosaku
Ampunilah dosaku”
Doa itu semakin lirih
Semakin lirih….
Tangan manusia yang Agung yang terkulai itu…. kian lunglai
Izrail perlahan mendekatinya dan mengucapka salam
Kepada manusia Agung pilihan Tuhan itu
“Apa yang engkau perintahkan padaku wahai Muhammad!!!
Tersengar suara yang semakin lirih berbisik
“Al-hiqni bi robbil’an… Al-hiqni bi robbil’an…!!!!
Pertemukan aku dengan tuhanku sekarang juga… sekarang juga!!!!
Isyarat dan tanda itu semakin mendekat
Diantara keletihan dan kesedihannya
Rosul Alloh memandang sendu wajah sahabat-sahabat dan kerabatnya
Dan kemudian bersabda:
Marhaban bikum…
Selamat datang untukmu sekalian
mudah-mudahan Alloh selalu melindungimu dan menolongmu
Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang yata
dari padaNya untuk kalian
Ajal telah semakin mendekat
Dan kembali itu hanya pada Alloh
Kemudian kesidratil Muntaha
Kemudian kesyurga AL-Ma’wa
Manusia Agung yang sedang terbaring keletihan itu
seakan tidak rela umatnya kelak akan mendapat nestapa
dan tidak ikut melangkah kesyurga bersamanya
“Wahai Jibril,” bisiknya
“Siapkan juga bagi umatku….
Sesudahku”
Kemudian
Saat Izrail akam mencabut ruhnya
Masih juga kekasih Alloh itu bertanya kepada Izrail,
“Ya Izrail……
Akankah umatku akan mengalami sakitnya sakaratul maut seperti ini?”
Diantara desah nafas yang tersendat
Rosululloh menegadah
Bermohon lagi kepada Alloh:
“Ya Alloh biarlah aku yang merasakan seluruh kepedihan
saat sakaratul maut ini
Ringankanlah sakaratul maut untuk umatku……
Ringankanlah sakaratul maut untuk umatku……
Ringankanlah sakaratul maut untuk umatku…… Ya Alloh……”
Alloh segera menjawab pinta doa Rosullulloh, kekasinNya
Yang gelisah memikirkan umatnya
“Berilah kabar yang genbira kepada kekasihKU itu, ya Jibril
Bahwa aku tidak akan menelantarkannya
Aku tidak akan menyengsarakannya
Dan bahwa syurga itu diharamkan atas umat-umat yang lain
Sebelum umatnya memasuki syurgaku”
Mendengar janji Alloh
Cahaya mata yang bening itu
Kemudian pajam tertidur dalam keheningan
Dan dalam keabadian untuk selamanya
Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun………………………….
Comment by mila — Friday, 2 January 2009 @ 7:01 am
ais, mila…thanx
Comment by mag2grin — Friday, 2 January 2009 @ 7:44 pm
Pribadi yang sangat kita cintai sepanjang hayat dan ternyata beliau sangat memikirkan nasib kita kelak. Maka hendaklah kita ingat setiap saat dengan membaca shalawat. Allohumma sholli ala sayyidina muhammad
Comment by Ali Pramono — Tuesday, 6 January 2009 @ 8:57 am
Bisakah kita mencintai rosulullah seperti cinta Beliau y kepada kita seua
itulah PR besar dan berat kita yang harus kita jawab………….
Comment by PURWONO TH — Tuesday, 6 January 2009 @ 10:43 am
Ya rosulullah damaikan bumi palestina!
lindungi saudara kami disana, amien!!!
Comment by wahyu er — Friday, 9 January 2009 @ 2:48 pm
mohon izin untuk saya muat dalam buletin syiar islam yang saya terbitkan, jazakalloh
Comment by Sonso Soni Sondjaja — Saturday, 10 January 2009 @ 11:43 am
sholawat dan salam bagi mu Rasul Allah yang mulia,perkenankan mengcopy tulisan ini
Comment by hamus — Friday, 16 January 2009 @ 4:23 pm
sungguh hinanya manusia yang mengaku umat rosulullah tapi tidak pernah bersholawat baginya… rosulullah engkau penerang dikegelapan wajahmu ba sinar bulan purnama yang menyinari umat dikegelapan. sholawat sy sampaikan untukmu manusia agung….
Comment by umar — Saturday, 17 January 2009 @ 6:31 pm
Jangan pada ke “GR” an atuh yang masuk surga itu yang melaksanakan Al-Quran dan sunnahnya. Selama kalian gak sesuai dg keimanan ketakwaan Rosul ya gak bakalan lah masuk surga. Coba deh kalau Sholat, awal waktu gak seperti rosul. Rosul itu cinta sama sesama manusia penuh kasih sayang. Jangan terlalu kultus sama Rosul, percuma banyak sholawat kalau perintah Allah langsung seperti sholat gak bener dijalanin. Apalagi tidak ada kasih sayang diantara manusia. kalee
Comment by hasan — Friday, 23 January 2009 @ 2:44 pm
sungguh mulia hati rasullullah kepada umatnya, disaat mati pun ia masih memikirkan umatnya dengan cinta kasihnya…,
Comment by achmad yuska — Wednesday, 4 February 2009 @ 8:47 am
wahai kaum muslimin muslimat mu’minin mu’minat kita harus bersyukur krn kita mempunyai nabi yang memperhatikan umatnya sampai beliau meninggal
Comment by agus riyanto — Saturday, 7 February 2009 @ 2:39 pm
Subhanallah…..
Rosulullah, begitu mulianya dirimu.
Q ingin sekali bertemu denganmu ya Rosul.
Comment by Rizqiyanti — Friday, 13 February 2009 @ 9:09 pm
ya Robbi limpahkanlah segala rahmat dan karunia Engkau kepada junjungan ku penghulu dari semua mahluk di muka bumi
Comment by israj — Friday, 20 February 2009 @ 3:03 pm
Subhanallah, saya sangat haru, merinding dan merasa betapa mengerikannya dan menakutkannya ketika ajal segera tiba, karena saya sadar akan kekurangan, kelemahan, kebodohan dan ketololan dalam memanfaatkan umur di dunia ini. Mumpung masih ada waktu… hari demi hari akan aku perbaiki akhlaq, ibadah dan cerdas memanfaatkan waktu, karena tidak tau kapan waktu yang masih tersisa untukku, subhanallah wal hamdulillah, wala illahaillallah, wallahu akbar, astaghfirullahal’adziim… mari segera bertaubat…
Comment by Zubaidi Asnan, H. — Friday, 20 February 2009 @ 5:36 pm
Tdk dapat berkata apa-apa….hanya tetesan air mata yang ada dan hanya ada satu pikiran.. “Ya Allah…nyawaku saja yang kau ambil jgn nyawa rasulku” Alllahuakbar…
Comment by Sandi — Friday, 27 February 2009 @ 3:20 pm
Mimpi Ulama, Rasulullah ikut Berjihad di Gaza.
Saat Israel laknatullah menyerang Gaza :
1. Syeih Sinkithi dari Riyadh bermimpi ketemu Rasululllah yang akan berjihad di Gaza
2.Syeih Ahmad Al Qathan dari Kuwait bermimpi ketemu Rasulullah bersama mujahidin Gaza.(Page 85 Majalah Hidayatullah Maret 2009)
Semoga Allah menerima jihad harta kita untuk Palestine. Palestine adalah bagian dari umat Rasul. Siapa yang mengutuk Hamas palestine, senangkah mengutuk rasulullah ?
Comment by smesco — Sunday, 1 March 2009 @ 8:54 pm
Qs 42:13….Qs 61:9…..
lakukanlah ayat itu di negrimu sebagaimana rosulullah melakukannya…!!!
negri yang jahiliyah ini…!
yang tidak berhukumkan al-qur’an…!
Comment by tobat — Tuesday, 3 March 2009 @ 11:01 am
ingin lebih dalam lagi, mp3 detikdetik wafatnya Rosulullah, ust. ahmad zubaer, atau tune in radio rodja 756 am, cileungsi bogor
Comment by tubagus irwan — Tuesday, 3 March 2009 @ 9:36 pm
SUBHANAULLAH SEMOGA KITA TETAP PADA KERINDUAN RASULULLAH DAN ALLAH SWT
Comment by SISKO — Saturday, 28 March 2009 @ 8:48 pm
AllahhuAkbar…
Comment by Sersant Doni — Thursday, 2 April 2009 @ 8:28 am
Subhanallah…walhamdulillah…walaillahaillawlah..allahhuakbar…
Comment by Dhika — Thursday, 2 April 2009 @ 8:31 am
ya Allah, kami sangat mencintaiMu dan kami mencintai rasulullah sampaikan salam kami kepadanya
Comment by sarah — Tuesday, 7 April 2009 @ 7:39 am
Allahuma shalli ala muhammad wa’ala ali muhammad
Comment by ANA — Tuesday, 28 April 2009 @ 9:14 am
Maha suci Engkau ya Allah yang telah mengutus Rasulullah ke muka bumi untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam…kami merindukan Syafa`at mu di hari kemudian ya Rasulullah…
Comment by Hidayat Maskat — Tuesday, 5 May 2009 @ 8:17 pm
coment ke38
semoga di beri petunjuk”'’
Comment by ant — Wednesday, 20 May 2009 @ 1:20 pm
selalu tanamkan dalam hati rindu ALLAH SWT & ROSULULLAH MUHAMMAD SAW
Comment by dwi purnomo — Monday, 8 June 2009 @ 10:30 pm
YAA SAYYIDI YAA RASULULLAH
” Duhai Pemimpin kami..Duhai Utusan ALLAH..”
FAFIRRU ILALLAH
” Larilah kembali kepada ALLAH..”
wahai kita umat yang sungguh teramat sangat hina,segeralah sadar..berlari..berlari kembali kepada ALLAH wa RASULLIHI SAW..
Comment by cewex_aS — Thursday, 11 June 2009 @ 9:31 am
ya rosulullah…rindu hati ingin sekali berjumpa dgn mu…hancur hati ini tak kuat menahan rindu kpd mu
Comment by deny — Sunday, 14 June 2009 @ 7:46 pm
saya tak bisa berkata-kata kecuali hanya bisa mengucapkan semoga Allah SWT mempertemukan saya dengan Rosulullah walaupun hanya dalam mimpi. Amin
Comment by Afdhal — Thursday, 18 June 2009 @ 7:32 pm
Allahumma Shalli alaa Muhammad….. Ya Allah sampaikan salam rindu kami kepada nabi Muhammad… Ya nabi slam alaik… syafa’atmu kelak akan kami nantikan di akhirat…
Comment by kiky — Tuesday, 7 July 2009 @ 12:32 pm
“Aku Bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah….”,trima kasih,mbak mailanisa khairani atas pencerahannya. tdk spt yg lain yg tdk perduli utk menerangkan kpd org yg tdk ‘mengerti’ ini. Semoga Alloh marahmatiMu. Amin..Amiin.
Comment by Abdul Malik — Saturday, 25 July 2009 @ 8:42 pm
silahkan lihat comment no.80 & 90. makasih…
maafkan,krn sblmnya aku mmg tidak mengerti…akalku blm sampai saat itu. alhamdulillah…hidayah bisa datang kapan saja & bisa lwt siapa saja yg dikehendakiNYA. subahanallah…2 th pencarian ini sgt berharga bagiku.
Subhanallah, begitu besarnya cinta Muhammad Rasulullah SAW kepada umatnya.
Bershalawatlah baginya.
Semoga kita bisa mendapatkan Syafa’atnya di hari akhir. Amin
Comment by Abdul Malik — Saturday, 25 July 2009 @ 8:50 pm
yaaa Rosul….tak kan ada manusia suci seperti diriMu lagi di dunia ini…..
Comment by yayang fadly — Monday, 17 August 2009 @ 6:42 am
Betapa mulianya wahai kekasih Allah…..
ku menitikan air mata
Comment by sam — Friday, 4 September 2009 @ 8:53 pm
klo Jibril hadir saat itu tidak berpaling muka jibril, melainkan tetap menghadap ke arah Rosul. Jibril malaikat yang tidak punya emosi keharuan, sedih, dsb. Para malaikat itu melaksanakan tugasnya maka tugas itu terlaksana . Wallahu a’lam bish shawab
Comment by Yongki — Monday, 7 September 2009 @ 2:21 pm
klo Jibril hadir saat itu tidak berpaling muka jibril, melainkan tetap menghadap ke arah Rosul. Jibril malaikat yang tidak punya emosi keharuan, sedih, dsb. Para malaikat itu melaksanakan tugasnya maka tugas itu terlaksana . Wallahu a’lam bish shawab
Comment by Yongki — Monday, 7 September 2009 @ 2:26 pm
‘Allohu Akbar,
‘Allohu Akbar,
‘Allohu Akbar’
‘tiada tuhan selain alloh,
‘dan Aku percaya Bahwa Nabi Muhammad Rasulullah
SAW adalah utusan Alloh,
Comment by surya — Tuesday, 8 September 2009 @ 12:06 pm
Segala puji hanya milik ALLAH,
Segala keagungan hanya milik ALLAH
Sholawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Comment by yanto — Wednesday, 16 September 2009 @ 7:25 am
Buat yang nulis artikel ini smg dirahmati Allah dan mendapat syafaat Rasullulah aq gak bisa berkomentar apa2 cuma minta izin tuk mengcopy artikelnya…
Comment by Ach. maulana — Monday, 21 September 2009 @ 9:02 am
smoga kita bisa berjuang sperti yang di ajarkan nabi muihammad saw.
bukan hanya solat karena itu sudah merupakan kewajiban
tapi TAUHID.
sirotol mustaqiim
Comment by no name — Sunday, 11 October 2009 @ 1:44 pm
Assalamu’alaikum
Neng Ais, kalo ngutip artikel, meskipun bagus, tampilkan juga sumbernya dunk !. Karena kalo seperti diatas, sumbernya ga bisa dipercaya. Khawatirnya seperti bangsa negeri ini, banyak percaya kepada hadits-hadits yang dha’if dan palsu. Bahkan hadits-hadits teresebut banyak diamalkan dan dijadikan sumber hukum dinegeri ini. Dan lebih menyedihkan lagi, kita-kitalah yang menyebarluaskan hadits dan cerita-cerita palsu yang mengatasnamakan Rasululloh SAW. Kasihan yang merujuk ke kita kan ? Ayo cari sumbernya yang benar, tambahkan di artikel diatas, dan selamat berhati-hati dalam berbagi hadits dan apapun kepada yang lain. Barokallohu fikum
Comment by Harun M — Wednesday, 28 October 2009 @ 4:31 pm
Dan ALLAH SWT telah meringankan rasa pedihnya sakaratul maut semua umat Muslimin dengan doa dari Rasulullah SAW menjelang akhir hayatnya.
Tidakkah kita sebagai umat muslimin merasa bangga & beruntung bahwa ada seseorang yg paling mulia di alam telah membela kita didunia terlebih lagi diakhirat.
Kelak di Yaumul Hisab, satu kali sujudnya Rasulullah mampu membebaskan dari sekian banyak para pendosa diantara umatnya dari kejaran api neraka karena Rasulullah masih terus membela umatnya dan tidak ridho jika ada satu umatnya yang masuk kedalam neraka.
Cintailah Rasulullah karena cinta kalian kepada ALLAH dan cintailah keluarga & keturunan beliau karena cinta kalian kepada Rasulullah.
Semoga Allah mengumpulkan kita semua dalam panji Rasulullah SAW didunia, barzakh wal akhiroh.
Amin…
Comment by mahabbaturrasul — Wednesday, 4 November 2009 @ 3:24 am
subhanaALLOH…….
Comment by sastro — Friday, 20 November 2009 @ 10:15 pm
I Love You Yaa Rasulullah, Kekasih Allah
Comment by setyo budi — Sunday, 29 November 2009 @ 8:01 am
tak kuasa hati.dan mata ini untuk mengeluarkan air mata begitu cintanya rosulallah sampai akhir hanyat masih memikirkan umatnya.
Comment by suhe.karcong — Sunday, 13 December 2009 @ 8:33 am
mengomentari sobat harun.mas,cara anda memberikan koemntar salah ada cara-cara halus anda jangan bicara tentang sumbernya cerita tsb.namun yang perlu dilihat dan diambil hikmahnya bahwa menyadarkan atau memberi pemahaman tak semudah yang anda bicarakan.itu nanti ada prosesnya.anda jangan bicara hukumnya namun yang harus diketahui adalah kemauan seseorang itu sendiri.ini bentuk dari salah asuh jika anda mengalihkan cerita tsb.saya sepakat yg anda bicarakan benar.tapi ingat menumbuhkan kesadaran seseorang tak semudah yang ada inginkan.sekarang sy mw tanya dengan mas harun.sanggupkah anda memberi pengajaran kepada orang.2,yg mmng blmfaham tentang dasar islan dan langsung membedah tentang hadis tsb.?maksud anda baik namun teknis atau cara anda saya katakan salah!!.pola syiar macam-macam mas.memberi pengajaran bukan hanya harus hafal dan tau tentang DUA HAL tsb.tapi kita harus tahu prosesnya.yg jelas sy sependapat dengan anda car anda menyampaikan akan komentar tsb.terlalu kaku dan dangkal!!fahami itu.satu hal jika anda pemerhati hadist apakah rosul mengajarkan tentang internet?contoh kecil.lihat efek dari hikmah dan pengaruhnya.
Comment by suhe.karcong — Sunday, 13 December 2009 @ 9:06 am
tiada kata lain TOBAT NASUHA, Wassalam
Comment by O,niel — Sunday, 10 January 2010 @ 11:31 pm
Kapan waktu itu akan datang kepadaku.
Comment by ashar — Saturday, 23 January 2010 @ 12:24 pm
subhannallah…..
tak sanggup saya menahan air mata ini
Comment by I Bagus Yudi — Wednesday, 27 January 2010 @ 11:31 am
izin share di fb yaaa…
Comment by kinu — Saturday, 6 February 2010 @ 3:40 pm
AllahuAkbar….. AllahuAkbar….. AllahuAkbar…..
Buat Saudara Malik..
bagaimana anda akan membandingkan dengan Alkitab, sedang kan alkitab yang sekarang ini sudah tidak bisa diipercaya akan keabsahan isinya. ya sangat jelas di kitab perjanjian baru yang sekarang sudah banyak hal-hal yang bertentangan denga ayat satu dengan ayat yang lainnya,, Semoga Allah memberikan Hidayahnya kepada Qt tuk memahami Jalan yang lurus . Amin. WAllahu musta’an.
Comment by Muhammad Rizal G. — Tuesday, 9 February 2010 @ 11:18 pm